Menu

Mode Gelap
KKP Perkuat Pengawasan dan Ketertelusuran Perikanan Tuna, 87 Kapal Pelanggar Ditindak Aceh Diajak Kembali Menjadi Inspirasi Indonesia, Rafly Kande: Belajar dari Kejayaan Masa Lalu Halaman Jeda Gelar Refleksi Semangat Dasar Aceh untuk Indonesia Gerakan Langit Biru Indonesia Asri DPC Partai Demokrat Semarang Mendapat Sambutan Baik KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

Uncategorized

Catatan Iwan Piliang: Jepang dan Mimpi Juara Dunia 2026

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Jepang dan Mimpi Juara Dunia 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Empat Tahun terakhir, hampir setiap tahun saya berkunjung ke Jepang. Dari perjalanan-perjalanan itu, saya menyaksikan langsung bagaimana bangsa ini membangun budaya kerja, disiplin, dan kebanggaan nasional yang sangat kuat. Semangat itu tidak hanya terlihat dalam industri, teknologi, maupun pendidikan, tetapi juga meresap ke dalam sepak bola mereka.

Karena itu, sejak awal Piala Dunia 2026 saya menjagokan Jepang sebagai salah satu kandidat juara dunia.

Banyak yang mungkin menganggap prediksi itu berlebihan. Namun, jika mencermati perkembangan sepak bola Jepang dalam dua dekade terakhir, keyakinan tersebut tidak muncul begitu saja. Jepang bukan lagi tim Asia yang sekadar menjadi peserta. Mereka kini tampil sebagai kekuatan yang mampu menantang negara-negara besar Eropa dan Amerika Selatan.

Hasil imbang 2-2 melawan Belanda pada laga Grup F menjadi salah satu bukti. Dalam pertandingan yang berlangsung di Arlington, Texas, Jepang dua kali tertinggal namun dua kali pula mampu bangkit menyamakan kedudukan. Keito Nakamura mencetak gol penyama pertama, sementara Daichi Kamada menjadi penyelamat lewat gol menit ke-88 yang memaksa Belanda berbagi angka.

Yang menarik bukan hanya hasilnya, melainkan cara Jepang bermain. Mereka menunjukkan sepak bola kolektif yang cepat, disiplin, dan penuh determinasi. Banyak pengamat menyebut permainan Jepang saat ini sebagai bentuk modern dari “total football”—sebuah filosofi yang menempatkan seluruh pemain aktif dalam menyerang maupun bertahan. Filosofi yang dulu identik dengan Belanda kini justru tampak dimainkan dengan sangat baik oleh Samurai Blue.

Di bawah pelatih Hajime Moriyasu, Jepang tampil dengan identitas yang jelas. Mereka tidak bergantung pada satu bintang, melainkan pada organisasi tim yang solid. Ketika tertinggal dari Belanda, mereka tidak panik. Mereka tetap menjaga struktur permainan, mengalirkan bola dengan sabar, dan terus mencari celah hingga akhirnya mendapatkan hasil yang layak.

Reaksi para penggemar sepak bola dunia juga menarik. Di berbagai forum sepak bola internasional, banyak yang menyebut laga Belanda versus Jepang sebagai salah satu pertandingan terbaik sejauh ini dalam Piala Dunia 2026. Pujian mengalir untuk keberanian dan disiplin Jepang yang mampu mengimbangi salah satu kekuatan tradisional Eropa.

Jepang memang belum pernah mencapai semifinal Piala Dunia. Prestasi terbaik mereka masih sebatas babak 16 besar. Namun sejarah sepak bola selalu memberikan ruang bagi lahirnya kejutan besar. Korea Selatan pernah mencapai semifinal pada 2002. Kroasia menjadi finalis pada 2018. Maroko menembus semifinal pada 2022.

Mereka memiliki generasi pemain yang matang, banyak yang bermain di liga-liga top Eropa, serta fondasi pembinaan yang dibangun secara konsisten selama puluhan tahun. Lebih dari itu, mereka memiliki mentalitas khas Jepang: kerja keras tanpa banyak bicara, disiplin tanpa kompromi, dan keyakinan bahwa tidak ada lawan yang terlalu besar untuk dikalahkan.

Karena itulah saya tetap memegang prediksi yang sama sejak awal turnamen ini.

Jepang bukan sekadar tim kuda hitam. Jepang adalah kandidat serius juara dunia 2026. Dan hasil imbang melawan Belanda hanya memperkuat keyakinan tersebut.***

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Resiliensi Garuda Diuji, Singapura jadi Ancaman di Laga Penentu AFF 2026

6 Agustus 2026 - 05:12 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Hampir 42 Persen KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Gunakan Kereta New Generation

5 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Proyek Trans Sumatra Railway Tak Hanya Berorientasi Pada Pembangunan Rel

5 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Raih 1 Juta Penonton Bola, Watchalong AFF 2026 Buka Model Baru Bisnis Siaran Olahraga

5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Aston Villa Menang 3-1 Kalahkan Indonesia All Star di GBK

2 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Tim Pertama Gugur di ASEAN Hyundai Cup 2026, Timor Leste Pede Kalah Sedikit Gol

1 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Hyundai, BYD, dan Toyota Adu Strategi Otomotif di Panggung Sponsor Olahraga

29 Juli 2026 - 06:58 WIB

Trending di OLAH RAGA