Menu ✖

Mode Gelap
Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah? Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026 Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

Uncategorized

Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni

badge-check


 Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Frasa “atas nama” yang kerap hadir dalam bahasa sehari-hari dan wacana publik, menjadi titik pijak pameran tunggal seniman Sonny Eska yang dibuka pada Sabtu (07/02/2026) di Galery Ruang Darmin, Jakarta Selatan.

Pameran ini berlangsung mulai 7 hingga 18 Februari 2026. Melalui karya lukisan dan instalasi mixed medium, Sonny Eska mengajak publik menelusuri relasi antara bahasa, kuasa, dan kebebasan tafsir dalam seni.

Dalam banyak konteks sosial dan politik, frasa “atas nama” sering kali berfungsi sebagai alat legitimasi. Ia digunakan untuk mengatasnamakan agama, rakyat, atau negara, yang tidak jarang berujung pada penyingkiran, pemaksaan, hingga klaim kebenaran tunggal. Namun, dalam dunia seni, frasa tersebut justru menemukan makna yang berbeda.

Dalam pameran ini, atas nama tidak diposisikan sebagai alat kuasa, melainkan sebagai pernyataan personal terhadap kekaryaan. Seni hadir sebagai ruang bebas, tempat bahasa tidak memerintah, tetapi dipertanyakan.

Melalui pameran tunggal di Galery Ruang Darmin tersebut, Sonny Eska mengolah “atas nama” bukan sebagai slogan, melainkan sebagai ruang tafsir. Karya-karyanya tidak menawarkan satu jawaban tunggal, tetapi membuka kemungkinan pembacaan yang beragam—antara bahasa dan kekuasaan, simbol dan pengalaman personal, serta antara material sehari-hari dan wacana besar yang membingkainya.

Dalam proses kreatifnya, Sonny Eska menggunakan beragam medium seperti acrylic on canvas, oil on canvas, kolase koran dan majalah, hingga kardus serta kemasan sebagai elemen instalasi. Pilihan medium tersebut bukan semata keputusan teknis, melainkan bagian dari pernyataan konseptual.

Koran, majalah, dan kemasan dipahami sebagai artefak bahasa publik—media yang setiap hari menyampaikan pesan, klaim, dan kepentingan atas nama tertentu. Dengan mengalihkannya ke ruang seni, Sonny Eska memindahkan bahasa kuasa tersebut ke ruang kontemplasi, mengundang penonton untuk berdialog ulang dengan pesan-pesan yang selama ini diterima secara pasif.

Sementara itu, penggunaan kardus dan kemasan—yang lazimnya dianggap limbah—menghadirkan refleksi tentang sistem produksi massal, ekonomi konsumsi, dan narasi kebutuhan yang kerap bekerja tanpa disadari. Material yang remeh dan sementara itu justru diangkat menjadi struktur visual yang sarat makna.

Pameran ini tidak mengajak pengunjung untuk menolak frasa “atas nama”, melainkan untuk mencurigainya. Siapa yang berbicara? Siapa yang diwakili? Dan siapa yang disingkirkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dihadirkan tanpa paksaan, memberi ruang bagi keterlibatan personal setiap penonton.

Melalui pameran ini Sonny Eska menegaskan bahwa seni adalah salah satu wilayah di mana “atas nama” tidak menindas, melainkan membebaskan—ruang tempat bahasa, material, dan pengalaman personal dapat bertemu tanpa harus saling meniadakan.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah?

1 November 2026 - 10:58 WIB

Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni

31 Oktober 2026 - 22:44 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

‘Diana Memang Manja’, Novel SBY yang Lahir dari Riset dan Kenangan

30 Oktober 2026 - 18:39 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Trending di ANJUNGAN