Menu

Mode Gelap
IPCC Catat Pertumbuhan 14,6%, Tegaskan Peran Strategis sebagai Penggerak Ekosistem Logistik Nasional Kecelakaan Truk Seruduk Motor di Lampu Merah Bekasi, Total 10 Korban Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur Penumpang Difabel Enggak Perlu Naik Turun Kursi Roda untuk Naik KRL, Perjalanan RS Jakarta-Stasiun Bogor jadi Lebih Mudah Karena MBG Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Club 2026.

ANJUNGAN

IPCC Catat Pertumbuhan 14,6%, Tegaskan Peran Strategis sebagai Penggerak Ekosistem Logistik Nasional

badge-check


 IPCC Catat Pertumbuhan 14,6%, Tegaskan Peran Strategis sebagai Penggerak Ekosistem Logistik Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, membuktikan bahwa transformasi operasi berbasis digitalisasi bukan sekadar agenda — melainkan penggerak pertumbuhan yang nyata. Hingga memasuki bulan kedua pada kuartal II 2026, Branch Jakarta dan 5 Terminal Satelit (konsolidasi) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sebesar 14,6% untuk kargo CBU (kendaraan berpenumpang), Alat Berat, Bus, dan Truk, setara dengan 64.525 unit lebih banyak secara year-on-year.

Lebih jauh, total shipcalls di seluruh terminal IPCC hingga Mei 2026 mencapai 1.577 shipcalls, melonjak 21,40% dibandingkan 1.299 shipcalls pada periode yang sama tahun 2025, hal ini merupakan sebuah lompatan yang mencerminkan efisiensi layanan yang kian terdigitalisasi dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi IPCC dalam mengintegrasikan teknologi digital ke seluruh rantai operasional terminal, mulai dari sistem perencanaan kapal, manajemen dalam penempatan kargo di lapangan, hingga pelaporan secara real-time yang memperkuat kepercayaan pengguna jasa secara berkelanjutan. Momentum pertumbuhan ini juga ditopang oleh membaiknya stabilitas geopolitik global yang berdampak positif terhadap permintaan dan distribusi kargo internasional, serta program hilirisasi sumber daya mineral yang digalakkan pemerintah sebagai dua katalis eksternal yang kian memperkuat relevansi strategis IPCC dalam ekosistem logistik otomotif khususnya pada bidang terminal kendaraan serta pada industri nasional.

Komitmen IPCC terhadap tata kelola korporasi yang ketat dan terstruktur tercermin secara nyata dalam pertumbuhan yang merata di hampir seluruh segmen kargo. Di bawah pengelolaan yang disiplin dan berorientasi pada keberlanjutan, volume CBU (Completely Built-Up) kumulatif hingga Mei 2026 tercatat sebesar 365.760 unit, tumbuh 4,95% atau bertambah 17.235 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menandakan capaian yang konsistensi pada layanan dan fokus pada kepercayaan pengguna jasa yang terus terjaga.

Pengelolaan operasional yang responsif dan berbasis data turut mendorong lonjakan signifikan pada segmen Truk dan Bus, yang tumbuh paling pesat sebesar 57,38% dengan volume bongkar muat mencapai 126.769 unit bertambah 46.221 unit secara year-on-year. Segmen Alat Berat pun mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 8,35%, dari 12.801 unit menjadi 13.870 unit. Keseimbangan pertumbuhan di lintas segmen ini bukan sekadar hasil kondisi pasar, melainkan bukti nyata dari efektivitas sistem pengendalian operasional dan manajemen kapasitas yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran IPCC.

Kinerja IPCC yang solid ini juga selaras dengan pemulihan positif industri otomotif nasional. Data GAIKINDO mencatat total wholesales nasional Januari–Mei 2026 untuk kargo CBU mencapai 359.015 unit, naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Seiring itu, jumlah kargo ekspor CBU yang dilayani IPCC meningkat 7% dengan total 148.794 unit, menegaskan bahwa tata kelola yang terukur dan adaptif telah memposisikan IPCC sebagai mitra strategis yang andal dalam ekosistem otomotif nasional yang semakin solid, sekaligus menjadi landasan kokoh bagi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan operasional yang berkelanjutan.

“Kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengguna jasa adalah energi terbesar kami untuk terus melangkah dan memberikan layanan sepenuh hati. Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga Mei 2026 bukan sekadar angka, torehan ini adalah cerminan dari komitmen seluruh insan IPCC dalam menghadirkan layanan terminal kendaraan yang semakin cepat, andal, dan berstandar internasional. Kami terus mendorong transformasi layanan berbasis teknologi dan digitalisasi, penguatan efisiensi pada proses handling kargo, serta pengembangan infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa.

Ke depan, kami optimis kinerja IPCC dapat melampaui capaian tahun lalu, seiring kesiapan kami menyambut pertumbuhan arus kendaraan listrik dan hybrid yang kian mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia. Hal ini menjadikan IPCC sebagai tulang punggung ekosistem logistik otomotif yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.” tutur Bagus Dwipoyono, Plt. Direktur Utama IPCC.

Dengan fondasi operasional yang semakin kuat dan ekosistem industri otomotif nasional yang terus berkembang, IPCC optimis mampu menutup tahun 2026 dengan kinerja yang melampaui pencapaian tahun sebelumnya.

Perseroan akan terus memfokuskan seluruh energi dan sumber dayanya pada peningkatan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan oleh pengguna jasa di setiap titik operasional terminal. “Kami hadir bukan hanya untuk mencatat angka pertumbuhan, tetapi untuk memastikan setiap pengguna jasa merasakan nilai nyata dari layanan kami — dan itulah standar yang akan terus kami kejar hingga akhir tahun ini dan seterusnya.” pungkas Bagus.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

KKP dan UNDP Perkuat Kemitraan, Percepat Pengembangan Ekonomi Biru Indonesia

29 Juni 2026 - 12:39 WIB

INSA Apresiasi Kebijakan Ekspor 1 Pintu Komoditas Strategis

29 Juni 2026 - 07:06 WIB

Kebun Induk Kopi Arabika Gayo Akhirnya Dimulai, Aceh Tengah Siapkan Benteng Hadapi Ancaman Pasar Eropa dan Krisis Lingkungan

28 Juni 2026 - 19:59 WIB

PNM Perkuat Dampak Pemberdayaan, 23,3 Juta Nasabah Mekaar Rasakan Peningkatan Kesejahteraan

28 Juni 2026 - 15:26 WIB

Berkat Sinergi Lintas Sektor Urai Kepadatan Ketapang–Gilimanuk, Layanan Berangsur Normal

28 Juni 2026 - 14:30 WIB

Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan

28 Juni 2026 - 12:07 WIB

IPCC Terus Melaju, Pergantian Pimpinan Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan Nasional

27 Juni 2026 - 10:14 WIB

Kemenhub Siapkan Formula Baru Tarif Tiket Pesawat, Berlaku Saat Harga Avtur Stabil

27 Juni 2026 - 08:56 WIB

Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon

27 Juni 2026 - 05:59 WIB

Trending di ANJUNGAN