Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

ANJUNGAN

Strategi Urai Kepadatan dan Perkuat Layanan Ketapang-Gilimanuk jadi Bahasan Menarik

badge-check


 Corces ASDP Windy Andale Perbesar

Corces ASDP Windy Andale

Wartatrans.com, JAKARTA – Membahas strategi penanganan kepadatan di Lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Forum Wartawan Perhubungan menggelar Media Brief Discussion di Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, Plt. Direktur KPLP Triono, serta Corporate Secretary ASDP Windy Andale.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa penanganan kepadatan di Ketapang-Gilimanuk perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memerhatikan keseimbangan antara pertumbuhan permintaan dan kapasitas efektif yang tersedia.

“Kepadatan di Ketapang-Gilimanuk tidak dapat dilihat hanya dari sisi jumlah kendaraan maupun kapal. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kapasitas efektif layanan, khususnya untuk kendaraan logistik. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari stabilisasi operasional hingga penguatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas pendukung,” urai Heru.

Melalui kegiatan tesebut, ASDP memaparkan kondisi aktual Lintas Ketapang-Gilimanuk serta berbagai faktor yang memengaruhi ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas layanan.

Pembahasan secara khusus menyoroti tekanan pada pelayanan kendaraan logistik yang menjadi salah satu volume dominan pada periode kepadatan.

Berdasarkan data periode 30 Agustus–5 September 2026, tercatat sebanyak 43.327 kendaraan melintas di Lintas Ketapang-Gilimanuk, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, sebanyak 176 kapal beroperasi dengan 1.210 trip, masing-masing mengalami penurunan 11% dan 21% secara tahunan.

Dalam situasi tersebut, terdapat juga faktor lainnya yang memperbesar ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas.

Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh menurunnya kapasitas lintasan alternatif, terbatasnya fleksibilitas kendaraan logistik, belum dapat digunakannya Dermaga Bulusan, serta keterbatasan kapasitas dermaga yang saat ini masih dalam tahap peningkatan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan, saat ini perusahaan terus menyiapkan langkah untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat kesiapan lintasan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik, terutama pada periode Nataru 2026/2027.

“Adapun yang kami lakukan bukan hanya mengurai antrean ketika kepadatan terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi yang lebih fundamental agar lintasan memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang semakin baik dalam menghadapi pertumbuhan permintaan ke depan,” jelas Windy.

Untuk jangka pendek, ASDP menyiapkan langkah stabilisasi melalui pengendalian arus dan penguatan kapasitas di Lintas Ketapang-Gilimanuk.

Sementara dalam jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, berkoordinasi untuk pengembangan buffer area, penyiapan akses pendukung, serta penambahan armada untuk mendukung operasi di Lintas Ketapang-Gilimanuk dan Tanjung Wangi–Lembar melalui operasional kapal perbantuan.

Dari sisi infrastruktur, ASDP menargetkan peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang dari dermaga ponton menjadi Dermaga MB ditargetkan dapat dioperasikan selambatnya pada periode Angkutan Lebaran 2027.

Dalam diskusi juga dibahas pentingnya dukungan digitalisasi dan keselarasan data dalam mendukung kelancaran proses pelayanan.

Salah satunya melalui penguatan kerja sama antara sistem Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait data manifest, sehingga informasi yang digunakan dalam proses pelayanan dapat semakin selaras.

Triono menyampaikan, integrasi data manifest antara Ferizy dan Inaportnet diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga meminimalisasi perbedaan data antarsistem.

“Kami berharap kerja sama antara Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait data manifest, dapat terjalin dengan baik. Dengan adanya integrasi dan keselarasan data, diharapkan dapat meminimalisasi perbedaan data manifest sehingga informasi yang digunakan dalam proses pelayanan dapat lebih akurat dan konsisten,” ujarnya. (omy)

 

 

Baca Lainnya

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

10 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal

10 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Regional Marpolex 2026: Filipina, Jepang, dan Indonesia Sinergi Penanggulangan Pencemaran Laut

10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-Kemenkeu Integrasikan Data Perizinan Kapal untuk Optimalkan PNBP

10 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Grab Hormati Terbitnya Perpres No 27 Tahun 2026 dan Segera Pelajari Isinya

10 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Bertransaksi

9 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur

9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Trending di ANJUNGAN