Wartatrans.com, TAKENGON — Harga ikan di Pasar Bawah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami kenaikan signifikan akibat minimnya pasokan.
Kondisi ini dipicu cuaca buruk berupa angin kencang di perairan Aceh yang menghambat aktivitas nelayan melaut.

Takengon yang berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut selama ini bergantung pada pasokan ikan dari sejumlah daerah pesisir, seperti Banda Aceh, Meulaboh, Idi, Peudada, Merdu, Panton Labu, hingga Belawan. Namun, pasokan dari wilayah tersebut menurun drastis dalam beberapa hari terakhir.

Agusni, seorang pedagang ikan di Pasar Bawah Takengon, mengatakan pasar kini tampak sepi akibat cuaca buruk yang berkepanjangan.
“Kalau musim angin timur tiba, nelayan di pesisir memang banyak yang tidak bisa melaut. Sekarang pasokan ikan sangat sedikit,” ujarnya.
Cuaca ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Aceh yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memaksa banyak nelayan pesisir barat dan selatan Aceh memilih bertahan di darat demi keselamatan. Nelayan yang tetap melaut pun mengaku hasil tangkapan menurun drastis.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga ikan di tingkat konsumen. Agusni menambahkan, masyarakat mulai mengeluhkan mahalnya harga ikan di pasar. “Kasihan masyarakat, banyak yang mengeluh karena harga ikan semakin tinggi,” katanya.
Selain memberatkan konsumen, minimnya pasokan ikan juga berdampak pada omzet pedagang. Pasar yang biasanya ramai dan riuh kini terlihat lengang, dengan aktivitas jual beli yang menurun tajam.*** (Kamaruzzaman)




















