Wartatrans.com, JAKARTA – Timor Leste menjadi tim pertama yang tersingkir dari ASEAN Hyundai Cup 2026 setelah kalah 0-3 dari Timnas Indonesia pada laga kedua Grup A di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat (31/7/2026).
Hasil tersebut memastikan langkah skuad berjuluk Lorosa’e itu berhenti lebih awal, tetapi perjalanan di turnamen ini memperlihatkan upaya membangun fondasi baru untuk memperkecil jarak dengan kekuatan utama Asia Tenggara.

Indonesia mengamankan enam poin dari dua pertandingan awal Grup A setelah meraih kemenangan atas wakil Asia Tenggara bagian timur tersebut.
Tiga gol skuad Garuda dicetak Shayne Pattynama pada menit ke-74, Thom Haye menit ke-78, dan Mitchell Baker menit ke-81.
Sementara, bagi anak asuh Jose Pedro Alves Salazar atau Ze Pedro, kekalahan tersebut memperpanjang catatan sulit mereka di fase grup. Namun, posisi sebagai tim pertama yang gugur tidak sepenuhnya menggambarkan proses perkembangan yang sedang mereka jalani.
Secara statistik, tim senior Lorosa’e masih menghadapi tantangan besar sepanjang 2026. Dari 10 pertandingan, mereka mencatat satu kemenangan dan sembilan kekalahan.
Produktivitas serangan juga masih menjadi pekerjaan rumah karena baru mencetak tujuh gol atau rata-rata 0,7 gol per pertandingan, sementara pertahanan kebobolan 27 kali dengan rasio 2,7 gol per laga.
Catatan tersebut menunjukkan jarak wakil dari Pulau Timor itu dengan tim elite ASEAN masih cukup lebar, terutama dalam efektivitas serangan dan konsistensi menjaga pertahanan.
Namun, ada indikator perkembangan sebelum tampil di fase grup ASEAN Hyundai Cup 2026.
Sebelum masuk turnamen utama, skuad Ze Pedro harus melewati babak play-off. Mereka menyingkirkan Brunei Darussalam dengan kemenangan agregat 6-1, setelah menang 3-0 pada leg pertama dan 3-1 pada pertandingan kedua.
Hasil tersebut menjadi salah satu tanda bahwa sepak bola Timor Leste mulai dibangun dengan pendekatan berbeda. Mereka mengandalkan kombinasi pemain muda dan sejumlah pemain yang memiliki pengalaman internasional.
Menghadapi Indonesia, kualitas individu dan kedalaman skuad masih menjadi pembeda. Namun, Lorosa’e tetap berusaha menjaga organisasi permainan dan membatasi ruang serangan lawan sebelum akhirnya kebobolan tiga gol pada babak kedua.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengakui adanya perkembangan dari lawannya tersebut. Ia meminta pemainnya tetap menjaga fokus karena tim asuhan Ze Pedro menunjukkan karakter pantang menyerah.
“Kami selalu menekankan untuk fokus dari laga ke laga. Timor Leste adalah tim yang pantang menyerah dan terus berkembang,” ujar Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Bagi Indonesia, kemenangan tersebut memperkuat posisi di Grup A.
Sementara bagi Lorosa’e, hasil akhir belum cukup membawa mereka bersaing di level teratas ASEAN, tetapi proses pembangunan tim mulai menunjukkan arah. (Artha Tidar)






























