Menu ✖

Mode Gelap
Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak Diperkuat Anggota DPRD Jawa Barat Prihatin atas Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia

OLAH RAGA

Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya?

badge-check


 Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya? Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah membuka jalan investasi industri olahraga setelah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meneken nota kesepahaman di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kerja sama itu diarahkan pada penyederhanaan perizinan dan pengembangan investasi sektor keolahragaan.

Nilai industri olahraga global yang menjadi acuan pemerintah mencapai sekitar US$521 miliar atau Rp8.000 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Angka tersebut merupakan ukuran pasar global, bukan nilai investasi yang otomatis dapat direalisasikan Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan peluang itu diperbesar oleh pasar sport tourism.

“Sport industry itu kurang lebih nilainya USD521 miliar atau Rp8.000 triliun. Yang pertumbuhan setiap tahunnya itu 8%,” ujar Erick dalam keterangan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jumat (28/8/2026).

Sebagai gambaran skala ekonomi nasional, Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun dengan pertumbuhan 5,11 persen.

Lapangan Usaha Jasa Lainnya tumbuh 9,93 persen, meski mencakup berbagai aktivitas jasa dan tidak dapat disamakan langsung dengan industri olahraga.

Nota kesepahaman mencakup sinergi kebijakan perizinan berbasis risiko, fasilitasi dan pengawasan kepatuhan melalui Online Single Submission (OSS), peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta interoperabilitas data dan informasi perizinan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan industri olahraga memiliki ruang untuk mendorong kegiatan ekonomi lebih luas.

“Industri olahraga memiliki potensi yang sangat besar dan dapat membawa sektor ekonomi ini ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Rosan dalam keterangan resmi BKPM.

Pengembangan ekosistem juga diarahkan ke pasar tenaga kerja. Kemenpora melalui Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menghadirkan Sports Industry Job Fair dan Career Hub untuk peluang kerja di bidang manajemen, pemasaran, event, media, teknologi, bisnis, serta profesi pendukung olahraga.

Bappenas turut mendorong industri olahraga yang terhubung dengan pariwisata. Penyelenggaraan MotoGP Mandalika disebut menjadi salah satu tonggak strategi transformasi ekonomi nasional, dengan tantangan memastikan dampaknya tidak berhenti pada event, tetapi membentuk rantai usaha, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi di daerah.

Malaysia dapat menjadi benchmark dalam pengukuran sektoral. Departemen Statistik Malaysia (DOSM) melalui Sport Satellite Account mencatat industri olahraga menghasilkan nilai tambah bruto RM24,1 miliar pada 2024, setara sekitar Rp106 triliun berdasarkan kurs 28 Agustus 2026.

Nilai tersebut setara 1,3 persen PDB Malaysia, tumbuh 7,8 persen, dan menyerap 198.400 tenaga kerja.

Pengukuran Malaysia mencakup jasa olahraga, perdagangan, manufaktur produk olahraga, serta konstruksi fasilitas olahraga.

Jasa olahraga menyumbang 41,7 persen nilai tambah industri tersebut.

Indonesia kini membuka pintu investasi untuk menangkap pasar olahraga global US$521 miliar.

Tantangannya bukan sekadar menarik modal, tetapi membangun statistik sektoral yang mampu menunjukkan ukuran, kontribusi, tenaga kerja, dan rantai nilai industri olahraga secara terukur.

Kepastian perizinan menjadi pintu masuk. Kapasitas industri lokal, investasi, sumber daya manusia, dan kemampuan menciptakan bisnis berulang akan menentukan seberapa besar peluang tersebut benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat

18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Pimpin PABERSI Sulteng, Farid Podungge Bidik Prestasi Atlet di PON 2028

17 Oktober 2026 - 20:13 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Suasana Tegang Menyelimuti Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Presiden Siapkan Bonus Ekstra

6 Oktober 2026 - 07:54 WIB

AFC Dorong Asian Nations League, Beban Biaya Perjalanan jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

2 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Indonesia-Malaysia Imbang 0-0 di Laga Kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

29 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di OLAH RAGA