Menu ✖

Mode Gelap
Musda I APPSI Aceh Tengah Resmi Bentuk Kepengurusan Periode 2026–2031, Ali Munawardiko. SE, Terpilih Secara Aklamasi MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Lebih 1 Juta Tenaga Kerja Terserap KAI Luncurkan Lima Inovasi Lewat Reactivation Campaign #AyoNaikKereta Jelang Nataru, Jasa Raharja Bersiap Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi 3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru TPK Koja Dukung Generasi Emas melalui Program TJSL di SMA Negeri 8 Yogyakarta

ANJUNGAN

Strategi Urai Kepadatan dan Perkuat Layanan Ketapang-Gilimanuk jadi Bahasan Menarik

badge-check


 Corces ASDP Windy Andale Perbesar

Corces ASDP Windy Andale

Wartatrans.com, JAKARTA – Membahas strategi penanganan kepadatan di Lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Forum Wartawan Perhubungan menggelar Media Brief Discussion di Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, Plt. Direktur KPLP Triono, serta Corporate Secretary ASDP Windy Andale.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa penanganan kepadatan di Ketapang-Gilimanuk perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memerhatikan keseimbangan antara pertumbuhan permintaan dan kapasitas efektif yang tersedia.

“Kepadatan di Ketapang-Gilimanuk tidak dapat dilihat hanya dari sisi jumlah kendaraan maupun kapal. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kapasitas efektif layanan, khususnya untuk kendaraan logistik. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari stabilisasi operasional hingga penguatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas pendukung,” urai Heru.

Melalui kegiatan tesebut, ASDP memaparkan kondisi aktual Lintas Ketapang-Gilimanuk serta berbagai faktor yang memengaruhi ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas layanan.

Pembahasan secara khusus menyoroti tekanan pada pelayanan kendaraan logistik yang menjadi salah satu volume dominan pada periode kepadatan.

Berdasarkan data periode 30 Agustus–5 September 2026, tercatat sebanyak 43.327 kendaraan melintas di Lintas Ketapang-Gilimanuk, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, sebanyak 176 kapal beroperasi dengan 1.210 trip, masing-masing mengalami penurunan 11% dan 21% secara tahunan.

Dalam situasi tersebut, terdapat juga faktor lainnya yang memperbesar ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas.

Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh menurunnya kapasitas lintasan alternatif, terbatasnya fleksibilitas kendaraan logistik, belum dapat digunakannya Dermaga Bulusan, serta keterbatasan kapasitas dermaga yang saat ini masih dalam tahap peningkatan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan, saat ini perusahaan terus menyiapkan langkah untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat kesiapan lintasan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik, terutama pada periode Nataru 2026/2027.

“Adapun yang kami lakukan bukan hanya mengurai antrean ketika kepadatan terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi yang lebih fundamental agar lintasan memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang semakin baik dalam menghadapi pertumbuhan permintaan ke depan,” jelas Windy.

Untuk jangka pendek, ASDP menyiapkan langkah stabilisasi melalui pengendalian arus dan penguatan kapasitas di Lintas Ketapang-Gilimanuk.

Sementara dalam jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, berkoordinasi untuk pengembangan buffer area, penyiapan akses pendukung, serta penambahan armada untuk mendukung operasi di Lintas Ketapang-Gilimanuk dan Tanjung Wangi–Lembar melalui operasional kapal perbantuan.

Dari sisi infrastruktur, ASDP menargetkan peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang dari dermaga ponton menjadi Dermaga MB ditargetkan dapat dioperasikan selambatnya pada periode Angkutan Lebaran 2027.

Dalam diskusi juga dibahas pentingnya dukungan digitalisasi dan keselarasan data dalam mendukung kelancaran proses pelayanan.

Salah satunya melalui penguatan kerja sama antara sistem Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait data manifest, sehingga informasi yang digunakan dalam proses pelayanan dapat semakin selaras.

Triono menyampaikan, integrasi data manifest antara Ferizy dan Inaportnet diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga meminimalisasi perbedaan data antarsistem.

“Kami berharap kerja sama antara Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait data manifest, dapat terjalin dengan baik. Dengan adanya integrasi dan keselarasan data, diharapkan dapat meminimalisasi perbedaan data manifest sehingga informasi yang digunakan dalam proses pelayanan dapat lebih akurat dan konsisten,” ujarnya. (omy)

 

 

Baca Lainnya

Jelang Nataru, Jasa Raharja Bersiap Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi

28 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Fasilitas FL Technics di Bali Resmi Raih Sertifikasi Global EASA Part-145

28 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Komitmen ASDP Hubungkan Nusantara melalui 232 Lintasan Perintis

28 Oktober 2026 - 19:36 WIB

KKP Salurkan 100 Ribu Benih Lele di Bantul, Dorong Ekonomi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 17:00 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Yayasan HAkA Perkuat KUPS Kopi LPHK Nenggeri Linge melalui Training Pengolahan Kopi Pascapanen (Roasting)

28 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Jasa Raharja Perluas Kontribusi Ekosistem Keselamatan Transportasi

28 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gandeng 2 MRO, Pelita Air Sebut Pentingnya Perawatan Pesawat

28 Oktober 2026 - 11:38 WIB

PJM Perkuat Kolaborasi dan Keselamatan Kerja melalui Program SAIL di Kalimantan

28 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Anak Nasabah PNM Mekaar Unjuk Gigi, Tiga Ide Bisnis Terbaik Raih Gelar Juara MEA 2026

28 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Trending di EKOBIS