Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat 150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini 11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum? Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

OLAH RAGA

Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030

badge-check


 Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kiprah wakil Asia di Piala Dunia 2026 berakhir dengan hasil mengecewakan. Harapan terakhir Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pupus setelah Australia tersingkir dari Mesir melalui adu penalti pada babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026). Hasil tersebut memastikan tidak ada satu pun wakil Asia yang melaju ke babak 16 besar.

Ironisnya, kegagalan itu terjadi ketika AFC mencatat sejarah dengan mengirimkan sembilan wakil ke putaran final Piala Dunia 2026, seiring penerapan format baru 48 peserta. Di antara sembilan tim tersebut, terdapat dua debutan, yakni Yordania dan Uzbekistan.

Sepanjang turnamen, mayoritas wakil Asia tersingkir sejak fase grup. Hanya Jepang dan Australia yang mampu mencapai fase gugur, namun keduanya gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan lawan-lawan dari Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan.

Di tengah hasil yang kurang menggembirakan tersebut, muncul kembali wacana perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Gagasan yang diusulkan CONMEBOL itu kini masih berada dalam tahap pembahasan oleh FIFA dan belum diputuskan secara resmi.

Apabila format 64 peserta disetujui, kuota langsung setiap konfederasi diproyeksikan meningkat signifikan. Asia berpeluang memperoleh 12 tiket, naik dari 8,5 tiket saat ini. Afrika diproyeksikan mendapat 13 tiket, Eropa 20 tiket, Amerika Selatan dan CONCACAF masing-masing delapan tiket, sementara Oseania meningkat menjadi tiga tiket langsung.

Meski demikian, rencana penambahan kuota tersebut masih memunculkan perdebatan. Sejumlah pihak menilai tambahan jatah belum tentu menguntungkan Asia apabila tidak diimbangi peningkatan kualitas kompetisi di tingkat nasional maupun regional.

Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menilai kebijakan tersebut ibarat pisau bermata dua.

“Penambahan kuota memang membuka jalan bagi negara-negara berkembang untuk tampil di Piala Dunia. Namun di sisi lain, kualitas kompetisi berpotensi menurun jika kesenjangan kemampuan antarnegara masih terlalu lebar,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, perbedaan kualitas antara kekuatan utama Asia seperti Jepang dan Korea Selatan dengan negara-negara berkembang masih cukup besar. Apabila kuota diperluas tanpa diiringi pembinaan yang memadai, wakil Asia dikhawatirkan hanya menjadi sasaran empuk tim-tim elite dunia, sehingga justru mencoreng reputasi sepak bola benua tersebut.

Di sisi lain, peluang bertambahnya kuota tetap menjadi angin segar bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mewujudkan impian tampil di putaran final Piala Dunia. Namun peluang tersebut harus dibarengi reformasi menyeluruh, mulai dari pembinaan usia muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, hingga pembangunan infrastruktur sepak bola.

Hingga saat ini, FIFA belum mengambil keputusan final terkait usulan perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 peserta. Jika akhirnya disahkan, tantangan terbesar bagi Asia bukan sekadar memanfaatkan tambahan kuota, melainkan membuktikan bahwa wakil-wakilnya mampu bersaing secara kompetitif di panggung sepak bola dunia.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Suasana Tegang Menyelimuti Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Presiden Siapkan Bonus Ekstra

6 Oktober 2026 - 07:54 WIB

AFC Dorong Asian Nations League, Beban Biaya Perjalanan jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

2 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Indonesia-Malaysia Imbang 0-0 di Laga Kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

29 September 2026 - 07:21 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

Gasak Singapura 2-0, Indonesia Full Skuad 10 Starter Naturalisasi

26 September 2026 - 07:07 WIB

Trending di OLAH RAGA