Menu

Mode Gelap
Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81 3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

ANJUNGAN

Optimalkan Layanan Kapal, Terminal Teluk Lamong Terapkan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian

badge-check


 Optimalkan Layanan Kapal, Terminal Teluk Lamong Terapkan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA – Seiring dengan meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Jawa Timur, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat adanya peningkatan trafik kapal di sejumlah terminal yang dikelolanya. Tren positif ini menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas perdagangan dan logistik nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Peningkatan kebutuhan pengguna jasa terhadap kepastian jadwal sandar kapal, khususnya dalam menjaga konektivitas rute pelayaran berikutnya, menuntut adanya optimalisasi sistem pelayanan di sisi operasional.

Menjawab tantangan tersebut, TTL menerapkan sistem Berthing Window guna menciptakan pola pelayanan kapal yang lebih terencana, tepat waktu, dan andal.

Berthing Window merupakan sistem penjadwalan sandar kapal melalui alokasi waktu tertentu yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kapal memperoleh slot waktu kedatangan yang lebih pasti sehingga dapat mengurangi waktu tunggu kapal atau waiting time, sekaligus menekan waktu singgah kapal atau port stay selama proses bongkar muat berlangsung.

Saat ini, implementasi Berthing Window telah berjalan di TPK Teluk Lamong dan TPK Nilam. Selanjutnya, sistem ini dijadwalkan mulai diterapkan di TPK Berlian pada 1 Juli 2026.

Di TPK Berlian, skema Berthing Window dirancang dengan pola 7 hari, 5 hari, dan 3,5 hari. Untuk kapal di luar pola tersebut, pelayanan akan diatur melalui program Berthing Priority, yaitu mekanisme prioritas sandar di dermaga berdasarkan booking yang telah dilakukan oleh pihak pelayaran.

Agar sistem ini berjalan optimal, pihak pelayaran diwajibkan menyampaikan pembaruan jadwal kedatangan kapal atau estimated time of arrival secara berkala.

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kepastian layanan bagi pengguna jasa.

“Guna mendukung implementasi ini, kami akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi sandar kapal berjalan lebih terjadwal, tertata, dan efektif,” ujar Burhanudin.

Sistem Berthing Window dan Berthing Priority yang akan diimplementasikan di TPK Berlian telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan pengguna jasa pada Senin, 22 Juni 2026, di Shangri-La Hotel Surabaya. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan sharing session bersama para pelanggan, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Temas Shipping, PT Indo Container Lines, PT PPN Panurjwan, PT Caraka Tirta Perkasa, dan PT Mentari Mas Multimoda.

“Sosialisasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan kepastian jadwal dan kecepatan layanan kepada seluruh pengguna jasa. Melalui Berthing Window dan Berthing Priority, kami ingin menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang lebih transparan, tertata, dan efisien, yang pada akhirnya dapat mendukung penurunan biaya logistik,” tambah Burhanudin.

Penerapan sistem ini juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi, sehingga pelanggan dapat memantau jadwal operasional secara digital. Langkah ini sejalan dengan visi transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menstandardisasi layanan serta meningkatkan produktivitas di seluruh terminal petikemas.

TTL optimistis, melalui penerapan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian, perencanaan tambatan serta jadwal kedatangan kapal dapat berjalan lebih efektif. Sistem ini ditargetkan mampu menurunkan waktu tunggu kapal, meningkatkan produktivitas bongkar muat, memperlancar arus logistik nasional, serta memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, khususnya shipping line.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan

20 Agustus 2026 - 09:26 WIB

3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell

20 Agustus 2026 - 08:13 WIB

OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival

19 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

19 Agustus 2026 - 18:38 WIB

KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

19 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Trending di EKOBIS