Menu

Mode Gelap
Top 10 Stasiun KA Jarak Jauh Layani 23,15 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Pasar Senen Jadi yang Tersibuk Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

RAGAM

Harga Ikan Melambung, Masyarakat Takengon Menjerit

badge-check


 Harga Ikan Melambung, Masyarakat Takengon Menjerit Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Harga ikan di Pasar Bawah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami kenaikan signifikan akibat minimnya pasokan.

Kondisi ini dipicu cuaca buruk berupa angin kencang di perairan Aceh yang menghambat aktivitas nelayan melaut.

Takengon yang berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut selama ini bergantung pada pasokan ikan dari sejumlah daerah pesisir, seperti Banda Aceh, Meulaboh, Idi, Peudada, Merdu, Panton Labu, hingga Belawan. Namun, pasokan dari wilayah tersebut menurun drastis dalam beberapa hari terakhir.

Agusni, seorang pedagang ikan di Pasar Bawah Takengon, mengatakan pasar kini tampak sepi akibat cuaca buruk yang berkepanjangan.

“Kalau musim angin timur tiba, nelayan di pesisir memang banyak yang tidak bisa melaut. Sekarang pasokan ikan sangat sedikit,” ujarnya.

Cuaca ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Aceh yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memaksa banyak nelayan pesisir barat dan selatan Aceh memilih bertahan di darat demi keselamatan. Nelayan yang tetap melaut pun mengaku hasil tangkapan menurun drastis.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga ikan di tingkat konsumen. Agusni menambahkan, masyarakat mulai mengeluhkan mahalnya harga ikan di pasar. “Kasihan masyarakat, banyak yang mengeluh karena harga ikan semakin tinggi,” katanya.

Selain memberatkan konsumen, minimnya pasokan ikan juga berdampak pada omzet pedagang. Pasar yang biasanya ramai dan riuh kini terlihat lengang, dengan aktivitas jual beli yang menurun tajam.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5

8 Juli 2026 - 09:30 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee

7 Juli 2026 - 20:04 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trending di RAGAM