Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

ANJUNGAN

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

badge-check


 Kapal PELNI Perbesar

Kapal PELNI

Wartatrans.com, JAKARTA – Bagi yang hendak memgirimkan bantuan korban gempa NTT, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) membuka akses pengiriman bantuan kemanusiaan secara gratis bagi masyarakat terdampak.

“Fasilitas ini menjadi bentuk kepedulian PELNI untuk membantu mempercepat distribusi kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana,” Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut sekaligus Ketua Tim Posko Bantuan PELNI Untuk NTT Hana Suhardi menyampaikan, Ahad (16/8/2026).

Melalui program ini, PELNI menerima barang bantuan dari berbagai wilayah Indonesia untuk diangkut menggunakan kapal penumpang PELNI sesuai dengan rute regulernya.

Bantuan yang dapat dikirim berupa kebutuhan utama masyarakat terdampak seperti makanan, air minum dalam kemasan, tenda, terpal, selimut, perlengkapan tidur, penerangan, obat-obatan dan perlengkapan medis, popok anak dan dewasa, pembalut, susu dan makanan bayi.

“Seluruh bantuan yang dikirim wajib merupakan barang kemanusiaan dan tidak diperuntukkan untuk tujuan komersial,” tegasnya.

Dia mengatakan, fasilitas pengiriman gratis tersebut merupakan bentuk kontribusi PELNI dalam mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT.

“PELNI membuka akses pengiriman bantuan secara gratis agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih mudah. Kami siap memanfaatkan jaringan pelayaran PELNI untuk membantu mempercepat distribusi logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak,” ujar Hana.

Pengiriman bantuan menurutnya, akan mengikuti trayek dan jadwal reguler kapal PELNI.

Pengiriman awal akan dilakukan menggunakan KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Surabaya hari ini pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, bantuan akan diangkut menggunakan kapal PELNI lainnya sesuai dengan rute dan jadwal keberangkatan masing-masing kapal.

“Kami mengajak lembaga, komunitas, atau instansi untuk bersama-sama membantu saudara kita di NTT. Semoga fasilitas ini dapat memperlancar penyaluran bantuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa,” imbuh Hana.

Melalui pembukaan akses pengiriman bantuan ini, PELNI berharap dapat memperkuat distribusi logistik kemanusiaan sekaligus mendukung percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero) Ditto Pappilanda menambahkan bahwa program kemanusiaan bantuan untuk NTT ini tidak lepas dari restu Kementerian Perhubungan yang memberikan potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang dengan kapal penumpang PELNI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan yang memberikan izin kepada kami untuk menggratiskan 100 persen biaya angkut muatan berupa barang bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT,” ujar Ditto.

Peran Kemenhub, yang memberikan potongan diskon 100 persen untuk tarif muatan barang dengan kapal penumpang PELNI sebelumnya juga diberikan saat bencana Sumatera akhir tahun lalu.

Adapun syarat dan ketentuan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui kapal PELNI sebagai berikut :

1. Biaya pengangkutan bantuan kemanusiaan dibebaskan atau tidak dikenakan biaya kepada pengirim.

2. Pengiriman mengikuti trayek dan pelabuhan yang dilalui kapal PELNI, dengan tujuan akhir sesuai rute kapal.

3. Melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, atau instansi.

4. Melampirkan daftar barang (packing list) yang memuat jenis dan jumlah bantuan.

5. Jenis barang yang dapat dikirim berupa makanan kemasan dan kebutuhan pokok, obat-obatan, pakaian layak pakai, selimut dan alas tidur, popok dan makanan bayi, peralatan kebersihan, kebutuhan dasar dan logistik kemanusiaan lainnya.

6. Bantuan wajib dikemas atau dibungkus dengan baik dan rapat menggunakan kardus, karung, atau peti yang kuat dan sesuai dengan jenis barang.

7. Barang yang mudah pecah wajib diberikan penandaan seperti “FRAGILE” atau keterangan penanganan lainnya.

8. Barang yang tidak dapat dikirim antara lain bahan yang mudah meledak atau mudah terbakar, cairan atau bahan berbahaya, bahan kimia beracun, barang yang dilarang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, barang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, awak kapal, penumpang, maupun muatan lainnya.

9. Informasi lebih lanjut terkait program bantuan dan jadwal kapal dapat menghubungi kantor cabang PELNI terdekat, Contact Center PELNI (021) 162 atau WhatsApp resmi PELNI di 0811-1621-162. (omy)

 

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Trending di EKOBIS