Menu

Mode Gelap
Laut Banten Surut dan Kekhawatiran Risiko Tsunami Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup Alumni Menwa Universitas Pancasila Konsolidasi, Dorong Pembentukan Menwa Generasi Baru H. Fikri Gelar Pendidikan Politik, Dorong Kader Perkuat Literasi Demokrasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Sebulan Uji Coba ETLE Hub Menuju Zero ODOL, Kemenhub: 72.236 Kendaraan Angkutan Barang Terdeteksi Melanggar Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Tambah 1 Orang

MEGAPOLITAN

Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup

badge-check


 Perlintasan sebidang di Pasar Minggu Perbesar

Perlintasan sebidang di Pasar Minggu

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan sejajar rel di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung 2027.

Setelah jalan pengganti tersedia, perlintasan sebidang di Simpang Volvo akan ditutup untuk menghilangkan pertemuan langsung antara kendaraan dan kereta api.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembebasan lahan proyek telah mencapai 70 persen.

Sebanyak 30 persen sisanya ditargetkan selesai pada 2026 sehingga pembangunan fisik dapat dituntaskan pada 2027.

“Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Kakanwil Lutfi, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” kata Pramono saat meninjau proyek tersebut, Senin (14/9/2026).

Dia menyebut, proyek sepanjang 1,77 kilometer itu telah direncanakan sejak 2013.

Jalan dengan lebar 18 hingga 23 meter tersebut diharapkan mengurangi kepadatan di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan bahwa jalan tersebut juga disiapkan untuk menggantikan akses di Simpang Volvo.

“Setelah jalan ini jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan,” kata Heru.

Pada tahap kedua, proyek membutuhkan pembebasan 118 bidang dengan luas 13.890 meter persegi.

Tahap pertama proyek sebelumnya telah membebaskan lahan dan membangun sebagian ruas jalan.

Secara nasional, KAI menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang.

Hingga 25 Agustus 2026, sebanyak 145 titik telah direalisasikan atau mencapai 77,37 persen.

Persoalan keselamatan perlintasan sebidang juga mendapat perhatian Ombudsman setelah kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada April 2026.

Ombudsman menilai kasus tersebut menunjukkan perlunya pembenahan tata kelola keselamatan perlintasan sebidang.

Proyek Pasar Minggu menunjukkan bahwa penutupan perlintasan sebidang disertai penyediaan akses pengganti.

Bila sesuai target, jalan sejajar rel tersebut akan menjadi akses baru sekaligus memisahkan arus kendaraan dari perjalanan kereta api di Simpang Volvo. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Sebulan Uji Coba ETLE Hub Menuju Zero ODOL, Kemenhub: 72.236 Kendaraan Angkutan Barang Terdeteksi Melanggar

14 September 2026 - 13:52 WIB

Jelang 500 Tahun Jakarta, 848 Rumah Ungkap Potret Tantangan Hunian Layak

14 September 2026 - 07:01 WIB

Jasa Marga Kembangkan Ekosistem di Jalan Tol, Capex 2026 Rp12 Triliun

13 September 2026 - 18:24 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

12 September 2026 - 15:43 WIB

Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM

12 September 2026 - 08:30 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

11 September 2026 - 21:25 WIB

Perkuat Konektivitas, DAMRI Hubungkan BIJB Kertajati dengan Bandung dan Indramayu

11 September 2026 - 18:18 WIB

Trending di EKOBIS