Menu

Mode Gelap
KBPBI Sampaikan 10 Tuntutan Buruh ke DPRD Sulsel, Minta Dikawal hingga DPR RI PIC SPPG Kampung Daleng Minta Wacana Pemindahan MBG ke Kantin Sekolah Dikaji Komprehensif Dukung Pencarian Jurnalis, Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas ASDP Ungkap Penyebab Antrean Ketapang-Gilimanuk H. Fikri Hudi Soroti Kemiskinan Bogor 6,26 Persen, Judi Online dan Pinjol Jadi Ancaman Ekonomi Keluarga Tiga Orang Tewas dalam Penembakan di Papua Pegunungan, Mujiburrohman Pertanyakan Sikap Aktivis HAM

OLAH RAGA

Persija-Persib Siap Laga di GBK Jakarta Besok

badge-check


 Laga Persib dan Persija (ist) Perbesar

Laga Persib dan Persija (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 60 ribu tiket disiapkan untuk laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026).

Namun pengamanan pertandingan berisiko tinggi itu tidak berhenti di stadion karena perjalanan puluhan ribu suporter dapat memengaruhi lalu lintas, transportasi, dan aktivitas kota.

Persija kembali menjamu Persib di Jakarta setelah tujuh tahun laga kandang Persija melawan rivalnya tidak digelar di ibu kota.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan, kepadatan dan kesibukan Jakarta menjadi salah satu pertimbangan pertandingan beberapa kali digelar di luar kota.

“Kami tahu bahwa pertandingan ini sudah cukup lumayan lama tidak ada di Jakarta ya, beberapa kali karena padat dan kesibukannya kota Jakarta sehingga tidak digelar di Jakarta,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Panpel menyiapkan 60 ribu tiket dengan pembelian ditujukan bagi pemegang KTP Jakarta. Suporter Persib juga diminta tidak datang ke Jakarta, sementara penonton yang hadir diarahkan mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk menjaga keamanan pertandingan.

Pengamanan bergerak keluar dari kawasan Senayan. Di Depok, Polres Metro Depok menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan The Jakmania pada Kamis (10/9/2026), sementara Polres Metro Bekasi melakukan langkah serupa untuk mengantisipasi mobilitas suporter menuju Jakarta. Polda Jawa Barat juga menyiagakan personel di wilayah perbatasan.

Di Bekasi, sekitar 1.300 anggota The Jakmania direncanakan berangkat menuju SUGBK. Pendataan rombongan dan pemantauan jalur menunjukkan bahwa risiko keamanan mengikuti massa sejak titik keberangkatan, bukan baru muncul ketika suporter tiba di stadion.

Pola ini sejalan dengan prinsip dasar manajemen massa dalam pertandingan berisiko tinggi. Pengamanan idealnya mencakup seluruh siklus perjalanan, mulai dari kedatangan atau ingress, pengelolaan massa selama pertandingan, hingga egress dan penyebaran kembali suporter setelah laga.

Artinya, titik perhatian bukan hanya pintu stadion. Stasiun, halte, terminal, jalur pejalan kaki, perimeter kawasan, akses kendaraan, serta titik perpindahan moda juga perlu masuk dalam peta risiko karena penumpukan massa dapat terjadi sebelum maupun sesudah pertandingan.

Di titik inilah transportasi publik menjadi bagian dari kemampuan kota menjaga mobilitas. Pengalaman Transjakarta saat menghadapi konsentrasi massa menunjukkan bahwa operator harus mampu menyesuaikan layanan ketika kondisi jalan berubah.

Meski konteks demonstrasi memang berbeda dengan pertandingan sepak bola. Namun keduanya memperlihatkan persoalan kota yang sama, yakni konsentrasi massa dapat mengubah lalu lintas, akses transportasi, dan penggunaan ruang publik dalam waktu singkat.

Karena itu, pengamanan Persija-Persib perlu dilihat sebagai bagian dari city security dan mobility management, bukan sekadar keamanan stadion. Kepolisian, pemerintah daerah, operator transportasi, pengelola kawasan, dan penyelenggara perlu bekerja dalam satu kerangka agar perjalanan massa dari titik kedatangan hingga kepulangan tidak menciptakan gangguan berantai terhadap fungsi kota.

Bagi Jakarta, keberhasilan mengelola pertandingan berisiko tinggi bukan hanya soal memastikan penonton aman di dalam GBK.

Kemampuan menjaga transportasi, akses kawasan, aktivitas ekonomi, dan ruang publik tetap berfungsi akan menjadi bagian dari daya saing Jakarta sebagai pusat bisnis, olahraga, hiburan, dan penyelenggaraan event berskala besar. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Indonesia Bungkam Juara Bertahan di Piala Asia U-20, 3 Kali Pemuncak dan Lolos

6 September 2026 - 22:20 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Berdampak Tanding Sepak Bola, Klub Ubah Rute Pulang Persija dan Persebaya

6 September 2026 - 17:04 WIB

Akurasi Wasit 92 Persen, 3 Elite AFC Jadi Modal Musim Baru Super League 2026/2027

4 September 2026 - 15:22 WIB

Timnas U-20 Puncaki Grup H, Laga Australia Jadi Penentu Tradisi Lolos

4 September 2026 - 05:09 WIB

Indonesia Target 4 Emas di Asian Games 2026

3 September 2026 - 05:15 WIB

Industri Olahraga Global US$521 Miliar, Seberapa Besar RI Menangkapnya?

31 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein

31 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain

31 Agustus 2026 - 09:03 WIB

adidas Kembali, 4 Klub Jadi Pijakan Baru di BRI Super League 2026/2027

30 Agustus 2026 - 06:40 WIB

League Cup 2026 Tambah Laga, Kompetisi Indonesia Hadapi Tantangan Kalender dan Geografi

29 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Trending di OLAH RAGA