Wartatrans.com, TANGERANG – Maknai momen Kemerdekaan ke-81 RI, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports bersama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menjalankan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan melalui program InJourney Green.
Ya, program InJourney Green dijalankan dengan penanaman bibit dan pemeliharaan total 81.000 mangrove di seluruh nusantara.

Sebanyak 60.000 bibit mangrove ditanam di enam wilayah kerja regional InJourney Airports dari Sabang sampai Merauke, dan 21.000 bibit di tanam di Desa Patramanggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, 14 Agustus 2026.
InJourney Airports juga menyalurkan bantuan berupa kapal nelayan bagi masyarakat Desa Patramanggala untuk mendukung penerima manfaat dalam mencari nafkah, sekaligus menjadi sarana bersama untuk menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari.
Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan, sebagai ekosistem aviasi dan pariwisata, InJourney Group berkomitmen mendorong pertumbuhan pariwisata yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan.
“Melalui InJourney Green, kami menghadirkan aksi nyata untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” tutur Herdy.
Penanaman dan pemeliharaan 81.000 mangrove diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Kami ingin memastikan upaya ini memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyebut, program ini menjadi upaya perusahaan berkontribusi positif terhadap lingkungan.
“Program InJourney Green sebagai aksi nyata dalam memaknai kemerdekaan. Kegiatan pada tahun ini dilakukan di Kabupaten Tangerang yang berlokasi dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, bertujuan mendukung ekosistem pesisir serta masa depan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Pahlevi.
Mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir, antara lain benteng alami dari abrasi dan banjir rob, lalu menyerap karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim, habitat biota, serta mendukung mata pencaharian dan potensi ekowisata masyarakat.
Pelaksanaan program ini dilakukan secara terstruktur dan sistematis, dimulai dari penetapan lokasi, pengadaan bibit mangrove, penanaman, penyaluran bantuan perahu nelayan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan.
“InJourney Green ini juga berfokus pada tiga aspek, yakni penanaman bibit mangrove, pemeliharaan, serta monitoring pertumbuhan mangrove yang dilakukan selama 6 bulan,” katanya.
Melalui InJourney Green, InJourney Group terus memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan sebagai wujud komitmen dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (omy)































