Menu

Mode Gelap
Menuju Ekosistem Ekonomi Blockchain, Kota Bandung Siapkan 475 Angkot KLG Gratis Layanan TransJakarta Dijual Rp500 Ribu di Sosmed? Kemenkraf Gelar Bazar Sinema Rakyat Seharian di GOS Takengon Tanoh Gayo Siap Lahirkan Sineas Muda, Kemenkraf Gelar Workshop Sinema Rakyat di Takengon KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis AMPB Setiap Hari Demo Bank Mandiri, Sebagian Besar Warganet tidak Simpati Lagi

ANJUNGAN

Gelar Kampanye Kespel di Banten, Kemenhub Bagikan Ribuan Alat Keselamatan, Pas Kecil, dan Buku Pelaut

badge-check


 Kampanye keselamatan pelayaran di Banten Perbesar

Kampanye keselamatan pelayaran di Banten

Wartatrans.com, CILEGON –  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut   Kementerian Perhubungan memperkuat upaya peningkatan keselamatan pelayaran (kespel), khususnya bagi masyarakat pesisir dan para nelayan di wilayah Banten.

Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2025 yang digelar di Cilegon, Banten, sebagai bentuk komitmen membangun budaya keselamatan hingga ke level masyarakat akar rumput.

Pada Kampanye ini, sekaligus dibagikan 1.205 life jacket, 50 life buoy, serta diterbitkan 848 Pas Kecil dan 2.645 Buku Pelaut Merah hingga pemberian paket sembako bagi masyarakat maritim di Banten, Lampung, dan DKI Jakarta sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan keselamatan dan legalitas pelayaran

Menteri Perhubungan yang diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud dalam menegaskan, peningkatan keselamatan pelayaran bukan hanya urusan regulasi, tetapi menyangkut perlindungan nyawa dan kesejahteraan masyarakat.

“Kampanye ini bukan seremonial, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah untuk membangun budaya keselamatan. Keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kepatuhan,” tegas Dirjen Masyhud.

Menurutnya, melalui pemberian Buku Pelaut Merah, E-Pas Kecil, dan alat keselamatan, pihaknya ingin memastikan para nelayan memiliki identitas resmi, legalitas berlayar, dan akses yang lebih mudah terhadap layanan keselamatan.

“Setiap nyawa yang selamat adalah keberhasilan kita semua,” katanya.

“Upaya ini juga semakin penting menjelang periode arus puncak Natal dan Tahun Baru, terutama di jalur penyeberangan vital Merak–Bakauheni.”

Dirjen Masyhud mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, operator kapal, asosiasi, maupun masyarakat untuk terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran.

“Tidak ada kompromi dalam keselamatan. Kita harus bekerja bersama. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Dukungan Pemda untuk Kespel dan Konektivitas

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten diwakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Murtopo, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kampanye di Banten dan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Keselamatan berlayar bukan hanya kewajiban regulatif atau pemerintah, tetapi merupakan kebutuhan fundamental dalam menjamin keselamatan mobilitas arus logistik dan konektivitas antar wilayah,” ungkapnya.

Wilayah perairan Provinsi Banten memiliki peran yang sangat strategis khususnya dalam bidang pelayaran mengingat adanya pelayaran Selat Sunda yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Dengan melihat potensi yang ada dan aktivitas pelayaran yang padat, dia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat tata kelola keselamatan pelayaran serta meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan transportasi laut di Banten semakin aman dan berkualitas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi maritim daerah.

“Dengan pelayaran yang aman dan operasi bongkar muat yang tertib, ekonomi daerah akan semakin kuat. Industri tumbuh dan pelayanan publik meningkat,” ujarnya.

Program Nyata untuk Masyarakat dan Nelayan

Sementara itu, Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Capt. Hendri Ginting, memaparkan berbagai bentuk dukungan langsung yang diberikan pemerintah seperti pembagian life jacket dan life buoy gratis, menerbitkan Pas Kecil, dan Buku Pelaut Merah bagi masyarakat.

“Langkah ini merupakan upaya memperluas jangkauan layanan keselamatan. Seluruh bantuan ini fokusnya satu, yaitu memastikan masyarakat dan nelayan berlayar dengan lebih aman. Pemerintah hadir untuk melindungi, bukan hanya mengawasi,” ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh 255 peserta dari berbagai instansi dan unsur pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, operator pelayaran, serta perwakilan nelayan.

Selain pemberian alat keselamatan, kegiatan juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kelancaran dan keamanan transportasi di wilayah Merak–Bakauheni, serta penyampaian materi dari Kantor SAR Banten, BMKG Maritim Merak, dan AMSAT International. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perluas Pencarian Penumpang KM Virgo Transport 8, Ditjen Hubla Kerahkan KN. Grantin P. 211

17 September 2026 - 15:28 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Memasuki Babak Baru sebagai Penggerak Integrasi Ekosistem Maritim

16 September 2026 - 22:41 WIB

Pelindo Regional 2 Buka Pintu bagi SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Perkenalkan Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa

16 September 2026 - 20:53 WIB

Pelindo Luncurkan Onshore Power Supply Kapasitas 500 kVA di Tanjung Priok

16 September 2026 - 20:47 WIB

Menhub Dudy Kumpulkan Jajaran Ditjen Hubla: Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan Pelayaran!

16 September 2026 - 11:44 WIB

Laba Bersih PJM Grup Melonjak Hampir Dua kali Lipat, Tumbuh 99,43% Sepanjang Januari-Agustus 2026

16 September 2026 - 08:21 WIB

Kemenhub dan Tim SAR Optimalkan Pencarian 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang Tenggelam

15 September 2026 - 19:03 WIB

Insiden KM Virgo Transport 8, BKI Tegaskan Komitmen pada Keselamatan Pelayaran

15 September 2026 - 11:31 WIB

Kolaborasi PTP Nonpetikemas dan UNIBA Madura Dorong Industrialisasi Kawasan

15 September 2026 - 11:19 WIB

Trending di ANJUNGAN