Menu ✖

Mode Gelap
GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap dan Ditahan di Mako Brimob Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo Tiga Academia Bikin Heboh Panggung D’Academy 8, Ari Sampang Sementara Teratas Virtual Gift Raffi Ahmad Batal Tampil di GSI Youth Fest Hero Summit  Kemenhub Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

RAGAM

Harga Ikan Melambung, Masyarakat Takengon Menjerit

badge-check


 Harga Ikan Melambung, Masyarakat Takengon Menjerit Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Harga ikan di Pasar Bawah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami kenaikan signifikan akibat minimnya pasokan.

Kondisi ini dipicu cuaca buruk berupa angin kencang di perairan Aceh yang menghambat aktivitas nelayan melaut.

Takengon yang berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut selama ini bergantung pada pasokan ikan dari sejumlah daerah pesisir, seperti Banda Aceh, Meulaboh, Idi, Peudada, Merdu, Panton Labu, hingga Belawan. Namun, pasokan dari wilayah tersebut menurun drastis dalam beberapa hari terakhir.

Agusni, seorang pedagang ikan di Pasar Bawah Takengon, mengatakan pasar kini tampak sepi akibat cuaca buruk yang berkepanjangan.

“Kalau musim angin timur tiba, nelayan di pesisir memang banyak yang tidak bisa melaut. Sekarang pasokan ikan sangat sedikit,” ujarnya.

Cuaca ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Aceh yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memaksa banyak nelayan pesisir barat dan selatan Aceh memilih bertahan di darat demi keselamatan. Nelayan yang tetap melaut pun mengaku hasil tangkapan menurun drastis.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga ikan di tingkat konsumen. Agusni menambahkan, masyarakat mulai mengeluhkan mahalnya harga ikan di pasar. “Kasihan masyarakat, banyak yang mengeluh karena harga ikan semakin tinggi,” katanya.

Selain memberatkan konsumen, minimnya pasokan ikan juga berdampak pada omzet pedagang. Pasar yang biasanya ramai dan riuh kini terlihat lengang, dengan aktivitas jual beli yang menurun tajam.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo

3 November 2026 - 16:07 WIB

Tiga Academia Bikin Heboh Panggung D’Academy 8, Ari Sampang Sementara Teratas Virtual Gift

3 November 2026 - 15:48 WIB

Empat Bulan Tinggal di Hunian Senen, Sahrul: Kami Berharap Bisa Menetap Selamanya

3 November 2026 - 13:42 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

Danrem 182/JO dan Ketua Persit Kunjungi Kodim 1806/Teluk Bintuni, Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Prajurit

3 November 2026 - 12:14 WIB

Pendapatan Hasnur di Kuartal III-2026 Meningkat 5,57%

3 November 2026 - 09:55 WIB

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

3 November 2026 - 08:26 WIB

PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah

3 November 2026 - 01:43 WIB

Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031

3 November 2026 - 01:39 WIB

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Trending di NASIONAL