Menu

Mode Gelap
Kemenhub Gelar Tes Narkoba Personel Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta KCIC Raih Penghargaan Transportation Innovation Excellence 2026 Berkat Inovasi Layanan Whoosh Pulomas Tower bakal Terintegrasi dengan LRT Jakarta Aston Villa Menang 3-1 Kalahkan Indonesia All Star di GBK Semua Boleh Tepuk Tangan, Tapi Bandara Butuh Ekosistem Syahrial Abadi, Sang Inisiator Jembatan Enang-Enang, Sakit; Ratusan Warga Panjatkan Doa Kesembuhan

ANJUNGAN

Gelar Kampanye Kespel di Banten, Kemenhub Bagikan Ribuan Alat Keselamatan, Pas Kecil, dan Buku Pelaut

badge-check


 Kampanye keselamatan pelayaran di Banten Perbesar

Kampanye keselamatan pelayaran di Banten

Wartatrans.com, CILEGON –  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut   Kementerian Perhubungan memperkuat upaya peningkatan keselamatan pelayaran (kespel), khususnya bagi masyarakat pesisir dan para nelayan di wilayah Banten.

Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2025 yang digelar di Cilegon, Banten, sebagai bentuk komitmen membangun budaya keselamatan hingga ke level masyarakat akar rumput.

Pada Kampanye ini, sekaligus dibagikan 1.205 life jacket, 50 life buoy, serta diterbitkan 848 Pas Kecil dan 2.645 Buku Pelaut Merah hingga pemberian paket sembako bagi masyarakat maritim di Banten, Lampung, dan DKI Jakarta sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan keselamatan dan legalitas pelayaran

Menteri Perhubungan yang diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud dalam menegaskan, peningkatan keselamatan pelayaran bukan hanya urusan regulasi, tetapi menyangkut perlindungan nyawa dan kesejahteraan masyarakat.

“Kampanye ini bukan seremonial, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah untuk membangun budaya keselamatan. Keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kepatuhan,” tegas Dirjen Masyhud.

Menurutnya, melalui pemberian Buku Pelaut Merah, E-Pas Kecil, dan alat keselamatan, pihaknya ingin memastikan para nelayan memiliki identitas resmi, legalitas berlayar, dan akses yang lebih mudah terhadap layanan keselamatan.

“Setiap nyawa yang selamat adalah keberhasilan kita semua,” katanya.

“Upaya ini juga semakin penting menjelang periode arus puncak Natal dan Tahun Baru, terutama di jalur penyeberangan vital Merak–Bakauheni.”

Dirjen Masyhud mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, operator kapal, asosiasi, maupun masyarakat untuk terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran.

“Tidak ada kompromi dalam keselamatan. Kita harus bekerja bersama. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Dukungan Pemda untuk Kespel dan Konektivitas

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten diwakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Murtopo, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kampanye di Banten dan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Keselamatan berlayar bukan hanya kewajiban regulatif atau pemerintah, tetapi merupakan kebutuhan fundamental dalam menjamin keselamatan mobilitas arus logistik dan konektivitas antar wilayah,” ungkapnya.

Wilayah perairan Provinsi Banten memiliki peran yang sangat strategis khususnya dalam bidang pelayaran mengingat adanya pelayaran Selat Sunda yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Dengan melihat potensi yang ada dan aktivitas pelayaran yang padat, dia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat tata kelola keselamatan pelayaran serta meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan transportasi laut di Banten semakin aman dan berkualitas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi maritim daerah.

“Dengan pelayaran yang aman dan operasi bongkar muat yang tertib, ekonomi daerah akan semakin kuat. Industri tumbuh dan pelayanan publik meningkat,” ujarnya.

Program Nyata untuk Masyarakat dan Nelayan

Sementara itu, Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Capt. Hendri Ginting, memaparkan berbagai bentuk dukungan langsung yang diberikan pemerintah seperti pembagian life jacket dan life buoy gratis, menerbitkan Pas Kecil, dan Buku Pelaut Merah bagi masyarakat.

“Langkah ini merupakan upaya memperluas jangkauan layanan keselamatan. Seluruh bantuan ini fokusnya satu, yaitu memastikan masyarakat dan nelayan berlayar dengan lebih aman. Pemerintah hadir untuk melindungi, bukan hanya mengawasi,” ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh 255 peserta dari berbagai instansi dan unsur pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, operator pelayaran, serta perwakilan nelayan.

Selain pemberian alat keselamatan, kegiatan juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kelancaran dan keamanan transportasi di wilayah Merak–Bakauheni, serta penyampaian materi dari Kantor SAR Banten, BMKG Maritim Merak, dan AMSAT International. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Antisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan Pelabuhan

31 Juli 2026 - 16:20 WIB

Semester II-2026 jadi Momentum Perbaikan Menguat, HIS Jaga Arus Kas Operasi

31 Juli 2026 - 16:14 WIB

Temu Teknis RSO 2026 Fokus Evaluasi ISPS Code dan Mitigasi Ancaman di Lapangan

31 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa dan KSOP Gelar Evaluasi Kinerja Operasional Triwulan II

31 Juli 2026 - 09:16 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

31 Juli 2026 - 09:06 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN, Perkuat Komitmen Hijau Lewat Riset Keanekaragaman Hayati

31 Juli 2026 - 08:58 WIB

Berkat Program Upcycle Life Jacket, PELNI Sabet Anugerah ESG 2026

30 Juli 2026 - 17:03 WIB

Yes! Stimulus Sektor Transportasi Berupa Diskon Tarif di Libur Sekolah Capai Target

29 Juli 2026 - 22:36 WIB

ASDP Patuhi Operasional Penyeberangan Selat Bali Hadapi Cuaca Ekstrem

29 Juli 2026 - 22:09 WIB

Dirut PTP Nonpetikemas Sebut Pentingnya Penguatan Komunikasi Publik

29 Juli 2026 - 20:34 WIB

Trending di ANJUNGAN