Wartatrans.com, LAOS – Timnas Indonesia U-20 membungkam juara bertahan Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Lao National Stadium KM16, Vientiane, Laos, Ahad (6/9/2026).
Hasil ini mengantar Indonesia menjadi pemuncak Grup H dengan tujuh poin sekaligus memastikan tiket ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Theodore Evan Leeming membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-28 sebelum Amar Rayhan Brkic menggandakannya pada menit ke-90+3. Indonesia menutup fase kualifikasi dengan lima gol tanpa kebobolan.
Konstelasi akhir Grup H kemudian berubah setelah Malaysia menang 2-1 atas Laos.
Malaysia mengoleksi lima poin dan naik ke posisi kedua, sedangkan Australia tertahan dengan empat poin dan turun ke peringkat ketiga.
Hasil tersebut membuat Australia, yang berstatus juara Piala Asia U-20 2025, gagal merebut puncak Grup H. Indonesia justru mengalahkan sang juara bertahan sekaligus mengunci posisi pertama.
Pencapaian itu memperpanjang pola Indonesia dalam tiga siklus kualifikasi terakhir. Pada kualifikasi Piala Asia U-20 2023, Indonesia menjadi juara Grup F dengan sembilan poin dari tiga kemenangan, kemudian kembali memuncaki Grup F pada kualifikasi 2025 dengan tujuh poin.
Pada edisi 2027, pola tersebut kembali terulang. Indonesia bukan hanya lolos, tetapi untuk ketiga kali berturut-turut menyelesaikan kualifikasi sebagai pemuncak grup.
Kapten Putu Panji menyebut, kemenangan atas Australia merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh pemain.
“Menurut saya, kuncinya adalah kerja keras dan kekompakan tim. Kami menjalankan instruksi pelatih dengan baik, dan semua pemain punya semangat yang sama untuk memberikan hasil terbaik pada pertandingan hari ini.”
Pelatih Nova Arianto juga menilai kelolosan tersebut merupakan hasil kerja bersama sejak pemusatan latihan hingga kualifikasi.
“Yang pasti saya sangat bersyukur ya akhirnya kita bisa lolos ke Piala Asia, dan saya sangat berterima kasih kepada pemain yang sudah bekerja luar biasa ya di hari ini, di malam ini,” ucapnya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengingatkan, tiket ke putaran final bukan tujuan akhir.
Ia meminta tim memanfaatkan waktu persiapan untuk meningkatkan kualitas permainan, fisik, taktik, mental, dan chemistry sebelum menghadapi persaingan yang lebih tinggi di China.
Tiga kali menjadi pemuncak grup tiga edisi terakhir, memberi Indonesia konsistensi pada fase kualifikasi.
Namun, ukuran berikutnya adalah kemampuan mengonversi konsistensi tersebut menjadi prestasi di putaran final dan memperbesar jam terbang pemain muda Indonesia di level Asia. (Artha Tidar)































