Menu ✖

Mode Gelap
Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 KAI Services Perkuat Kompetensi Petugas Keamanan untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster KAI Raih Dua Penghargaan CX100 2026, Peringkat ke-7 BUMN Terbaik dalam Pengalaman Pelanggan

EKOBIS

Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli

badge-check


 Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Industri air minum dalam kemasan (AMDK) nasional menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif pada 2026. Namun, di balik optimisme tersebut, struktur pasar dinilai semakin terkonsentrasi setelah dua merek besar, Aqua dan Le Minerale, menguasai sekitar 71,6 persen preferensi konsumen.

Temuan itu berdasarkan survei Diskursus Network & Ecosystem terhadap 1.033 outlet ritel di 10 kota besar Indonesia. Aqua menjadi merek paling banyak dipilih dengan pangsa preferensi 44,2 persen atau 368 sebutan responden, disusul Le Minerale sebesar 27,4 persen atau 228 sebutan.

Sementara itu, merek lain tertinggal cukup jauh, yakni Vit 4,7 persen, Cleo 4,1 persen, dan Aquviva 3,7 persen. Kondisi tersebut menggambarkan tingginya konsentrasi pasar pada dua pemain utama.

Kepala Riset Diskursus Network & Ecosystem, Agustinus Dwianto, mengatakan kepercayaan konsumen masih menjadi faktor dominan dalam memilih produk AMDK.

“Berdasarkan survei, faktor kepercayaan, keamanan sumber air, dan kualitas menjadi determinan utama dalam pemilihan air minum sehari-hari,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Survei juga menunjukkan Aqua menjadi produk dengan tingkat penjualan tertinggi di berbagai daerah. Sebanyak 57 persen pedagang ritel menyebut Aqua sebagai merek paling laris di tokonya. Dominasi tersebut terlihat di Bali yang mencapai 98 persen, Solo 80 persen, Malang 75 persen, Medan 74 persen, Surabaya 66 persen, Makassar 42 persen, dan Balikpapan 41 persen.

Pengamat ekonomi industri dari Indef, Ahmad Heri Firdaus, menilai konsentrasi pasar di atas 70 persen oleh dua pelaku usaha merupakan sinyal kuat terbentuknya pasar oligopoli.

“Konsentrasi pasar di atas 70 persen oleh dua pemain mengindikasikan oligopoli ketat yang berpotensi mematikan inovasi,” katanya.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang efektif dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), peluang produsen lokal untuk berkembang akan semakin terbatas. Padahal, industri AMDK merupakan salah satu sektor yang didorong pemerintah sebagai penopang pertumbuhan industri nonmigas.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo, tetap optimistis terhadap prospek industri pada tahun ini.

“Tahun 2026 merupakan periode krusial bagi industri AMDK untuk menunjukkan ketahanan dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Optimisme tersebut juga didukung proyeksi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,0 hingga 5,4 persen sepanjang 2026.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman, menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap higienitas menjadi salah satu pendorong pertumbuhan konsumsi AMDK. Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga iklim persaingan usaha sehingga pertumbuhan industri tidak hanya dinikmati oleh segelintir perusahaan besar, tetapi juga membuka ruang bagi produsen nasional untuk berkembang.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

13 Oktober 2026 - 11:33 WIB

30 Hektare Lahan Meikarta Disiapkan untuk Rumah Subsidi

12 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan

11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

10 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Trending di ANJUNGAN