Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

RAGAM

Harga Ikan Melambung, Masyarakat Takengon Menjerit

badge-check


 Harga Ikan Melambung, Masyarakat Takengon Menjerit Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Harga ikan di Pasar Bawah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami kenaikan signifikan akibat minimnya pasokan.

Kondisi ini dipicu cuaca buruk berupa angin kencang di perairan Aceh yang menghambat aktivitas nelayan melaut.

Takengon yang berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut selama ini bergantung pada pasokan ikan dari sejumlah daerah pesisir, seperti Banda Aceh, Meulaboh, Idi, Peudada, Merdu, Panton Labu, hingga Belawan. Namun, pasokan dari wilayah tersebut menurun drastis dalam beberapa hari terakhir.

Agusni, seorang pedagang ikan di Pasar Bawah Takengon, mengatakan pasar kini tampak sepi akibat cuaca buruk yang berkepanjangan.

“Kalau musim angin timur tiba, nelayan di pesisir memang banyak yang tidak bisa melaut. Sekarang pasokan ikan sangat sedikit,” ujarnya.

Cuaca ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Aceh yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memaksa banyak nelayan pesisir barat dan selatan Aceh memilih bertahan di darat demi keselamatan. Nelayan yang tetap melaut pun mengaku hasil tangkapan menurun drastis.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga ikan di tingkat konsumen. Agusni menambahkan, masyarakat mulai mengeluhkan mahalnya harga ikan di pasar. “Kasihan masyarakat, banyak yang mengeluh karena harga ikan semakin tinggi,” katanya.

Selain memberatkan konsumen, minimnya pasokan ikan juga berdampak pada omzet pedagang. Pasar yang biasanya ramai dan riuh kini terlihat lengang, dengan aktivitas jual beli yang menurun tajam.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

The Meru Sanur Sabet Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026

12 April 2026 - 12:47 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelabuhan Pangkal Balam Perkuat Komitmen Jaga Layanan Bersama Mitra

11 April 2026 - 11:39 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Dinilai Sukses Kelola Mudik 2026

10 April 2026 - 20:20 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Trending di ANJUNGAN