Menu

Mode Gelap
60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DCTP 2026 Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027 KAI Services Hadir di Mini Soccer U-17, Dorong Generasi Muda Tumbuh Lewat Olahraga Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos ACC Kembangkan Desa Sejahtera Astra Cibunian di Bogor Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

JALUR

Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027

badge-check


 Transjakarta Target Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA  – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu mulai beroperasi pada Juni 2027.

Tantangannya bukan sekadar menambah pengelolaan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, tetapi membangun sistem yang mengatur operator, keselamatan, pelabuhan, tarif, hingga integrasi antarmoda.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan,proses transisi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026), ia mengatakan Transjakarta telah mengunjungi Pulau Pari, Pramuka, Panggang, Kelapa, dan Harapan untuk menghimpun kebutuhan layanan.

“Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator,” kata Welfizon.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut, armada resmi saat ini baru mampu melayani sekitar 21 persen kebutuhan.

Sebagian besar pergerakan masih mengandalkan kapal tradisional dengan standar kenyamanan dan keselamatan yang belum seragam.

“Ke depan, Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi sistem transportasinya saat ini masih berorientasi sebagai angkutan dasar masyarakat,” ujarnya.

Persoalan pembiayaan juga besar. Menurut Welfizon, pendapatan tiket layanan yang berjalan saat ini hanya mampu menutup sekitar 15 persen biaya yang dialokasikan melalui APBD.

“Selama tarifnya diatur untuk terjangkau oleh publik pasti tidak bisa tanpa PSO,” ucapnya. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

3 September 2026 - 22:12 WIB

Satu Langkah Lebih Mudah untuk Perjalanan, Ada Cashback SPayLater di DAMRI Apps

3 September 2026 - 19:35 WIB

631 Sopir Truk Ikuti Pelatihan Keselamatan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Budaya Keselamatan

3 September 2026 - 19:28 WIB

Pengamat: Pecah Ban Pesawat Dapat Dipengaruhi Risiko Eksternal

3 September 2026 - 15:04 WIB

Insiden Pecah Ban Pesawat Garuda di Bandara Makassar, Kemenhub Pastikan Penanganan Berjalan Sesuai Prosedur

3 September 2026 - 13:01 WIB

Kompetensi Marine Inspector Ditingkatkan

3 September 2026 - 09:49 WIB

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

3 September 2026 - 05:30 WIB

Kemenhub Kampanye Keselamatan Kebakaran Kapal Penumpang dan Ro-Ro

2 September 2026 - 20:29 WIB

Percepat Urai Kepadatan, ASDP Maksimalkan Operasional Kapal di Pelabuhan Ketapang

2 September 2026 - 17:14 WIB

LCT Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, 13 Awak Kapal Berhasil Dievakuasi

2 September 2026 - 16:14 WIB

Trending di ANJUNGAN