Wartatrans.com, BENER MERIAH – Suasana haru menyelimuti peresmian akses menuju Kampung Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah. Tepuk tangan, senyum, dan air mata warga pecah saat pita merah dipotong sebagai tanda dibukanya kembali jalur penghubung yang selama berbulan-bulan terputus.
Momen sederhana tersebut menjadi simbol berakhirnya masa-masa sulit yang dialami masyarakat akibat putusnya akses jalan. Selama ini warga harus menempuh perjalanan yang berat untuk menuju kebun, mengangkut hasil panen, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pedalaman.

Berbeda dengan proyek infrastruktur pada umumnya, pembukaan akses Enang-Enang terwujud berkat semangat gotong royong masyarakat, relawan, serta para dermawan yang menyumbangkan tenaga, waktu, dan bantuan materi. Kebersamaan itu menjadi bukti bahwa solidaritas mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan.
Prosesi peresmian dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Acara juga diwarnai tradisi peusejuk sebagai bentuk rasa syukur atas terbukanya kembali akses yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Meski demikian, jalur yang kini dapat dilalui masih bersifat sementara. Warga berharap pemerintah dapat segera membangun infrastruktur permanen agar akses menuju Enang-Enang lebih aman dan tidak kembali terputus ketika terjadi bencana.
Peresmian akses Enang-Enang menjadi pesan kuat bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Aceh. Kebersamaan yang dibangun telah membuktikan bahwa keterisolasian dapat diatasi ketika semua pihak bersatu demi kepentingan bersama.*** (Kamaruzzaman)



