Wartatrans.com, BOGOR — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menggelar kegiatan Pendidikan Politik di Aula Lantai 3 Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bogor, Minggu, 13 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan politik, kapasitas, dan pemahaman kader mengenai peran strategis partai politik dalam kehidupan demokrasi, sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

Pendidikan politik tidak hanya diarahkan pada pemahaman mengenai proses, sistem, dan dinamika politik. Lebih dari itu, kader didorong untuk memahami bahwa aktivitas politik memiliki tanggung jawab sosial yang besar, terutama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk semakin peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Kader diharapkan mampu hadir, mendengarkan aspirasi warga, memahami kebutuhan di lingkungannya, serta ikut membangun komunikasi yang dapat mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Salah satu pesan penting dalam pendidikan politik tersebut adalah menempatkan politik sebagai sarana pengabdian. Politik tidak semestinya hanya dipahami dalam konteks kontestasi dan agenda elektoral, melainkan juga sebagai instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
Karena itu, peningkatan kapasitas politik perlu berjalan beriringan dengan penguatan integritas, kepedulian sosial, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berkomunikasi secara santun dan konstruktif dengan berbagai lapisan masyarakat.
Kader juga dituntut untuk terus meningkatkan literasi politik dan demokrasi agar mampu memahami perkembangan sosial yang semakin dinamis. Kemampuan tersebut penting agar gagasan, program, maupun aspirasi politik dapat disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami dan tetap mengedepankan etika serta semangat persatuan.

Pendidikan politik yang dilaksanakan secara berkelanjutan juga menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Kegiatan pendidikan politik, peningkatan kapasitas, hingga bimbingan teknis menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi kader dalam menjalankan fungsi politik sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Bagi anggota legislatif, pendidikan politik memiliki keterkaitan erat dengan fungsi representasi. Anggota DPRD membawa tanggung jawab untuk mendengarkan suara masyarakat, menyerap dan memperjuangkan aspirasi, serta mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Dalam proses tersebut, kader memiliki posisi penting sebagai bagian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran kader di lingkungan masing-masing diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat maupun institusi politik.
Kedekatan dengan masyarakat menjadi penting agar proses politik tidak berhenti pada agenda lima tahunan. Politik harus mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap persoalan sosial, pelayanan, pemberdayaan, serta upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan Pendidikan Politik tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, kebersamaan, dan komitmen kader dalam menjalankan aktivitas politik yang berintegritas, demokratis, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Di tengah perkembangan demokrasi dan derasnya arus informasi, kader juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi politik masyarakat. Pendidikan politik yang baik diperlukan agar masyarakat semakin kritis, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta dapat berpartisipasi secara sehat dalam proses demokrasi.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya memahami politik secara organisatoris, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.
Kegiatan di Kantor DPD PKS Kabupaten Bogor tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun politik yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan penguatan kapasitas kader dan literasi demokrasi, politik diharapkan benar-benar menjadi jalan pengabdian dalam memperjuangkan aspirasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Jawa Barat.*** (Dull)


























