Wartatrans.com, MESIR — Pasar Khan Khalili di Kairo merupakan salah satu pusat oleh-oleh paling komplet dan legendaris di Mesir. Pasar tua yang telah berdiri sejak abad ke-14 ini bukan sekadar ruang jual beli, melainkan juga denyut kehidupan kota yang mempertemukan sejarah, budaya, dan denyut ekonomi rakyat dalam satu kawasan.
Di lorong-lorong sempit Khan Khalili, pengunjung dapat menemukan hampir segala jenis cendera mata. Mulai dari pecah belah bercorak Arab klasik, tas dan kain berhiaskan motif Timur Tengah, parfum khas Arab, hingga perhiasan emas yang berkilau di etalase toko-toko kecil. Setiap sudut pasar seolah menawarkan kisah, warna, dan aroma yang khas, membuat wisatawan betah berlama-lama menyusuri labirin kios yang tak pernah sepi.

Khan Khalili juga menjadi ruang perjumpaan para turis dari berbagai negara dengan warga lokal. Tawar-menawar berlangsung akrab, kadang diselingi canda, menjadikan proses belanja bukan sekadar transaksi, tetapi pengalaman budaya yang hidup. Di sela-sela aktivitas pasar, kafe-kafe tua dengan kursi kayu sederhana menjadi tempat beristirahat, menikmati teh mint atau kopi Arab sembari mengamati hiruk-pikuk sekitar.
Bagi wisatawan yang ingin menghindari kemacetan khas pusat kota Kairo, terdapat kiat sederhana namun efektif. Turunlah di depan masjid yang berada di kawasan sekitar pasar, lalu lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui terowongan. Akses ini cukup membantu menghemat waktu sekaligus memberikan pengalaman masuk ke Khan Khalili dengan cara yang lebih tenang.
Mengunjungi Pasar Khan Khalili bukan hanya soal berburu oleh-oleh, melainkan perjalanan menyelami denyut sejarah dan kehidupan Kairo yang sesungguhnya. Di pasar ini, masa lalu dan masa kini berbaur, menghadirkan pengalaman wisata yang sulit dilupakan bagi siapa pun yang menjejakkan kaki di jantung kota tua Mesir.***
Mesir 2026.




















