Menu

Mode Gelap
60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DCTP 2026 Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027 KAI Services Hadir di Mini Soccer U-17, Dorong Generasi Muda Tumbuh Lewat Olahraga Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos ACC Kembangkan Desa Sejahtera Astra Cibunian di Bogor Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

OLAH RAGA

Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos

badge-check


 Pemain Timnas U20 Indonesia, Welber Jardim (12/putih), beraksi saat menghadapi Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Kamis (3/9/2026). (Ist:TimnasIndonesia/PSSI/Kita Garuda) Perbesar

Pemain Timnas U20 Indonesia, Welber Jardim (12/putih), beraksi saat menghadapi Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Kamis (3/9/2026). (Ist:TimnasIndonesia/PSSI/Kita Garuda)

Wartatrans.com, JAKARTA – Timnas Indonesia U-20 memuncaki Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos, Kamis (3/9/2026).

Indonesia mengoleksi empat poin, sama dengan Australia, tetapi unggul selisih gol, +3 berbanding +2.

Indonesia membuka kualifikasi dengan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada Senin (31/8/2026). Pada laga lainnya, Australia menang 2-0 atas Laos.

Pada pertandingan kedua, Indonesia meraih kemenangan pertamanya dengan mengalahkan Laos 3-0. Di laga lain, Malaysia menahan Australia 2-2, membuat Indonesia dan Australia sama-sama mengoleksi empat poin, sedangkan Malaysia dua poin dan Laos belum mendapatkan poin.

Posisi tersebut melanjutkan catatan dua kualifikasi terakhir. Pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2023, Indonesia menjadi juara Grup F setelah menyapu bersih tiga pertandingan.

Pada Kualifikasi 2025, Indonesia kembali memuncaki grup dan mengamankan tiket ke putaran final.

Namun, posisi juara grup kembali penting karena format Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 memberikan delapan tiket kepada juara grup dan tujuh tiket kepada runner-up terbaik.

Perubahan komposisi peserta membuat perhitungan runner-up tidak sekadar melihat total poin di klasemen masing-masing grup.

Karena jumlah tim dalam grup tidak seluruhnya sama, hasil melawan tim yang finis di posisi terbawah dapat dikeluarkan dari perbandingan runner-up terbaik.

Ketentuan itu membuat posisi akhir Laos menjadi penting bagi Indonesia. Jika Laos finis di peringkat keempat Grup H, maka kemenangan 3-0 Indonesia atas Laos, tidak akan dihitung dalam komparasi Indonesia, dengan runner-up dari grup lain.

Dengan demikian, empat poin Indonesia di klasemen Grup H, tidak serta-merta menjadi empat poin dalam perhitungan runner-up terbaik apabila skuad anak asuh Nova Arianto gagal menjadi juara grup.

Posisi Laos dan hasil pertandingan terakhir akan ikut menentukan skenario tersebut.

Menurut pengamat sepakbola nasional, Gita Suwondo Sabtu (29/8/2026), kekuatan Indonesia dan Australia relatif berimbang.

Ia memperkirakan pertandingan kedua tim pada laga terakhir akan menjadi penentu juara Grup H.

“Jadi kurang lebih kekuatannya sama dan siapa yang akan juara grup rasa-rasanya penentuannya akan menjadi laga terakhir melawan Australia,” kata Gita.

Sementara Kusnaeni, sebelumnya juga menekankan, pentingnya mengejar posisi juara grup atau setidaknya runner-up terbaik.

“Jangan dulu berpikir tentang Australia. Kita akan lebih dulu berhadapan dengan Malaysia. Ini adalah pertandingan yang wajib kita menangkan kalau kita mau berpikir lolos dari fase grup sebagai juara atau minimal sebagai runner-up terbaik,” kata Kusnaeni, Senin (31/8/2026).

Kini, Indonesia menghadapi Australia pada laga terakhir Grup H, Ahad (6/9/2026). Pada hari yang sama, Malaysia bertemu Laos.

Kemenangan atas Australia akan membawa Indonesia mengoleksi tujuh poin sekaligus memastikan posisi juara grup. Jika bermain imbang, Indonesia dan Australia sama-sama mengoleksi lima poin dan penentuan posisi akan mengikuti aturan pemeringkatan AFC.

Sebaliknya, kekalahan membuat Australia mengoleksi tujuh poin, sementara Indonesia bertahan dengan empat poin. Indonesia kemudian harus bersaing dalam perhitungan tujuh runner-up terbaik.

Laga Australia karena itu bukan sekadar perebutan posisi pertama Grup H. Pertandingan tersebut menentukan apakah Indonesia melanjutkan catatan lolos sebagai juara grup dalam dua kualifikasi terakhir, atau harus bergantung pada perhitungan runner-up terbaik. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Indonesia Target 4 Emas di Asian Games 2026

3 September 2026 - 05:15 WIB

Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya?

31 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein

31 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain

31 Agustus 2026 - 09:03 WIB

adidas Kembali, 4 Klub Jadi Pijakan Baru di BRI Super League 2026/2027

30 Agustus 2026 - 06:40 WIB

League Cup 2026 Tambah Laga, Kompetisi Indonesia Hadapi Tantangan Kalender dan Geografi

29 Agustus 2026 - 08:21 WIB

I.League Berlakukan 3.000 Menit Bermain Jadi Insentif Finansial Bagi Pesepakbola Muda

27 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Liga 2 Jadi PT LUI, Bidik Bisnis dari 875 Ribu Penonton

25 Agustus 2026 - 05:55 WIB

Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari

24 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Mantap, Bank Berebut Ekosistem Suporter di Kompetisi Super League 2026/2027

23 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Trending di OLAH RAGA