Menu

Mode Gelap
60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DCTP 2026 Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027 KAI Services Hadir di Mini Soccer U-17, Dorong Generasi Muda Tumbuh Lewat Olahraga Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos ACC Kembangkan Desa Sejahtera Astra Cibunian di Bogor Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

SUMBER DAYA

60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DCTP 2026

badge-check


 60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DCTP 2026 Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) kembali memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penerbangan global, melalui penyelenggaraan Indonesia-ICAO Developing Countries Training Programme (DCTP) 2026.

Program ini, diikuti 60 profesional penerbangan dari 24 negara anggota International Civil Aviation Organization (ICAO).

Penyelenggaraan Indonesia-ICAO DCTP 2026 merupakan tahun keenam keterlibatan aktif Indonesia dalam program pengembangan kapasitas global ICAO.

Kegiatan yang digelar sejak 31 Agustus s.d 4 September 2026 ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi profesional penerbangan sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang keselamatan dan pengembangan SDM penerbangan.

Kepala PPSDMPU, M. Abrar Tuntalanai mengungkapkan, melalui program ini Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif pengembangan kapasitas global ICAO melalui penyelenggaraan program pelatihan berkualitas dan kerja sama internasional.

“Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi tenaga pelatihan dan profesional keselamatan penerbangan sekaligus mendorong penerapan ICAO Standards and Recommended Practices (SARPs). DCTP 2026 juga sejalan dengan semangat ICAO melalui inisiatif “No Country Left Behind”, yang mendorong kesetaraan kesempatan bagi negara-negara anggota untuk meningkatkan kapasitas penerbangannya melalui pelatihan berkualitas dan kolaborasi internasional,” urainya.

Indonesia-ICAO DCTP 2026 diselenggarakan oleh PPSDMPU melalui Politeknik Penerbangan Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).

Program tersebut merupakan salah satu upaya Indonesia dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan penguatan kapasitas dengan negara-negara berkembang.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara Noviyanti, menyampaikan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan di organisasi masing-masing dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan penerbangan secara berkelanjutan.

“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan kompetensi yang relevan bagi peserta, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta memperkuat kerja sama antarprofesional penerbangan dari berbagai negara,” ujarnya.

Indonesia-ICAO DCTP 2026 mencakup empat program pelatihan, yaitu Development TPM for an ATO, Training Managers Course, Training Instructor Course, dan Ramp Safety Awareness.

Tiga program pertama dilaksanakan selama lima hari, sedangkan Ramp Safety Awareness berlangsung selama tiga hari.

Para peserta berasal dari 24 negara antara lain Angola, Bangladesh, Burkina Faso, Ethiopia, Ghana, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Kenya, Liberia, Madagaskar, Malaysia, Namibia, Nigeria, Filipina, Rwanda, Sri Lanka, Sudan Selatan, Tanzania, Timor-Leste, Togo, Türkiye, Ukraina, dan Vietnam.

Seluruh pelatihan dilaksanakan secara tatap muka berbasis kelas dengan pendekatan yang mendorong interaksi langsung antara instruktur dan peserta. Kegiatan diisi dengan diskusi, pembahasan kasus, pertukaran pengalaman, serta berbagi praktik terbaik di bidang penerbangan.

Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Suharto, di tempat terpisah mengungkapkan, kolaborasi yang dilakukan antara Kemenhub dan Kemsetneg dalam pemberian bantuan pelatihan untuk negara-negara berkembang dapat memperkuat kerja sama internasional dan memberikan manfaat bagi Indonesia dan negara mitra.

“Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Sekretariat Negara dalam penyelenggaraan Indonesia-ICAO DCTP 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan kapasitas SDM di negara-negara berkembang pada sektor transportasi, khususnya penerbangan. Diharapkan kedepannya kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat untuk Indonesia dan negara lain.” tegas Suharto.

Melalui Indonesia-ICAO DCTP 2026, Indonesia terus memperkuat perannya dalam pengembangan kapasitas SDM penerbangan global. Kolaborasi Indonesia, ICAO, dan negara-negara peserta diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi profesional penerbangan serta memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan penerbangan sipil yang aman, efisien, dan berkelanjutan. (omy)

 

Baca Lainnya

ACC Kembangkan Desa Sejahtera Astra Cibunian di Bogor

3 September 2026 - 23:52 WIB

Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

3 September 2026 - 22:12 WIB

Tuna Sulawesi Tengah Makin Dilirik Pasar Global, Ekspor Tembus Puluhan Ton

3 September 2026 - 20:56 WIB

Satu Langkah Lebih Mudah untuk Perjalanan, Ada Cashback SPayLater di DAMRI Apps

3 September 2026 - 19:35 WIB

631 Sopir Truk Ikuti Pelatihan Keselamatan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Budaya Keselamatan

3 September 2026 - 19:28 WIB

KAI Buka Rekrutmen 2026, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

3 September 2026 - 16:11 WIB

Guru MIN 53 Bireuen Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan terhadap Siswi Kelas IV

2 September 2026 - 19:43 WIB

Balai Pengajian Babul Ilmi di Asir-Asir Asia Butuh Uluran Tangan, 80 Santri Belajar di Tengah Keterbatasan

2 September 2026 - 19:33 WIB

Kemenhub Perkuat Personel Penegakan Hukum di Laut

2 September 2026 - 15:54 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

Trending di ANJUNGAN