Menu

Mode Gelap
Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional Delegasi Rimba Raya Apresiasi Kehadiran Raja Linge pada Hari Damai Aceh ke-21: Gayo adalah Marwah Aceh Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dua Orang Meninggal dan Sejumlah Bangunan Rusak Presiden Prabowo: Pemerintah telah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif

BANDARA

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

badge-check


 Salah satu sarpras transportasi di NTT pascagempa Perbesar

Salah satu sarpras transportasi di NTT pascagempa

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi waktu setempat.

Menhub memastikan, aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi yang terdampak tetap menjadi prioritas utama.

“Kami turut berduka cita dan prihatin atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT. Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” tutur Menhub.

Berdasarkan informasi yang diterima, gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi.

Beberapa yang terdampak antara lain, Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandara Komodo.

Gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say.

Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Di Pelabuhan Reo, terdapat kerusakan di bagian kantor dan juga terminal, namun tidak ada korban jiwa.

Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di Pelabuhan Nangakeo, mulai dari plafon runtuh hingga tembok retak. Akibatnya, layanan perintis dihentikan sementara.

Adapun di Bandara Komodo, terdapat kerusakan pada fasilitas Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, Gedung Administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara (fillet Taxiway A).

Tidak ditemukan adanya korban jiwa dan bandara ini tetap beroperasi normal dengan pembatasan.

Menhub menginstruksikan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, seperti BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, dan operator transportasi, guna memantau situasi di lapangan pasca terjadinya gempa bumi.

Dia meminta seluruh petugas untuk fokus pada proses penyelamatan penumpang dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” jabarnya.

Menhub juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah terdampak dan memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Dia juga minta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kemenhub juga akan menyampaikan informasi secara berkala jika ada informasi terkait sarana dan prasarana yang terdampak gempa bumi.

“Kemenhub berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Menhub. (omy)

 

Baca Lainnya

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

KM Bunda Maria Kandas di Perairan Paceda, Seluruh Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

15 Agustus 2026 - 08:02 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Penerbangan Perdana Garuda Indonesia Rute Bali-Bandung-Bali Banjir Penumpang

14 Agustus 2026 - 16:49 WIB

PJM dan Tentara Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

14 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Hanya Rp100 Ribu, DAMRI Hubungkan Grand Metropolitan Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

14 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bersiap Penuh Layani Pesawat Boeing 737-800

13 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi Korban KMP Putri Yasmin

13 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Trending di ANJUNGAN