Wartatrans.com, JAKARTA – Timnas Indonesia U-20 memuncaki Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos, Kamis (3/9/2026).
Indonesia mengoleksi empat poin, sama dengan Australia, tetapi unggul selisih gol, +3 berbanding +2.

Indonesia membuka kualifikasi dengan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada Senin (31/8/2026). Pada laga lainnya, Australia menang 2-0 atas Laos.
Pada pertandingan kedua, Indonesia meraih kemenangan pertamanya dengan mengalahkan Laos 3-0. Di laga lain, Malaysia menahan Australia 2-2, membuat Indonesia dan Australia sama-sama mengoleksi empat poin, sedangkan Malaysia dua poin dan Laos belum mendapatkan poin.
Posisi tersebut melanjutkan catatan dua kualifikasi terakhir. Pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2023, Indonesia menjadi juara Grup F setelah menyapu bersih tiga pertandingan.
Pada Kualifikasi 2025, Indonesia kembali memuncaki grup dan mengamankan tiket ke putaran final.
Namun, posisi juara grup kembali penting karena format Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 memberikan delapan tiket kepada juara grup dan tujuh tiket kepada runner-up terbaik.
Perubahan komposisi peserta membuat perhitungan runner-up tidak sekadar melihat total poin di klasemen masing-masing grup.
Karena jumlah tim dalam grup tidak seluruhnya sama, hasil melawan tim yang finis di posisi terbawah dapat dikeluarkan dari perbandingan runner-up terbaik.
Ketentuan itu membuat posisi akhir Laos menjadi penting bagi Indonesia. Jika Laos finis di peringkat keempat Grup H, maka kemenangan 3-0 Indonesia atas Laos, tidak akan dihitung dalam komparasi Indonesia, dengan runner-up dari grup lain.
Dengan demikian, empat poin Indonesia di klasemen Grup H, tidak serta-merta menjadi empat poin dalam perhitungan runner-up terbaik apabila skuad anak asuh Nova Arianto gagal menjadi juara grup.
Posisi Laos dan hasil pertandingan terakhir akan ikut menentukan skenario tersebut.
Menurut pengamat sepakbola nasional, Gita Suwondo Sabtu (29/8/2026), kekuatan Indonesia dan Australia relatif berimbang.
Ia memperkirakan pertandingan kedua tim pada laga terakhir akan menjadi penentu juara Grup H.
“Jadi kurang lebih kekuatannya sama dan siapa yang akan juara grup rasa-rasanya penentuannya akan menjadi laga terakhir melawan Australia,” kata Gita.
Sementara Kusnaeni, sebelumnya juga menekankan, pentingnya mengejar posisi juara grup atau setidaknya runner-up terbaik.
“Jangan dulu berpikir tentang Australia. Kita akan lebih dulu berhadapan dengan Malaysia. Ini adalah pertandingan yang wajib kita menangkan kalau kita mau berpikir lolos dari fase grup sebagai juara atau minimal sebagai runner-up terbaik,” kata Kusnaeni, Senin (31/8/2026).
Kini, Indonesia menghadapi Australia pada laga terakhir Grup H, Ahad (6/9/2026). Pada hari yang sama, Malaysia bertemu Laos.
Kemenangan atas Australia akan membawa Indonesia mengoleksi tujuh poin sekaligus memastikan posisi juara grup. Jika bermain imbang, Indonesia dan Australia sama-sama mengoleksi lima poin dan penentuan posisi akan mengikuti aturan pemeringkatan AFC.
Sebaliknya, kekalahan membuat Australia mengoleksi tujuh poin, sementara Indonesia bertahan dengan empat poin. Indonesia kemudian harus bersaing dalam perhitungan tujuh runner-up terbaik.
Laga Australia karena itu bukan sekadar perebutan posisi pertama Grup H. Pertandingan tersebut menentukan apakah Indonesia melanjutkan catatan lolos sebagai juara grup dalam dua kualifikasi terakhir, atau harus bergantung pada perhitungan runner-up terbaik. (Artha Tidar)
































