Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

OLAH RAGA

Indonesia Target 4 Emas di Asian Games 2026

badge-check


 Timnas (ist) Perbesar

Timnas (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan sedikitnya empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Target tersebut lebih rendah dari tujuh emas yang diraih Indonesia di Hangzhou 2022, sementara kontingen tahun ini terdiri atas 432 atlet dari 35 cabang olahraga.

Anggaran disiapkan Rp283 miliar. Terdiri atas Rp222 miliar untuk pelatnas dan Rp61 miliar untuk keberangkatan kontingen. Jika dibagi sederhana dengan target empat emas, nilainya sekitar Rp70,75 miliar per target emas.

Rasio ini bukan biaya menghasilkan satu medali, tetapi memberi gambaran skala sumber daya yang harus dipertanggungjawabkan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR pada Senin (31/8/2026), Menpora Erick Thohir menyatakan target empat emas ditopang pelatnas dan cabang olahraga unggulan.

“Pemerintah juga menyiapkan pembinaan jangka panjang untuk 20 cabor unggulan Olimpiade dan satu cabor menuju panggung dunia,” ungkapnya.

Penurunan target dari tujuh menjadi empat emas tidak sepenuhnya menunjukkan penurunan ambisi.

Erick menjelaskan tiga nomor yang menyumbang emas di Hangzhou, yakni running target putra 10 meter, running target mixed putra 10 meter, dan perahu naga 1.000 meter, tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya.

Namun, besarnya kontingen membuat efektivitas prioritas cabor tetap menjadi pertanyaan. Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak pada Sabtu (8/8/2026) menilai target empat emas terlalu rendah jika dibandingkan dengan jumlah kontingen.

“Indonesia dengan kontingen sebanyak itu dan cuma empat emas, berarti seratus per satu emas. Kontingennya kurangi lagi karena lain-lain cuma jalan-jalan saja. Seratus atlet sudah cukup,” tegas Fritz.

Kontingen Indonesia juga mencakup 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission.

NOC Indonesia menyatakan penetapan atlet dilakukan melalui evaluasi terhadap kesiapan dan peluang prestasi, sehingga ukuran efektivitas semestinya tidak berhenti pada jumlah atlet yang diberangkatkan, tetapi juga pada peluang medali tiap cabor.

Di Hangzhou 2022, Indonesia meraih tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Tujuh emas berasal dari menembak, BMX, wushu, panjat tebing, angkat besi, dan dragon boat.

Dalam rapat kerja yang sama pada Senin (31/8/2026), anggota Komisi X DPR Sofyan Tan meminta cabang olahraga perorangan tidak dinomorduakan. Menurutnya, orientasi pembinaan tidak semestinya hanya didasarkan pada popularitas atau jumlah peminat, melainkan juga rekam jejak prestasi.

Dengan target empat emas dan anggaran Rp283 miliar, Asian Games Aichi-Nagoya menjadi momentum untuk mengukur apakah strategi pembinaan, pemilihan cabor, dan alokasi anggaran sudah berbasis peluang prestasi yang terukur.

“Target medali penting, tetapi transparansi alasan di balik siapa yang diberangkatkan dan bagaimana anggaran diarahkan menjadi ukuran lain yang tak kalah penting,” ucapnya. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Indonesia Bungkam Juara Bertahan di Piala Asia U-20, 3 Kali Pemuncak dan Lolos

6 September 2026 - 22:20 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Berdampak Tanding Sepak Bola, Klub Ubah Rute Pulang Persija dan Persebaya

6 September 2026 - 17:04 WIB

Akurasi Wasit 92 Persen, 3 Elite AFC Jadi Modal Musim Baru Super League 2026/2027

4 September 2026 - 15:22 WIB

Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos

4 September 2026 - 05:09 WIB

Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya?

31 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein

31 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain

31 Agustus 2026 - 09:03 WIB

adidas Kembali, 4 Klub Jadi Pijakan Baru di BRI Super League 2026/2027

30 Agustus 2026 - 06:40 WIB

League Cup 2026 Tambah Laga, Kompetisi Indonesia Hadapi Tantangan Kalender dan Geografi

29 Agustus 2026 - 08:21 WIB

I.League Berlakukan 3.000 Menit Bermain Jadi Insentif Finansial Bagi Pesepakbola Muda

27 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Trending di OLAH RAGA