Menu ✖

Mode Gelap
Walikota Semarang Sikapi Protes Padat dan Ribetnya Kegiatan PKK  Polri, BNN, dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara di Aceh dan Sumut KAI Tata Akses Karet-Sudirman Baru, Fasilitas Pendukung Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ibas Dorong Penguatan Tata Kelola Museum dan Galeri Seni Indonesia HUT Ke-4 MentariTV Hadirkan Pesta Carnival, Keluarga Leslar hingga Bintang D’Academy 7 Siap Meriahkan Panggung Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

JALUR

Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027

badge-check


 Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA  – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu mulai beroperasi pada Juni 2027.

Tantangannya bukan sekadar menambah pengelolaan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, tetapi membangun sistem yang mengatur operator, keselamatan, pelabuhan, tarif, hingga integrasi antarmoda.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan,proses transisi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026), ia mengatakan Transjakarta telah mengunjungi Pulau Pari, Pramuka, Panggang, Kelapa, dan Harapan untuk menghimpun kebutuhan layanan.

“Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator,” kata Welfizon.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut, armada resmi saat ini baru mampu melayani sekitar 21 persen kebutuhan.

Sebagian besar pergerakan masih mengandalkan kapal tradisional dengan standar kenyamanan dan keselamatan yang belum seragam.

“Ke depan, Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi sistem transportasinya saat ini masih berorientasi sebagai angkutan dasar masyarakat,” ujarnya.

Persoalan pembiayaan juga besar. Menurut Welfizon, pendapatan tiket layanan yang berjalan saat ini hanya mampu menutup sekitar 15 persen biaya yang dialokasikan melalui APBD.

“Selama tarifnya diatur untuk terjangkau oleh publik pasti tidak bisa tanpa PSO,” ucapnya. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

IPCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

24 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

23 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Portlink III Disiapkan ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

23 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Pelindo Dukung Penanganan Bencana Melalui Fasilitasi Pengiriman Kontainer Pelayanan Kesehatan di NTT

23 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Perkuat Sinergi dengan Mitra, Pelindo Regional 2 Pulihkan Keuangan Negara Rp170 Miliar

23 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Seluruh Pihak yang Telah Bantu Evakuasi Penumpang KMP Batumandi

23 Oktober 2026 - 14:43 WIB

CSR Bank BJB Biayai 3 Halte Transjakarta di Jatiasih

23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat

23 Oktober 2026 - 05:24 WIB

DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan

23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Pangkalan PLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batumandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Trending di ANJUNGAN