Menu ✖

Mode Gelap
Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

JALUR

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

badge-check


 Jalan di Flrores Perbesar

Jalan di Flrores

Wartatrans.com, JAKARTA – Gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026), berdampak pada jaringan transportasi darat, ketika guncangan kuat bertemu lereng curam dan koridor jalan yang menjadi akses utama antarkawasan.

Sedikitnya 12 titik longsor teridentifikasi pada tiga ruas jalan nasional, berdasarkan laporan sementara Kementerian Pekerjaan Umum.

Gempa terjadi pukul 04.58.23 WIB atau 05.58.23 WITA, dengan magnitudo pemutakhiran 7,7 dan kedalaman 15 kilometer.

Episentrum berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo; BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA, sementara aktivitas gempa susulan masih dipantau.

Secara geologi, gempa berkaitan dengan mekanisme sesar naik Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Belakang Busur Flores.

Karakter sumber tersebut penting karena guncangan kuat pada wilayah dengan topografi berbukit dapat memicu gerakan tanah dan memperbesar tekanan terhadap infrastruktur yang memotong lereng.

Guru Besar Teknik Geologi Universitas Hasanuddin, Prof. Adi Maulana, menjelaskan, sistem sesar tersebut terbentuk akibat tekanan tektonik di belakang busur kepulauan Nusa Tenggara.

“Akumulasi tegangan pada sistem sesar dapat dilepaskan secara tiba-tiba dan menghasilkan gempa besar serta guncangan kuat,” jelas Adi.

Ancaman kemudian bergerak dari sumber gempa ke permukaan. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyebut, bahaya ikutan yang perlu diperhatikan mencakup gerakan tanah, retakan tanah, indikasi likuefaksi dan tsunami.

“Selain dampak langsung berupa guncangan, kami juga mengidentifikasi adanya beberapa bahaya ikutan, di antaranya adalah tsunami, gerakan tanah, retakan tanah, serta indikasi likuefaksi,” kata Lana.

Dampaknya terhadap jaringan jalan mulai terukur. Hingga laporan sementara Kementerian PU yang dipublikasikan Sabtu pukul 17.53 WIB, longsoran tercatat tiga titik di ruas Ruteng–Km 210, satu titik di Km 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik di Aegela–Batas Kota Ende.

Total 12 titik tersebut belum menjadi angka final karena asesmen jaringan masih berlangsung.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Janto mengatakan, pembersihan material menjadi prioritas awal.

“Untuk sementara, tim di lapangan masih memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan,” ucapnya.

Hingga laporan BPJN yang diperbarui Sabtu malam, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena faktor keselamatan dan kemungkinan gempa susulan.

Kementerian PU mengerahkan loader dan excavator untuk membuka akses pada sejumlah titik terdampak.

Sementara itu, BNPB dalam pembaruan situasi hingga pukul 15.00 WIB mencatat 38 orang meninggal, dua luka berat, 11 luka ringan dan sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri.

Beberapa jalan juga dilaporkan mengalami longsor, menunjukkan gangguan transportasi menjadi bagian langsung dari dampak bencana.

Rangkaian data tersebut menunjukkan persoalan Flores bukan sekadar kerusakan jalan, melainkan ketahanan jaringan, ketika koridor utama gagal.

Bagi ekonomi daerah, pemulihan akses menentukan kelancaran distribusi pangan, BBM, obat-obatan dan mobilitas pekerja.

Karena itu, stabilisasi lereng, audit jembatan dan jalur alternatif perlu ditempatkan sebagai bagian dari ketahanan ekonomi wilayah. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Trending di EKOBIS