Menu

Mode Gelap
Kesehatan Gubernur Tak Ganggu Pemerintahan Aceh, Bima Arya: Tugas Berjalan Lewat Pendelegasian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games

OLAH RAGA

Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030

badge-check


 Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kiprah wakil Asia di Piala Dunia 2026 berakhir dengan hasil mengecewakan. Harapan terakhir Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pupus setelah Australia tersingkir dari Mesir melalui adu penalti pada babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026). Hasil tersebut memastikan tidak ada satu pun wakil Asia yang melaju ke babak 16 besar.

Ironisnya, kegagalan itu terjadi ketika AFC mencatat sejarah dengan mengirimkan sembilan wakil ke putaran final Piala Dunia 2026, seiring penerapan format baru 48 peserta. Di antara sembilan tim tersebut, terdapat dua debutan, yakni Yordania dan Uzbekistan.

Sepanjang turnamen, mayoritas wakil Asia tersingkir sejak fase grup. Hanya Jepang dan Australia yang mampu mencapai fase gugur, namun keduanya gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan lawan-lawan dari Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan.

Di tengah hasil yang kurang menggembirakan tersebut, muncul kembali wacana perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Gagasan yang diusulkan CONMEBOL itu kini masih berada dalam tahap pembahasan oleh FIFA dan belum diputuskan secara resmi.

Apabila format 64 peserta disetujui, kuota langsung setiap konfederasi diproyeksikan meningkat signifikan. Asia berpeluang memperoleh 12 tiket, naik dari 8,5 tiket saat ini. Afrika diproyeksikan mendapat 13 tiket, Eropa 20 tiket, Amerika Selatan dan CONCACAF masing-masing delapan tiket, sementara Oseania meningkat menjadi tiga tiket langsung.

Meski demikian, rencana penambahan kuota tersebut masih memunculkan perdebatan. Sejumlah pihak menilai tambahan jatah belum tentu menguntungkan Asia apabila tidak diimbangi peningkatan kualitas kompetisi di tingkat nasional maupun regional.

Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menilai kebijakan tersebut ibarat pisau bermata dua.

“Penambahan kuota memang membuka jalan bagi negara-negara berkembang untuk tampil di Piala Dunia. Namun di sisi lain, kualitas kompetisi berpotensi menurun jika kesenjangan kemampuan antarnegara masih terlalu lebar,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, perbedaan kualitas antara kekuatan utama Asia seperti Jepang dan Korea Selatan dengan negara-negara berkembang masih cukup besar. Apabila kuota diperluas tanpa diiringi pembinaan yang memadai, wakil Asia dikhawatirkan hanya menjadi sasaran empuk tim-tim elite dunia, sehingga justru mencoreng reputasi sepak bola benua tersebut.

Di sisi lain, peluang bertambahnya kuota tetap menjadi angin segar bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mewujudkan impian tampil di putaran final Piala Dunia. Namun peluang tersebut harus dibarengi reformasi menyeluruh, mulai dari pembinaan usia muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, hingga pembangunan infrastruktur sepak bola.

Hingga saat ini, FIFA belum mengambil keputusan final terkait usulan perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 peserta. Jika akhirnya disahkan, tantangan terbesar bagi Asia bukan sekadar memanfaatkan tambahan kuota, melainkan membuktikan bahwa wakil-wakilnya mampu bersaing secara kompetitif di panggung sepak bola dunia.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Clairefontaine-Kudus, PSSI Bangun Jalur Talenta Putri U-17

21 Agustus 2026 - 15:33 WIB

RANS Bidik Hak Siar IWL, Bisnis Broadcast Match Mulai Bergeser?

21 Agustus 2026 - 06:57 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IWL Mulai 17 Oktober, 6 Klub Uji Roadmap Sepak Bola Putri

13 Agustus 2026 - 05:09 WIB

PSSI Diminta Bongkar Masalah Performa Timnas Naik-Turun

10 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Resiliensi Garuda Diuji, Singapura jadi Ancaman di Laga Penentu AFF 2026

6 Agustus 2026 - 05:12 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Raih 1 Juta Penonton Bola, Watchalong AFF 2026 Buka Model Baru Bisnis Siaran Olahraga

5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Aston Villa Menang 3-1 Kalahkan Indonesia All Star di GBK

2 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Tim Pertama Gugur di ASEAN Hyundai Cup 2026, Timor Leste Pede Kalah Sedikit Gol

1 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Trending di OLAH RAGA