Menu ✖

Mode Gelap
Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak Diperkuat Anggota DPRD Jawa Barat Prihatin atas Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia

OLAH RAGA

Indonesia Target 4 Emas di Asian Games 2026

badge-check


 Timnas (ist) Perbesar

Timnas (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan sedikitnya empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Target tersebut lebih rendah dari tujuh emas yang diraih Indonesia di Hangzhou 2022, sementara kontingen tahun ini terdiri atas 432 atlet dari 35 cabang olahraga.

Anggaran disiapkan Rp283 miliar. Terdiri atas Rp222 miliar untuk pelatnas dan Rp61 miliar untuk keberangkatan kontingen. Jika dibagi sederhana dengan target empat emas, nilainya sekitar Rp70,75 miliar per target emas.

Rasio ini bukan biaya menghasilkan satu medali, tetapi memberi gambaran skala sumber daya yang harus dipertanggungjawabkan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR pada Senin (31/8/2026), Menpora Erick Thohir menyatakan target empat emas ditopang pelatnas dan cabang olahraga unggulan.

“Pemerintah juga menyiapkan pembinaan jangka panjang untuk 20 cabor unggulan Olimpiade dan satu cabor menuju panggung dunia,” ungkapnya.

Penurunan target dari tujuh menjadi empat emas tidak sepenuhnya menunjukkan penurunan ambisi.

Erick menjelaskan tiga nomor yang menyumbang emas di Hangzhou, yakni running target putra 10 meter, running target mixed putra 10 meter, dan perahu naga 1.000 meter, tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya.

Namun, besarnya kontingen membuat efektivitas prioritas cabor tetap menjadi pertanyaan. Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak pada Sabtu (8/8/2026) menilai target empat emas terlalu rendah jika dibandingkan dengan jumlah kontingen.

“Indonesia dengan kontingen sebanyak itu dan cuma empat emas, berarti seratus per satu emas. Kontingennya kurangi lagi karena lain-lain cuma jalan-jalan saja. Seratus atlet sudah cukup,” tegas Fritz.

Kontingen Indonesia juga mencakup 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission.

NOC Indonesia menyatakan penetapan atlet dilakukan melalui evaluasi terhadap kesiapan dan peluang prestasi, sehingga ukuran efektivitas semestinya tidak berhenti pada jumlah atlet yang diberangkatkan, tetapi juga pada peluang medali tiap cabor.

Di Hangzhou 2022, Indonesia meraih tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Tujuh emas berasal dari menembak, BMX, wushu, panjat tebing, angkat besi, dan dragon boat.

Dalam rapat kerja yang sama pada Senin (31/8/2026), anggota Komisi X DPR Sofyan Tan meminta cabang olahraga perorangan tidak dinomorduakan. Menurutnya, orientasi pembinaan tidak semestinya hanya didasarkan pada popularitas atau jumlah peminat, melainkan juga rekam jejak prestasi.

Dengan target empat emas dan anggaran Rp283 miliar, Asian Games Aichi-Nagoya menjadi momentum untuk mengukur apakah strategi pembinaan, pemilihan cabor, dan alokasi anggaran sudah berbasis peluang prestasi yang terukur.

“Target medali penting, tetapi transparansi alasan di balik siapa yang diberangkatkan dan bagaimana anggaran diarahkan menjadi ukuran lain yang tak kalah penting,” ucapnya. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat

18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Pimpin PABERSI Sulteng, Farid Podungge Bidik Prestasi Atlet di PON 2028

17 Oktober 2026 - 20:13 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Suasana Tegang Menyelimuti Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Presiden Siapkan Bonus Ekstra

6 Oktober 2026 - 07:54 WIB

AFC Dorong Asian Nations League, Beban Biaya Perjalanan jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

2 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Indonesia-Malaysia Imbang 0-0 di Laga Kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

29 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di OLAH RAGA