Menu

Mode Gelap
Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

OLAH RAGA

Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya?

badge-check


 Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya? Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah membuka jalan investasi industri olahraga setelah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meneken nota kesepahaman di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kerja sama itu diarahkan pada penyederhanaan perizinan dan pengembangan investasi sektor keolahragaan.

Nilai industri olahraga global yang menjadi acuan pemerintah mencapai sekitar US$521 miliar atau Rp8.000 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Angka tersebut merupakan ukuran pasar global, bukan nilai investasi yang otomatis dapat direalisasikan Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan peluang itu diperbesar oleh pasar sport tourism.

“Sport industry itu kurang lebih nilainya USD521 miliar atau Rp8.000 triliun. Yang pertumbuhan setiap tahunnya itu 8%,” ujar Erick dalam keterangan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jumat (28/8/2026).

Sebagai gambaran skala ekonomi nasional, Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun dengan pertumbuhan 5,11 persen.

Lapangan Usaha Jasa Lainnya tumbuh 9,93 persen, meski mencakup berbagai aktivitas jasa dan tidak dapat disamakan langsung dengan industri olahraga.

Nota kesepahaman mencakup sinergi kebijakan perizinan berbasis risiko, fasilitasi dan pengawasan kepatuhan melalui Online Single Submission (OSS), peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta interoperabilitas data dan informasi perizinan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan industri olahraga memiliki ruang untuk mendorong kegiatan ekonomi lebih luas.

“Industri olahraga memiliki potensi yang sangat besar dan dapat membawa sektor ekonomi ini ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Rosan dalam keterangan resmi BKPM.

Pengembangan ekosistem juga diarahkan ke pasar tenaga kerja. Kemenpora melalui Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menghadirkan Sports Industry Job Fair dan Career Hub untuk peluang kerja di bidang manajemen, pemasaran, event, media, teknologi, bisnis, serta profesi pendukung olahraga.

Bappenas turut mendorong industri olahraga yang terhubung dengan pariwisata. Penyelenggaraan MotoGP Mandalika disebut menjadi salah satu tonggak strategi transformasi ekonomi nasional, dengan tantangan memastikan dampaknya tidak berhenti pada event, tetapi membentuk rantai usaha, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi di daerah.

Malaysia dapat menjadi benchmark dalam pengukuran sektoral. Departemen Statistik Malaysia (DOSM) melalui Sport Satellite Account mencatat industri olahraga menghasilkan nilai tambah bruto RM24,1 miliar pada 2024, setara sekitar Rp106 triliun berdasarkan kurs 28 Agustus 2026.

Nilai tersebut setara 1,3 persen PDB Malaysia, tumbuh 7,8 persen, dan menyerap 198.400 tenaga kerja.

Pengukuran Malaysia mencakup jasa olahraga, perdagangan, manufaktur produk olahraga, serta konstruksi fasilitas olahraga.

Jasa olahraga menyumbang 41,7 persen nilai tambah industri tersebut.

Indonesia kini membuka pintu investasi untuk menangkap pasar olahraga global US$521 miliar.

Tantangannya bukan sekadar menarik modal, tetapi membangun statistik sektoral yang mampu menunjukkan ukuran, kontribusi, tenaga kerja, dan rantai nilai industri olahraga secara terukur.

Kepastian perizinan menjadi pintu masuk. Kapasitas industri lokal, investasi, sumber daya manusia, dan kemampuan menciptakan bisnis berulang akan menentukan seberapa besar peluang tersebut benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961

13 September 2026 - 05:06 WIB

Potensi Rp8.000 Triliun Industri Olahraga dan Tantangan Monetisasi

11 September 2026 - 21:36 WIB

Persija-Persib Siap Laga di GBK Jakarta Besok

11 September 2026 - 05:30 WIB

Indonesia Bungkam Juara Bertahan di Piala Asia U-20, 3 Kali Pemuncak dan Lolos

6 September 2026 - 22:20 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Berdampak Tanding Sepak Bola, Klub Ubah Rute Pulang Persija dan Persebaya

6 September 2026 - 17:04 WIB

Akurasi Wasit 92 Persen, 3 Elite AFC Jadi Modal Musim Baru Super League 2026/2027

4 September 2026 - 15:22 WIB

Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos

4 September 2026 - 05:09 WIB

Indonesia Target 4 Emas di Asian Games 2026

3 September 2026 - 05:15 WIB

Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein

31 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain

31 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di OLAH RAGA