Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

ANJUNGAN

Jelang Angleb, Kapal di Pelabuhan Ketapang Diuji Petik

badge-check


 Jelang Angleb, Kapal di Pelabuhan Ketapang Diuji Petik Perbesar

Wartatrans.com, BANYUWANGI – Jelang angkutan libur Lebaran, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi memastikan kesiapan armada angkutan laut melalui uji petik.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjung Wangi, Widodo mengungkapkan, 55 kapal disiapkan untuk melayani lintasan padat Ketapang–Gilimanuk guna mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, bisa dipastikan intensitas operasional di lintasan Selat Bali akan meningkat drastis. Bahkan, dalam kondisi puncak, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bisa mencapai ratusan dokumen per hari,” tuturnya dalam Media Relation Ditjen Hubla di Banyuwangi, Selasa (10/2/2026).

Satu hari SPB yang keluar bisa mencapai 256. Artinya, setidaknya setiap 10 menit ada keberangkatan.

risiko pelayaran di wilayah ini sangat tinggi meski jarak penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tergolong pendek, yakni hanya sekitar tiga mil laut

Untuknya kata Widodo, uji petik kapal untuk mengetahui kelaiklautan jangan sampai diabaikan.

Uji petik dilakukan menyeluruh, mulai pemeriksaan kelengkapan alat keselamatan, keandalan mesin, dan pendukung lainnya.

“Keselamatan nomor satu, tidak ada toleransi, demi zero accident di pelayaran,” tegasnya.

Dari total 55 kapal yang disiagakan, dalam kondisi normal terdapat 28 kapal yang beroperasi secara bergantian.

Sisanya tetap dalam posisi siaga untuk mendukung kelancaran jika terjadi penumpukan penumpang.

Kendala Area Labuh Selain tantangan operasional, KSOP juga menyoroti keterbatasan area labuh bagi kapal yang sedang tidak bertugas.

Menurut dia, kapal-kapal yang mengantre terpaksa labuh di kawasan Tanjung Wangi, yang berpotensi mengganggu aktivitas di Dermaga Bulusan.

“Tempat area SPB sangat terbatas. Kapal yang tidak operasi labuh di Tanjung Wangi, itu punya risiko cukup tinggi dan bisa mengganggu di Dermaga Bulusan,” tambahnya.

Sebagai informasi, selain fokus pada Ketapang–Gilimanuk, KSOP Tanjung Wangi juga mengawasi rute lain seperti Banyuwangi–Lembar (empat kapal), rute perintis Banyuwangi–Sapeken (Kapal Sabuk Nusantara), serta satu unit kapal cepat rute Boom–Benoa.

Adapun di Pelabuhan Ketapang, melayani angkutan penyeberangan yang di antaranya dilayani ASDP Indonesia Ferry, kapal perintis dilayani PELNI, dan operator swasta lainnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

KM Bunda Maria Kandas di Perairan Paceda, Seluruh Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

15 Agustus 2026 - 08:02 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN