Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

PERON

KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis

badge-check


 Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI. Perbesar

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI.

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memaparkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dalam perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Yogyakarta ke Jakarta pada Rabu (8/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menjelaskan bahwa RUPS digelar pada 30 Juli 2026 tidak hanya membahas capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025, tetapi juga menetapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat operasional, mengoptimalkan aset, mengembangkan model bisnis, serta mendorong integrasi industri perkeretaapian nasional.

Bobby menjelaskan bahwa struktur kepemilikan saham PT KAI saat ini terdiri atas 99 persen milik Danantara Asset Management dan 1 persen milik Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai Holding Operasional BUMN. Dengan demikian, KAI tetap berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Pada 30 Juli lalu kami melaksanakan RUPS bersama pemegang saham. RUPS berlangsung singkat dengan enam agenda, mulai dari penyampaian laporan kinerja Tahun Buku 2025 hingga perubahan pengurus perusahaan,” ujar Bobby pada perjalanan KLB bersama awak media.

Dalam RUPS tersebut, perubahan hanya terjadi pada nomenklatur organisasi dan satu posisi direksi, sedangkan susunan Dewan Komisaris tetap.

Perubahan nomenklatur dilakukan untuk memperkuat fungsi operasional perusahaan. Jabatan Direktur Keselamatan, Direktur Operasi, serta Direktur Sarana dan Prasarana diubah menjadi Direktur Operasi Prasarana Keselamatan Area 1, Direktur Operasi Keselamatan Area 2, dan Direktur Pengelolaan Sarana.

“Basis bisnis KAI adalah operasi. Karena itu, operasional harus semakin unggul sehingga kami memperkuat tiga area tersebut,” kata Bobby.

Kurangi Ketergantungan pada Pendapatan Tiket

Bobby mengungkapkan bahwa sekitar 96 persen pendapatan KAI saat ini masih berasal dari bisnis angkutan kereta api atau farebox, sedangkan pendapatan non-tiket (non-farebox) baru mencapai sekitar 4 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan operator kereta di berbagai negara maju seperti Japan Railways, MTR Hong Kong, maupun Deutsche Bahn di Jerman yang telah memiliki kontribusi pendapatan non-farebox dalam porsi yang jauh lebih besar.

“Kami ingin bergerak ke arah itu. Seperti transformasi yang dilakukan Angkasa Pura yang kini tidak hanya mengandalkan bisnis penerbangan, tetapi juga mengembangkan sektor hospitality, properti, dan real estate,” jelasnya.

Sejak bergabung memimpin KAI pada Agustus tahun lalu, Bobby mengatakan perusahaan telah menyusun empat pilar transformasi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Optimalkan Aset untuk Tingkatkan Return on Asset

Pilar kedua adalah optimalisasi aset perusahaan yang selama ini dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Bobby menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar BUMN mampu meningkatkan Return on Asset (ROA) hingga 6 persen. Sementara saat ini ROA KAI masih berada di kisaran 2,1 persen.

“Kami mulai memberdayakan aset-aset yang selama ini under leverage. Berbagai proyek seperti pengembangan kawasan Manggarai, Gambir, hingga Bandung merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai aset perusahaan sehingga ROA dapat meningkat menuju target 6 persen,” ujarnya.

Kembangkan Model Bisnis Baru untuk 560 Juta Pelanggan

Pada 2025, KAI mencatat jumlah pelanggan mencapai sekitar 503 juta orang. Tahun 2026, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 12 persen menjadi 550–560 juta pelanggan.
Bobby menilai besarnya jumlah pelanggan harus diikuti dengan diversifikasi model bisnis.

“Selama ini hubungan bisnis dengan pelanggan hanya sebatas membeli tiket, melakukan perjalanan, kemudian membeli tiket kembali untuk pulang. Ke depan kami ingin menghadirkan berbagai model bisnis baru, termasuk layanan yang lebih terintegrasi sehingga nilai tambah bagi pelanggan semakin besar,” katanya.

Bangun Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional

Pilar keempat adalah penguatan industri perkeretaapian nasional agar berkembang seiring peningkatan layanan transportasi publik.

Bobby mencontohkan keberhasilan China yang dalam dua dekade terakhir membangun jaringan rel sepanjang sekitar 120 ribu kilometer, termasuk 60 ribu kilometer jalur kereta cepat.

Menurutnya, kemajuan layanan transportasi di negara-negara seperti China, Jepang, dan Eropa selalu berjalan seiring dengan berkembangnya industri perkeretaapiannya.

“Jangan sampai layanan kereta api kita maju, tetapi industrinya tertinggal. Indonesia membutuhkan industrialisasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, KAI mulai mengintegrasikan PT Industri Kereta Api (INKA) ke dalam ekosistem perkeretaapian nasional.

“Selama ini INKA berjalan sendiri, KAI membeli lokomotif dan INKA hanya menjadi salah satu vendor. Ke depan kami ingin melihat seluruh rantai nilai sebagai satu ekosistem agar industri dan layanan kereta api nasional dapat berkembang secara bersama,” tutur Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA