Wartatrans.com, JAKARTA – Aliansi Judi Pasti Rugi yang diinisiasi Gopay dan Komdigi terus memperluas edukasi kepada berbagai kalangan masyarakat di Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, menurut Head of Gopay ewallet Kelvin Timotius, pihaknya telah melakukan edukasi ke 66 kota, 30.000 km di 21 Propinsi dan telah menyentuh 60 juta orang.

“Sedikitnya 60 juta orang lebih telah ‘sembuh’ dari judi,” katanya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Dia menyatakan, Gopay hadir untuk transaksi finansial yang aman dan sehat bagi pengguna, salah satunya pemberantasan judol.
Pihaknya juga memiliki satgas anti pencucian uang dan penipuan.
“Di kami, ada tim yang menganalisa keluar masuk uang pengguna gopay,” ujar dia.
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengapresiasi peran Aliansi Judi Pasti Rugi yang telah turut membantu pemerintah dalam memberantas judi.
“Kami bersyukur, saat ini pelaku judi sudah menurun hingga 45%,” ungkapnya.
Pemerintah melalui Komdigi disebutkannya, juga menjalankan program kerja T3 yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga.
Untuk mereka yang sudah terjerat judi, pihaknya mengutamakan tumbuh dan terjaga, dengan tujuan mereka bisa dibina dan diedukasi untuk meninggalkan praktik merugikan itu.
“Kami bangga Aliasi Judi Pasti Rugi terus membersamai Komdigi dan perannya sangat penting untuk mendukung musnahnya perjudian,” imbuh dia. (omy)





















