Wartatrans.com, PONTIANAK – Keberadaan sungai di Kalimantan Barat, bukan sekadar bentang alam, melainkan jalur kehidupan yang menggerakkan mobilitas warga sekaligus distribusi logistik antarwilayah.
Dari aktivitas harian masyarakat hingga pergerakan kebutuhan pokok, transportasi sungai menjadi penghubung utama yang menjaga roda ekonomi dan sosial tetap berputar.

Sejalan dengan peran strategis tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat layanan penyeberangan sungai agar mobilitas masyarakat dan arus logistik antarwilayah tetap terhubung secara andal dan berkelanjutan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, peran layanan penyeberangan di Pontianak melampaui fungsi transportasi semata.
Sungai, kata dia, merupakan nadi kehidupan masyarakat yang menghubungkan berbagai peluang ekonomi dan sosial di Kalimantan Barat.
“Kami memahami sungai bukan hanya jalur perjalanan, tetapi sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, layanan penyeberangan kami hadir sebagai solusi mobilitas yang andal, mendukung aktivitas harian, memperlancar distribusi logistik, menguatkan perdagangan lokal, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” urai Heru, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, ASDP melayani sejumlah lintasan angkutan sungai, di antaranya Rasau Jaya–Teluk Batang, Rasau Jaya–Pinang Luar, Parit Sarem–Sungai Nipah, Sumber Agung–Seponti Jaya, Sungai Dekan–Kuala Buayan, Sungai Asam–Sunyat, Jangkang II–Teluk Malike, Sumpit–Ceremai, hingga Sungai Bulan Kampung Baru.
“Seluruh lintasan tersebut menjadi penghubung penting aktivitas masyarakat pesisir dan kawasan pedalaman,” ungkapnya.
Sepanjang tahun 2025, layanan ini mencatat mobilitas sebesar 1.184 penumpang dan 187.668 unit kendaraan.
Angka tersebut menegaskan fungsi strategis transportasi sungai sebagai tulang punggung konektivitas regional yang menjaga kelancaran arus manusia maupun barang.
Jaga Stabilitas Harga
General Manager ASDP Cabang Pontianak Adolf Dwidahana menambahkan, layanan penyeberangan tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga menopang distribusi pangan seperti beras, cabai, jagung, dan umbi-umbian.
“Kelancaran distribusi ini turut menjaga stabilitas harga pasar, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Adolf.
Konektivitas sungai juga membuka peluang sektor pariwisata. Wisatawan kini lebih mudah menjangkau destinasi unggulan seperti Kapuas River Cruise, Tugu Khatulistiwa, hingga Masjid Raya Mujahidin yang menjadi kebanggaan daerah.
Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP berkomitmen terus menjaga mobilitas masyarakat melalui layanan yang semakin andal, aman, dan optimal, agar konektivitas sungai tetap menjadi kekuatan pembangunan berkelanjutan bagi negeri. (omy)






















