Wartatrans.com, JAKARTA – Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026.
Selanjutnya, EMTEK Media tidak hanya menyiapkan distribusi siaran, tetapi juga memproduksi pertandingan yang berlangsung di Indonesia dengan standar FIFA dan dukungan 13 kamera.

Direktur Utama EMTEK Media Sutanto Hartono mengatakan, pihaknya memproduksi sendiri seluruh pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Indonesia.
“Kita produksi sendiri semua pertandingan yang ada di Indonesia,” kata Sutanto dalam pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Untuk pertandingan Timnas Indonesia, seluruh laga akan tersedia dalam format 4K melalui Vidio. Sebelumnya, Vidio juga telah menghadirkan layanan 4K untuk Premier League mulai musim ini.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen yang berlangsung 24 September-5 Oktober 2026.
Sebanyak 14 negara ambil bagian dalam dua divisi. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division, sementara Challenge Division digelar di Hong Kong.
Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Tiga pertandingan grup Timnas dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 September, 28 September, dan 1 Oktober.
Produksi menggunakan 13 kamera menunjukkan EMTEK tidak hanya berperan sebagai pemegang hak siar.
Sebanyak 14 pertandingan Premier Division yang berlangsung di Indonesia diproduksi dari Indonesia untuk kemudian didistribusikan ke negara lain.
Penerapan 4K tersebut berlangsung ketika teknologi UHD sudah berkembang di pasar olahraga ASEAN.
Astro Malaysia, misalnya, telah menawarkan tayangan olahraga 4K UHD, termasuk Premier League.
Artinya, 4K bukan lagi teknologi baru di kawasan, tetapi bagian dari perkembangan layanan sports broadcasting premium.
Bagi Vidio, 4K menjadi salah satu diferensiasi layanan streaming olahraga. Namun, kualitas yang diterima penonton tidak hanya bergantung pada kamera dan perangkat produksi.
Kapasitas jaringan, distribusi konten, dan infrastruktur digital turut menentukan pengalaman menonton 4K.
Dari sisi biaya, EMTEK belum mengungkap investasi khusus produksi 4K.
Sebagai benchmark, penyedia produksi olahraga Eropa menawarkan paket produksi 4K mulai EUR3.700 per hari, atau sekitar Rp72 juta dengan asumsi kurs Rp19.500 per euro.
“Angka tersebut merupakan benchmark, bukan biaya aktual EMTEK,” kata Sutanto.
Untuk produksi multi-camera dengan kebutuhan lebih lengkap, full production secara indikatif dapat berada di kisaran Rp200 juta-Rp300 juta per pertandingan.
Dengan titik tengah Rp250 juta, 14 pertandingan setara sekitar Rp3,5 miliar.
Sementara tambahan untuk menaikkan produksi HD menjadi 4K dapat digunakan sebagai benchmark sekitar Rp50 juta-Rp100 juta per pertandingan, atau Rp700 juta-Rp1,4 miliar untuk 14 laga.
“Angka tersebut tetap merupakan estimasi. Biaya aktual bergantung pada perangkat, workflow, kru, transmisi, dan infrastruktur yang sudah dimiliki,” ujarnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan EMTEK menunjukkan kapasitas produksi olahraga dari Indonesia.
Bagi Vidio, tantangannya bukan hanya menghadirkan gambar 4K, tetapi mengubah kualitas produksi tersebut menjadi pengalaman streaming premium yang dapat diterima optimal oleh penonton. (Artha Tidar)
































