Wartatrans.com, MEDAN –Pelindo Solusi Digital (PSD) memperkuat kontribusinya dalam pengembangan talenta digital masa depan melalui kegiatan PSD Goes to Campus di Program Studi S1 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan mengenai perubahan lanskap dunia kerja, kebutuhan kompetensi di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta peran generasi muda dalam mendukung transformasi industri dan ekosistem maritim Indonesia.
Dalam kuliah umum bertajuk “Menjadi Generalist T-Shaped: Menguasai Model-Based Thinking di Era AI”, Direktur Utama Pelindo Solusi Digital sekaligus alumnus Teknik Industri USU, Natal Iman Ginting, mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis, terhubung, dan berbasis teknologi.
Perkembangan AI telah mengubah cara perusahaan menjalankan proses bisnis dan mengambil keputusan. Berbagai pekerjaan rutin, berulang, serta berbasis aturan semakin dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Di tengah perubahan tersebut, manusia tetap memiliki keunggulan pada kemampuan memahami konteks yang lebih luas, berpikir strategis, membangun empati, berkomunikasi, dan menghubungkan berbagai persoalan menjadi solusi yang utuh.
“Di era AI, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai satu kemampuan teknis. Mereka perlu memiliki wawasan lintas bidang, kemampuan berpikir kritis, serta keahlian mendalam yang dapat memberikan nilai tambah. Teknologi dapat memproses data dengan cepat, tetapi manusia tetap dibutuhkan untuk menghubungkan strategi, teknologi, proses bisnis, dan kebutuhan masyarakat,” ujar Natal.
Menurut Natal, salah satu profil kompetensi yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah talenta T-Shaped, yaitu individu yang memiliki wawasan luas pada berbagai disiplin sekaligus menguasai satu atau dua bidang secara lebih mendalam. Profil tersebut memungkinkan seseorang untuk berkolaborasi dengan berbagai fungsi, memahami persoalan secara menyeluruh, serta tetap memiliki keahlian khusus yang dapat diandalkan.
Pendekatan ini sangat relevan bagi mahasiswa Teknik Industri karena bidang tersebut menggabungkan pemahaman mengenai manusia, proses, teknologi, organisasi, dan sistem. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya melihat suatu persoalan dari sisi operasional, tetapi juga memahami kaitannya dengan strategi perusahaan, rantai pasok, budaya organisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan kebutuhan pengguna.
Dalam kesempatan tersebut, Natal juga memperkenalkan konsep model-based thinking sebagai kemampuan menyusun cara berpikir yang terstruktur dalam menghadapi persoalan kompleks. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat memetakan masalah, menemukan akar penyebab, merancang alternatif solusi, melakukan simulasi, dan mengevaluasi hasilnya secara berkelanjutan.
Kemampuan berpikir secara menyeluruh tersebut menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi seperti AI, analitik data, dan digital twin. Teknologi dapat membantu organisasi membuat representasi digital dari suatu proses atau sistem sehingga berbagai skenario dapat dipelajari sebelum keputusan diterapkan di lapangan. Namun, keberhasilan pemanfaatannya tetap bergantung pada kemampuan manusia dalam merumuskan persoalan yang tepat, membaca data secara kritis, dan menerjemahkan hasil analisis menjadi keputusan bisnis.
Sebagai gambaran penerapannya dalam industri maritim, Pelindo Solusi Digital turut memperkenalkan Adhara, platform ekosistem logistik maritim yang dikembangkan untuk mendorong konektivitas dan kolaborasi antarpelaku dalam rantai layanan. Ekosistem tersebut melibatkan pemilik barang, perusahaan pelayaran, pelabuhan dan terminal, perusahaan transportasi, depo, pergudangan, penyedia jasa logistik, serta instansi pemerintah dan regulator.
Melalui integrasi proses dan pertukaran data yang lebih baik, Adhara diarahkan untuk mendukung visibilitas layanan secara menyeluruh, menyederhanakan interaksi antarpelaku, mengurangi pengulangan proses, serta mendorong pelaksanaan kegiatan logistik yang lebih efektif. Kehadiran platform ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi tidak berdiri sendiri, tetapi berperan sebagai penghubung yang memperkuat kolaborasi dalam sebuah ekosistem.
“Transformasi digital bukan sekadar mengganti proses manual menjadi aplikasi. Nilai terbesarnya muncul ketika teknologi mampu menghubungkan berbagai pelaku, menyelaraskan proses, dan menghadirkan keputusan yang lebih baik. Karena itu, Indonesia membutuhkan talenta yang mampu melihat sistem secara utuh dan memimpin perubahan, bukan hanya menjadi pelaksana teknis,” jelas Natal.
Bagi mahasiswa Teknik Industri, ekosistem maritim dan logistik menawarkan ruang kontribusi yang luas, mulai dari perancangan proses, optimasi rantai pasok, analisis data, pengembangan produk digital, manajemen proyek, hingga pengelolaan perubahan organisasi. Kompetensi tersebut dapat menjadi fondasi untuk melahirkan berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan industri secara konkret.
Selain kemampuan akademik, mahasiswa juga didorong membangun rasa ingin tahu, kemauan belajar yang tinggi, empati, keterampilan komunikasi, serta keberanian menguji gagasan melalui proyek nyata. Kemampuan untuk menerima masukan, mengevaluasi kesalahan berdasarkan data, dan terus melakukan perbaikan dinilai menjadi karakter penting bagi calon pemimpin masa depan.
Natal merangkum kesiapan talenta masa depan melalui tiga unsur utama, yaitu head, heart, dan hands. Head menggambarkan kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan memahami prinsip dasar. Heart mencerminkan rasa ingin tahu, empati, dan kemampuan memahami kebutuhan orang lain. Sementara itu, hands menunjukkan keberanian untuk membangun, menguji, dan mengeksekusi solusi secara nyata.
Melalui PSD Goes to Campus, Pelindo Solusi Digital berupaya mendekatkan mahasiswa dengan perkembangan aktual di dunia industri sekaligus membuka wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam transformasi digital. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan talenta yang adaptif, kolaboratif, dan siap menjawab tantangan masa depan.
Pelindo Solusi Digital meyakini kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri merupakan fondasi penting dalam memperkuat daya saing Indonesia. Dengan memperluas ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi dan pemimpin sistem yang memberikan dampak bagi industri, masyarakat, dan perekonomian nasional.(ahmad)






















