Wartatrans.com, JAKARTA – PT PELNI (Persero) memperkuat layanan keagenan kapal (shipping agency) melalui kerja sama strategis dengan PT Agrito Roman Bali (Plaga Farm) guna mendukung penguatan rantai pasok pangan maritim sekaligus memberdayakan petani lokal.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Vice President Keagenan PELNI Yusup Hanura dan Direktur PT Agrito Roman Bali I Gede Bingin Mustika pada 18 Juni 2026.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan keagenan PELNI yang tidak hanya berfokus pada pelayanan operasional kapal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekosistem maritim nasional.
“Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus mengembangkan layanan keagenan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan kapal-kapal yang dilayani memperoleh pasokan bahan pangan segar dengan kualitas terbaik, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk pertanian lokal untuk masuk ke rantai pasok industri maritim,” ujar Ditto, Senin (29/6/2026).
Melalui kerja sama tersebut, PELNI akan mendukung penyediaan kebutuhan pangan segar (fresh provisions) berupa buah-buahan, sayur-sayuran, hingga produk daging yang memenuhi standar kualitas untuk kapal domestik maupun internasional yang bersandar di pelabuhan Indonesia.
Menurut Ditto, sinergi ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan keagenan kapal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan jaringan layanan keagenan dan armada PELNI, produk-produk pertanian lokal diharapkan memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan kapal-kapal internasional.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi peningkatan kualitas layanan keagenan PELNI, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguatkan antara sektor pelayaran dan sektor pertanian sehingga mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak,” tambahnya.
Kerja sama strategis ini mencakup optimalisasi operasional pelabuhan yang lebih efisien dan terintegrasi, penguatan rantai pasok pangan maritim, peningkatan kualitas pasokan pangan di atas kapal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyerapan hasil pertanian dalam negeri.
PELNI berharap sinergi tersebut dapat memperkuat peran layanan keagenan sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar domestik maupun internasional.
Sebagai BUMN di bidang pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan. Selain itu, PELNI juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, serta satu trayek khusus kapal ternak untuk mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional. (omy)































