Wartatrans.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul agar mampu melahirkan ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan AHY saat memimpin Town Hall Meeting penguatan sinergi Program Transmigrasi 2026, bersama Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, serta jajaran Kemenko Infrastruktur, Rabu (5/2).

“Pembangunan infrastruktur tidak boleh berdiri sendiri. Di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—konektivitas harus selaras dengan peningkatan kualitas SDM agar masyarakat mampu menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi,” ujar AHY.
Forum strategis tersebut melibatkan akademisi dari berbagai universitas unggulan di Indonesia. AHY menilai keterlibatan dunia kampus menjadi elemen penting dalam memastikan kebijakan transmigrasi berbasis riset, inovasi, dan kebutuhan nyata di lapangan.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyoroti Program Transmigrasi Patriot sebagai salah satu terobosan strategis pemerintah. Program ini dirancang untuk melibatkan ribuan mahasiswa dan peneliti sebagai pionir pembangunan di kawasan transmigrasi.
“Transmigrasi Patriot adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Mahasiswa dan peneliti kita hadir langsung di lapangan, tidak hanya membangun fisik wilayah, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan membangun kapasitas masyarakat,” jelasnya.
Menurut AHY, kehadiran infrastruktur yang terintegrasi dengan pengembangan SDM akan berdampak langsung pada penurunan biaya logistik, peningkatan akses layanan dasar, serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar konektivitas, tetapi mencerdaskan kehidupan bangsa dan memastikan pembangunan dirasakan secara adil dan merata,” tegas AHY.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, kementerian teknis, akademisi, dan masyarakat, AHY optimistis program transmigrasi 2026 dapat menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.*** (Dulloh)




















