Wartatrans.com, JAKARTA — Persaingan industri otomotif global memasuki fase baru. Produsen kendaraan tidak lagi hanya bertarung melalui teknologi, harga, dan jaringan distribusi, tetapi juga memanfaatkan olahraga sebagai instrumen membangun citra merek di tengah percepatan transisi menuju kendaraan rendah emisi.
Hyundai Motor Group, BYD Company, dan Toyota Motor Corporation memilih strategi berbeda dalam memanfaatkan panggung olahraga.

Hyundai memperkuat eksistensinya melalui sepak bola internasional, BYD membangun pengenalan merek lewat ajang olahraga global, sedangkan Toyota memadukan motorsport dengan pengembangan teknologi sekaligus memperluas eksposur merek.
Hyundai Motor Group, perusahaan otomotif Korea Selatan, menjadi salah satu produsen yang menghubungkan mobilitas dengan olahraga secara agresif.
Sebagai mitra mobilitas resmi FIFA, Hyundai mendukung operasional Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko melalui penyediaan armada kendaraan.
Di Asia Tenggara, perusahaan itu juga menjadi mitra penamaan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang diselenggarakan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi merek di kawasan.
Sementara itu, BYD, produsen kendaraan energi baru China, melanjutkan strategi memperluas pengenalan merek melalui olahraga.
Momentum tersebut dibangun setelah perusahaan menjadi Official Partner dan Official E-Mobility Partner UEFA EURO 2024, yang menjadikannya produsen kendaraan energi baru pertama sebagai mitra resmi turnamen tersebut.
Strategi itu berlanjut pada 2026. Reuters melaporkan BYD tengah menjajaki peluang memasuki ekosistem Formula 1 sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan merek di pasar internasional.
Analis riset Bernstein Ian Moore mengatakan kepada Reuters pada Kamis (18/6/2026), “Semua orang ingin terlibat di Formula 1.”
Menurutnya, Formula 1 merupakan salah satu sarana pemasaran paling kuat bagi produsen otomotif.
Berbeda dengan dua pesaingnya, Toyota Motor Corporation, perusahaan otomotif Jepang, memperluas strategi olahraga melalui Toyota Gazoo Racing (TGR).
Selain tetap berkompetisi di World Rally Championship (WRC) dan World Endurance Championship (WEC), mulai musim 2026 Toyota Gazoo Racing menjadi title sponsor tim Haas Formula 1 yang berganti nama menjadi TGR Haas F1 Team, sehingga memperluas eksposur mereknya di salah satu ajang balap paling bergengsi di dunia.
Efektivitas strategi tersebut juga tercermin dalam kajian akademik. Riset Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang terbit pada 2025 menemukan bahwa kesesuaian antara karakter merek dan ajang olahraga dapat meningkatkan kredibilitas, pengenalan merek, serta hubungan emosional dengan audiens.
Pandangan serupa disampaikan Scott Moore, Head of Sports Services Brand Finance, dalam analisis yang diterbitkan pada 20 Januari 2026.
“Olahraga tetap menjadi salah satu cara paling berdampak bagi suatu negara untuk memproyeksikan identitas, nilai, dan kapabilitasnya,” tulis Moore.
Menurut dia, olahraga telah berkembang menjadi platform strategis yang mampu memperkuat citra di hadapan audiens global.
Persaingan Hyundai, BYD, dan Toyota menunjukkan bahwa industri otomotif kini tidak hanya berlomba menghadirkan teknologi baru.
Di tengah kompetisi kendaraan rendah emisi yang semakin ketat, ketiganya juga memanfaatkan olahraga untuk memperkuat nilai merek, membangun kedekatan dengan konsumen, dan meningkatkan daya saing di pasar global. (Artha Tidar)






























