Menu

Mode Gelap
Laut Banten Surut dan Kekhawatiran Risiko Tsunami Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup Alumni Menwa Universitas Pancasila Konsolidasi, Dorong Pembentukan Menwa Generasi Baru H. Fikri Gelar Pendidikan Politik, Dorong Kader Perkuat Literasi Demokrasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Sebulan Uji Coba ETLE Hub Menuju Zero ODOL, Kemenhub: 72.236 Kendaraan Angkutan Barang Terdeteksi Melanggar Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Tambah 1 Orang

PERISTIWA

Laut Banten Surut dan Kekhawatiran Risiko Tsunami

badge-check


 Laut surut di Banten pekan lalu Perbesar

Laut surut di Banten pekan lalu

Wartatrans.com, JAKARTA – Video air laut surut di wilayah Banten yang beredar di media sosial memunculkan kekhawatiran akan tsunami setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, fenomena yang terlihat pada 6 September 2026 tersebut tidak menunjukkan hubungan langsung dengan aktivitas erupsi gunung api itu.

Surveyor Pemetaan Ahli Madya Badan Geologi Kementerian ESDM Athanasius Cipta mengatakan, rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 hingga 6 September telah berakhir sebelum video kondisi laut tersebut beredar.

“Artinya, bisa disimpulkan bahwa surut laut pada 6 September 2026 itu tidak ada kaitan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau,” jelas Athanasius.

Kekhawatiran terhadap tsunami tetap perlu dibedakan dari sekadar perubahan muka air laut. Dalam pemantauan BMKG, tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada kejadian tsunami di wilayah tersebut.

Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II BMKG Hartanto mengatakan, hasil pemantauan tsunami tidak menunjukkan anomali yang mendukung dugaan tersebut.

“Jadi, unggahan tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai rekaman kondisi lokal, bukan bukti tsunami Anak Krakatau,” ujar Hartanto, Senin (7/9/2026).

Data muka air laut dan pola arus juga menjadi bagian penting untuk melihat apakah perubahan di pesisir berkaitan dengan proses yang lebih besar.

“Tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan secara signifikan yang mengindikasikan akan terjadinya tsunami,” kata Ardhasena, Selasa (8/9/2026).

Namun, tidak adanya indikasi tsunami pada peristiwa tersebut bukan berarti risiko kebencanaan di kawasan Anak Krakatau dapat diabaikan.

Iktri Madrinovella, Sekretaris Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina yang fokus pada seismologi kegempaan dan mitigasi bencana alam, menilai pemantauan harus melihat sejumlah parameter secara bersamaan.

“Potensi erupsi lanjutan, aliran lava, hingga bahaya tsunami tetap perlu diwaspadai,” ujar Iktri.

Pengalaman tsunami Selat Sunda 2018 juga menunjukkan bahwa erupsi dan tsunami tidak selalu memiliki hubungan langsung.

Pakar tata kelola bencana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rahmawati Husein menjelaskan mekanisme berbeda yang terjadi saat itu.

“Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak selalu berarti akan terjadi tsunami. Tsunami pada 2018 dipicu oleh longsoran sebagian tubuh gunung ke laut,” ungkap Rahmawati, Jumat (11/9/2026).

Karena itu, video perubahan kondisi laut tidak cukup dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya tsunami.

Masyarakat perlu mengacu pada hasil pemantauan resmi dan segera menjauh dari pantai apabila terdapat peringatan tsunami atau tanda bahaya yang disampaikan otoritas. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, 1 Anak Meninggal dan 13 Warga Luka

14 September 2026 - 07:26 WIB

Mentan Amran Copot Manajer Pupuk Banggai: Petani Jangan Dipersulit

13 September 2026 - 23:42 WIB

Belum Genap Setahun Pasca-Tragedi 2025, Longsor Silih Nara Tewaskan Anak 9 Tahun: Desakan Mendesak Intervensi Sistemik dari Pemerintah Pusat

13 September 2026 - 22:35 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8 jadi Prioritas

13 September 2026 - 20:23 WIB

Cegah Gratifikasi, Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas di Lingkungan Perusahaan

13 September 2026 - 20:02 WIB

Angkut 243 Penumpang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Jawa

13 September 2026 - 13:23 WIB

Kapal feri Virgo Transport 8 (ist/bs)

FIFGROUP Bersama Astra Financial Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat Lewat SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

13 September 2026 - 10:31 WIB

Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM

12 September 2026 - 08:30 WIB

Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Getaran Dirasakan di Jakarta hingga Jawa Tengah

12 September 2026 - 07:25 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Trending di PERISTIWA