Menu

Mode Gelap
Kesehatan Gubernur Tak Ganggu Pemerintahan Aceh, Bima Arya: Tugas Berjalan Lewat Pendelegasian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games

EKOBIS

Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

badge-check


 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON, Kenaikan harga kopi Arabika Gayo dalam beberapa waktu terakhir membawa angin segar bagi para petani di dataran tinggi Gayo. Kondisi tersebut memberikan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani, meski mereka tetap menginginkan stabilitas harga agar usaha perkebunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kopi Arabika Gayo merupakan komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues. Selain menjadi sumber mata pencaharian utama, kopi Gayo juga telah memiliki reputasi di pasar internasional berkat cita rasa khas dan kualitasnya yang tinggi.

Sejumlah petani mengaku kenaikan harga saat ini memberikan motivasi untuk terus merawat kebun dan meningkatkan kualitas hasil panen. Namun, mereka mengingatkan bahwa tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, perawatan tanaman, hingga kebutuhan tenaga kerja, masih menjadi tantangan yang cukup berat.

“Harapan kami bukan hanya harga yang tinggi saat ini, tetapi juga kestabilan harga agar petani dapat merencanakan usaha kebun dengan lebih baik,” ujar salah seorang petani kopi Gayo.

Sementara itu, pelaku usaha kopi menilai bahwa peningkatan harga harus diimbangi dengan komitmen menjaga mutu produk. Proses panen yang sesuai standar, pengolahan pascapanen yang baik, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing kopi Gayo di pasar global.

Para petani juga berharap pemerintah terus memperluas program pembinaan, akses pembiayaan, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, nilai tambah dari industri kopi dapat lebih banyak dirasakan oleh para petani sebagai pelaku utama sektor perkebunan.

Dengan potensi alam yang dimiliki dataran tinggi Gayo, kopi diyakini akan tetap menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila didukung oleh stabilitas harga, kualitas produk yang terjaga, serta kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kesejahteraan petani.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Angkut Bantuan dengan Kapal PELNI, Kemenhub Beri Potongan Harga 100 Persen

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

21 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

21 Agustus 2026 - 08:49 WIB

IEE 2026: Industri Baterai Dikejar Kesiapan Energi dan Teknologi

21 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Program Relawan BUMN 2026, PTPN Group Beri Manfaaat bagi Masyrakat Desa Bulok

21 Agustus 2026 - 06:45 WIB

Ada Deretan Promo Eksklusif InJourney di ASTINDO Travel Fair 2026 Surabaya

20 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Bantuan untuk Korban Gempa NTT dengan KM Tidar Tiba di Maumere

20 Agustus 2026 - 16:35 WIB

50.000 Hunian Qatar di Lahan KAI Dikawal Pemerintah

20 Agustus 2026 - 16:24 WIB

AirNav: Program RBB 2026 di Boyolali Tuntas Hari ini

20 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Trending di EKOBIS