Menu

Mode Gelap
Kota Subulussalam Dilanda Defisit Anggaran, Kinerja Pemko dan DPRK Dipertanyakan Rentenir Berkedok Koperasi Disebut Kembali Marak di Kota Langsa, Warga Minta Penindakan Miris, Dua Perangkat Desa Sungai Pauh Firdaus Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa SP 1 & 2 Diberhentikan Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

JALUR

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

badge-check


 Pengurus Organda dan Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Perbesar

Pengurus Organda dan Direktur Angkutan Jalan Kemenhub

Wartatrans.com, JAKARTA – Penerapan biodesel B50 pada kendaraan angkutan jalan dinilai masih ada kendala secara teknis.

Menurut Ketua DPP Organda Adrianto Djokosoetono, kendalanya yakni jenis kendaraan yang digunakan saat ini belum dirancang untuk menggunakan bahan bakar 50% berbahan nabati atau minyak kelapa sawit (CPO) itu.

“Kita tidak (belum) siap (menggunakan B50). Karena jenis kendaraannya memang tidak disiapkan untuk menggunakan bahan bakar itu,” tutur Adrianto di sela Rapimnas Organda di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Dia mengakui bahwa para pelaku usaha angkutan jalan memang tidak memiliki banyak pilihan dalam hal penerapan mandatory B50 tersebut, sehingga mereka pun harus menyesuaikan diri pada kondisi yang ada.

Sekretaris Jenderal DPP Organda Kurnia Lesani Adnan menambahkan, untuk mengantisipasinya, secara teknis, kendaraan dengan standar mesin yang digunakan saat ini belum kompatibel dengan penggunaan B50 tersebut.

“Para operator angkutan saat ini dipastikan harus mempercepat siklus penggantian filter bahan bakar, karena dengan kondisi yang ada dapat menyumbat mesin dan menumpuk, yang artinya akan ada peningkatkan biaya operasional armada dibandingkan pada saat menggunakan solar,” ujarnya.

Karena itu pihaknya harus berimprovisasi dalam operasional, salah satunya dengan memendekkan usia pakai filter solar, meski Konsekuensinya biaya operasional menjadi meningkat.

Kementerian ESDM sebelumnya telah menargetkan implementasi B50 bakal dimulai pada 1 Juli 2026, tanpa mengubah harga jual biosolar yang sebelumnya diberlakukan di bahan bakar jenis B40.

Hal itu dikarenakan, perbedaan utama antara B40 dan B50 hanya terletak pada peningkatan komposisi FAME menjadi 50 persen, sehingga harganya dipastikan belum akan mengalami perubahan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan, Indonesia akan memberlakukan kebijakan Biodiesel 50 (B50) atau campuran minyak kelapa sawit atau CPO sebesar 50 persen terhadap solar, untuk menghemat subsidi senilai Rp48 triliun.

“Tentu ini dalam enam bulan akan ada penghematan dari fosil dan juga ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp48 triliun,” ungkap Airlangga. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk 1.590 Anak Nasabah, Perkuat Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

1 Juli 2026 - 09:05 WIB

Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Dimulai, Pelindo Perkuat Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat

1 Juli 2026 - 06:51 WIB

Optimalkan Layanan Kapal, Terminal Teluk Lamong Terapkan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian

1 Juli 2026 - 06:38 WIB

PNM Sabet Predikat Indonesia Most Trusted Companies, Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan Publik

30 Juni 2026 - 21:10 WIB

PELNI Sesuaikan Tarif Layanan Angkutan Barang Mulai 1 Juli

30 Juni 2026 - 16:12 WIB

PELNI Gandeng Plaga Farm Perkuat Layanan Keagenan Kapal dan Dukung Petani Lokal

30 Juni 2026 - 09:05 WIB

IPCC Catat Pertumbuhan 14,6%, Tegaskan Peran Strategis sebagai Penggerak Ekosistem Logistik Nasional

29 Juni 2026 - 23:09 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Trending di JALUR