Wartatrans.com, JAKARTA – PSSI mencatat sekitar 92 persen keputusan penting wasit di Super League dan Championship 2025/2026 dinilai benar setelah dibantu Video Assistant Referee (VAR).
Angka tersebut menjadi modal perbaikan perwasitan Indonesia memasuki musim 2026/2027, meski sekitar 8 persen keputusan masih perlu dikoreksi.

Head of Refereeing Department PSSI, Pratap Singh, mengatakan VAR telah menekan jumlah keputusan keliru secara signifikan.
“Karena kinerja wasit di lapangan sudah terbantu oleh penerapan VAR, keputusan yang salah berkurang signifikan hingga hanya delapan persen,” kata Pratap dalam Refereeing Workshop for Media di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Evaluasi PSSI mencatat Super League memainkan 306 pertandingan dengan 346 insiden kunci. Sebanyak 314 keputusan dinilai benar. Di Championship terdapat 273 pertandingan dengan 331 insiden kunci, terdiri atas 305 keputusan benar dan 26 keputusan salah.
Dari data tersebut, tingkat keputusan benar gabungan mencapai sekitar 91,4 persen. Angka 92 persen merupakan hasil evaluasi domestik PSSI, bukan rating resmi AFC atau FIFA.
Indikator internasional terlihat dari tiga wasit Indonesia yang kini berstatus AFC Elite Referee, yakni Thoriq Munir Alkatiri, Yudi Nurchaya, dan Naufal Adya Fairuski. Ini menjadi kali pertama Indonesia memiliki tiga wasit elite AFC secara bersamaan.
Naufal merupakan lulusan AFC Referee Academy Batch 5 periode 2023–2026. Dari 50 peserta, hanya delapan yang lolos sebagai AFC Elite Referee, yang membuka peluang penugasan pada kompetisi resmi AFC.
Di sisi lain, PSSI dan I.League tetap menggunakan wasit asing sebagai bagian dari pengembangan kualitas. Salah satunya Yudai Yamamoto, wasit elite asal Jepang yang berstatus FIFA Referee dan AFC Elite Referee.
Yamamoto dikontrak full-time selama satu tahun lima bulan, mencakup paruh kedua musim 2025/2026 hingga musim 2026/2027. Kehadirannya juga diarahkan sebagai sarana transfer pengetahuan kepada wasit lokal.
Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menegaskan penggunaan wasit asing tidak dilakukan setiap pekan.
“Tidak pada setiap pekan pertandingan. Saat ini kami sudah memiliki wasit Indonesia yang bagus, termasuk Yamamoto dan yang lainnya,” ujar Ogawa.
Namun, PSSI tetap membuka ruang mendatangkan wasit yang rutin memimpin AFC Champions League Elite untuk berbagi pengalaman.
“Kemudian, kami perlu belajar dari mereka. Itulah poin pentingnya,” tutur Ogawa.
Dengan demikian, tantangan 2026/2027 bukan sekadar mempertahankan akurasi 92 persen, tetapi memastikan VAR, tiga AFC Elite Referee dan transfer pengalaman dari wasit internasional benar-benar meningkatkan konsistensi keputusan di kompetisi domestik. (Artha Tidar)






























