Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

ANJUNGAN

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

badge-check


 Salah satu fasilitas di Pelabuhan Perbesar

Salah satu fasilitas di Pelabuhan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi infrastruktur transportasi laut di sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa yang terjadi Sabtu (15/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jasa, petugas, serta kelancaran operasional pelabuhan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di NTT.

Pihaknya memastikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi pelabuhan pascagempa.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” urai Masyhud.

Dia menginstruksikan kepada seluruh UPT di wilayah terdampak agar meningkatkan monitoring serta memeriksa dan mengamankan fasilitas pelabuhan yang berpotensi mengalami kerusakan lanjutan.

“Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam, serta melakukan pemeriksaan terhadap struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, dan akses menuju pelabuhan,” bebernya.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pengamanan, termasuk memastikan fasilitas yang mengalami kerusakan tidak digunakan sebelum dinyatakan aman.

“Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” tegasnya.

Dampak Kerusakan Infrastruktur Pelabuhan

Berdasarkan laporan yang diterima dari UPT Ditjen Perhubungan Laut, gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi laut di wilayah tersebut.

Beberapa pelabuhan yang terdampak antara lain:

1. Pelabuhan Laurentius Say/Maumere.

Terjadi roboh bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang. Saat kejadian, kapal KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan.

Saat ini telah dilakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak.

2. Pelabuhan Labuan Bajo
Terdapat kerusakan pada kantor dan terminal penumpang Pelabuhan Marina Labuan Bajo berupa keretakan tembok dan dermaga. Sementara itu, di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu ditemukan keretakan pada tembok bangunan kantor dan gudang.

Dampak terhadap pengguna jasa, beberapa perjalanan wisata yang dibatalkan sementara.

Namun saat ini pelayaran sudah dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan dermaga serta terminal penumpang dapat digunakan dengan aman.

3. Pelabuhan Marapokot
Fasilitas Pelabuhan Marapokot, khususnya causeway dan dermaga eksisting, dilaporkan mengalami penurunan elevasi. Kerusakan lain, pagar pembatas mengalami keruntuhan.

Selain ketiga pelabuhan tersebut, pelabuhan lain yang terdampak dan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, yaitu Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Waingapu.

Sementara Pelabuhan Larantuka dilaporkan dalam keadaan aman dan tidak terdapat kerusakan.

Dirjen Masyhud menegaskan, pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas transportasi laut terdampak akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan serta mendukung keberlangsungan konektivitas dan pelayanan masyarakat di wilayah NTT.

Dia juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.

“Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan,” pungkas Masyhud. (omy)

Baca Lainnya

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India

27 September 2026 - 21:14 WIB

Trending di ANJUNGAN