Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

SUMBER DAYA

Tingkatkan Kompetensi SDM, TTL Gandeng PMLI Selenggarakan Pelatihan Komunikasi Efektif

badge-check


 Tingkatkan Kompetensi SDM, TTL Gandeng PMLI Selenggarakan Pelatihan Komunikasi Efektif Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menyelenggarakan pelatihan “Komunikasi Efektif untuk Pelayanan Prima” pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Aloft Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di seluruh lini organisasi.

Pelatihan diikuti oleh 40 pegawai TTL Group mulai dari staf hingga senior leader. Program ini bertujuan membangun kesamaan persepsi bahwa kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab bersama dalam mendukung kepuasan pelanggan, peningkatan daya saing perusahaan, serta keberlanjutan kinerja bisnis.

Sebagai operator terminal peti kemas yang berorientasi pada kualitas layanan, TTL memandang kemampuan berkomunikasi secara efektif sebagai salah satu kompetensi utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unggul. Dalam industri kepelabuhanan dan logistik yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan pengguna jasa, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, menjaga hubungan jangka panjang, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat bagi pelanggan.

Namun demikian, pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi Customer Service atau Customer Care semata. Seluruh unit kerja memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif, mulai dari operasional, perencanaan (planner), operation support, hingga fungsi Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE).

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja operasional perusahaan.

“TTL saat ini mencatat pertumbuhan throughput yang sangat signifikan. Seiring dengan meningkatnya volume arus petikemas, tantangan pelayanan juga semakin kompleks. Ekspektasi pelanggan terus meningkat dan berbagai masukan yang kami terima harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan,” ujar David.

Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui kesiapan seluruh insan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Service excellence bukan hanya tanggung jawab fungsi Customer Service, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai PT Terminal Teluk Lamong. Setiap insan TTL, baik yang berada di lini operasional maupun fungsi pendukung, memiliki kontribusi dalam membentuk pengalaman pelanggan. Dengan semangat kolaborasi dan budaya melayani dengan hati, saya yakin TTL mampu menghadirkan layanan yang konsisten, responsif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” tambah David.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep service excellence, teknik membangun kesan pertama yang positif, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, etika pelayanan melalui berbagai media komunikasi, hingga strategi penanganan keluhan pelanggan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada solusi. Pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung agar peserta dapat mengaplikasikan materi dalam situasi kerja sehari-hari.

Melalui kolaborasi bersama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, TTL berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penguatan kapasitas SDM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta mendukung transformasi TTL sebagai terminal peti kemas modern yang andal, profesional, dan berdaya saing global.

“Karena pada akhirnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari produktivitas, tetapi juga dari bagaimana pelanggan merasakan kualitas layanan yang kita berikan.” tutup David.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

ASDP Nyatakan Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

6 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Trending di ANJUNGAN