Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

ANJUNGAN

Jelang Angleb, Kapal di Pelabuhan Ketapang Diuji Petik

badge-check


 Jelang Angleb, Kapal di Pelabuhan Ketapang Diuji Petik Perbesar

Wartatrans.com, BANYUWANGI – Jelang angkutan libur Lebaran, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi memastikan kesiapan armada angkutan laut melalui uji petik.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjung Wangi, Widodo mengungkapkan, 55 kapal disiapkan untuk melayani lintasan padat Ketapang–Gilimanuk guna mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, bisa dipastikan intensitas operasional di lintasan Selat Bali akan meningkat drastis. Bahkan, dalam kondisi puncak, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bisa mencapai ratusan dokumen per hari,” tuturnya dalam Media Relation Ditjen Hubla di Banyuwangi, Selasa (10/2/2026).

Satu hari SPB yang keluar bisa mencapai 256. Artinya, setidaknya setiap 10 menit ada keberangkatan.

risiko pelayaran di wilayah ini sangat tinggi meski jarak penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tergolong pendek, yakni hanya sekitar tiga mil laut

Untuknya kata Widodo, uji petik kapal untuk mengetahui kelaiklautan jangan sampai diabaikan.

Uji petik dilakukan menyeluruh, mulai pemeriksaan kelengkapan alat keselamatan, keandalan mesin, dan pendukung lainnya.

“Keselamatan nomor satu, tidak ada toleransi, demi zero accident di pelayaran,” tegasnya.

Dari total 55 kapal yang disiagakan, dalam kondisi normal terdapat 28 kapal yang beroperasi secara bergantian.

Sisanya tetap dalam posisi siaga untuk mendukung kelancaran jika terjadi penumpukan penumpang.

Kendala Area Labuh Selain tantangan operasional, KSOP juga menyoroti keterbatasan area labuh bagi kapal yang sedang tidak bertugas.

Menurut dia, kapal-kapal yang mengantre terpaksa labuh di kawasan Tanjung Wangi, yang berpotensi mengganggu aktivitas di Dermaga Bulusan.

“Tempat area SPB sangat terbatas. Kapal yang tidak operasi labuh di Tanjung Wangi, itu punya risiko cukup tinggi dan bisa mengganggu di Dermaga Bulusan,” tambahnya.

Sebagai informasi, selain fokus pada Ketapang–Gilimanuk, KSOP Tanjung Wangi juga mengawasi rute lain seperti Banyuwangi–Lembar (empat kapal), rute perintis Banyuwangi–Sapeken (Kapal Sabuk Nusantara), serta satu unit kapal cepat rute Boom–Benoa.

Adapun di Pelabuhan Ketapang, melayani angkutan penyeberangan yang di antaranya dilayani ASDP Indonesia Ferry, kapal perintis dilayani PELNI, dan operator swasta lainnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India

27 September 2026 - 21:14 WIB

Trending di ANJUNGAN