Wartatrans.com, BALI – Kompleks fasilitas perawatan pesawat milik FL Technics Indonesia di Bali secara resmi telah mengantongi sertifikasi bergengsi EASA Part-145 yang diterbitkan langsung oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA).
Ini membuktikan Indonesia kembali mencatatkan pencapaian signifikan di kancah penerbangan internasional.
Pencapaian ini menempatkan FL Technics Indonesia pada posisi yang sangat strategis, yakni sebagai salah satu dari sejumlah fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di tanah air yang memenuhi standar regulasi penerbangan sipil Eropa yang dikenal sangat ketat dan disiplin.
Melalui legitimasi EASA ini, FL Technics Indonesia kini memiliki mandat penuh untuk memberikan layanan perawatan menyeluruh, baik base maintenance maupun line maintenance, kepada maskapai komersial maupun perusahaan leasing asal Eropa.
Dengan ruang lingkup layanan mencakup tipe pesawat narrowbody, yang merupakan tulang punggung penerbangan komersial dunia saat ini, seperti Airbus A320 family (CEO dan NEO) serta Boeing 737 Classic, Next Generation, hingga seri MAX.
Sebelumnya, fasilitas FL Technics Indonesia yang berlokasi di Jakarta dan Denpasar, telah sukses melayani maskapai terdaftar dari berbagai belahan dunia, mulai dari kawasan Amerika, Asia, Afrika, hingga Australia.
Chairman FL Technics Indonesia, Martynas Grigas, menyampaikan apresiasinya atas babak baru operasional ini,
“Pekan depan, kami akan langsung memulai pengerjaan untuk operator penerbangan asal Uni Eropa, dengan gelombang kedatangan armada berikutnya yang sudah terjadwal di bulan November 2026,” ungkap Martynas, Rabu (28/10/2026).
Sertifikasi EASA ini sekaligus menegaskan komitmen untuk tidak hanya melayani pasar domestik atau regional, tetapi juga menjadi pemain global yang siap melayani operator dari Asia, Timur Tengah, hingga Australia dengan standar tertinggi.
Sertifikasi EASA ini sekaligus menjadi quality stamp yang menegaskan standar operasional berstandar internasional.
Pengakuan tersebut diraih setelah melalui rangkaian audit teknis yang ketat dari para inspektur EASA, mencakup kelayakan infrastruktur hanggar, sistem perkakas (tooling systems), hingga kompetensi dan kesiapan tenaga teknik.
Berdiri di atas lahan seluas 17.000 meter persegi di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, fasilitas modern ini terdiri dari tiga hanggar dengan tiga aircraft bays.
“Ada juga fasilitas paint booth seluas 2.000 meter persegi yang berstandar mutakhir,” kata dia.
Perpaduan antara keunggulan teknis kelas dunia dan lokasi geografis Bali yang sangat strategis ini diyakini mampu menawarkan solusi perawatan airframe yang efisien, menekan waktu henti (downtime), sekaligus menjamin standar keselamatan penerbangan yang tanpa kompromi. (omy)


























