Menu

Mode Gelap
Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah Divre III Palembang Hadirkan Rangkaian Kereta Ekonomi Premium pada KA Rajabasa, Perjalanan Kini Semakin Nyaman Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030 Semester I 2026, KAI Group Layani Hampir 259 Juta Pelanggan, Naik 7,55 Persen Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

Uncategorized

Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni

badge-check


 Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Frasa “atas nama” yang kerap hadir dalam bahasa sehari-hari dan wacana publik, menjadi titik pijak pameran tunggal seniman Sonny Eska yang dibuka pada Sabtu (07/02/2026) di Galery Ruang Darmin, Jakarta Selatan.

Pameran ini berlangsung mulai 7 hingga 18 Februari 2026. Melalui karya lukisan dan instalasi mixed medium, Sonny Eska mengajak publik menelusuri relasi antara bahasa, kuasa, dan kebebasan tafsir dalam seni.

Dalam banyak konteks sosial dan politik, frasa “atas nama” sering kali berfungsi sebagai alat legitimasi. Ia digunakan untuk mengatasnamakan agama, rakyat, atau negara, yang tidak jarang berujung pada penyingkiran, pemaksaan, hingga klaim kebenaran tunggal. Namun, dalam dunia seni, frasa tersebut justru menemukan makna yang berbeda.

Dalam pameran ini, atas nama tidak diposisikan sebagai alat kuasa, melainkan sebagai pernyataan personal terhadap kekaryaan. Seni hadir sebagai ruang bebas, tempat bahasa tidak memerintah, tetapi dipertanyakan.

Melalui pameran tunggal di Galery Ruang Darmin tersebut, Sonny Eska mengolah “atas nama” bukan sebagai slogan, melainkan sebagai ruang tafsir. Karya-karyanya tidak menawarkan satu jawaban tunggal, tetapi membuka kemungkinan pembacaan yang beragam—antara bahasa dan kekuasaan, simbol dan pengalaman personal, serta antara material sehari-hari dan wacana besar yang membingkainya.

Dalam proses kreatifnya, Sonny Eska menggunakan beragam medium seperti acrylic on canvas, oil on canvas, kolase koran dan majalah, hingga kardus serta kemasan sebagai elemen instalasi. Pilihan medium tersebut bukan semata keputusan teknis, melainkan bagian dari pernyataan konseptual.

Koran, majalah, dan kemasan dipahami sebagai artefak bahasa publik—media yang setiap hari menyampaikan pesan, klaim, dan kepentingan atas nama tertentu. Dengan mengalihkannya ke ruang seni, Sonny Eska memindahkan bahasa kuasa tersebut ke ruang kontemplasi, mengundang penonton untuk berdialog ulang dengan pesan-pesan yang selama ini diterima secara pasif.

Sementara itu, penggunaan kardus dan kemasan—yang lazimnya dianggap limbah—menghadirkan refleksi tentang sistem produksi massal, ekonomi konsumsi, dan narasi kebutuhan yang kerap bekerja tanpa disadari. Material yang remeh dan sementara itu justru diangkat menjadi struktur visual yang sarat makna.

Pameran ini tidak mengajak pengunjung untuk menolak frasa “atas nama”, melainkan untuk mencurigainya. Siapa yang berbicara? Siapa yang diwakili? Dan siapa yang disingkirkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dihadirkan tanpa paksaan, memberi ruang bagi keterlibatan personal setiap penonton.

Melalui pameran ini Sonny Eska menegaskan bahwa seni adalah salah satu wilayah di mana “atas nama” tidak menindas, melainkan membebaskan—ruang tempat bahasa, material, dan pengalaman personal dapat bertemu tanpa harus saling meniadakan.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN