Menu

Mode Gelap
Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi KSOP Muara Angke Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Pencegahan Kebakaran Kapal Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028 Uji Coba 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kirim 273,6 Ton Ikan Senilai Rp11,1 Miliar

PERON

KAI Hadirkan Rail Clinic di Garut, Subang, dan Bandar Lampung, Perluas Akses Layanan Kesehatan Warga

badge-check


 KAI Hadirkan Rail Clinic di Garut, Subang, dan Bandar Lampung, Perluas Akses Layanan Kesehatan Warga Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan layanan Rail Clinic di tiga wilayah sepanjang Semester I 2026 sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di sekitar jalur kereta api.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menyasar Stasiun Bumiwaluya di Kabupaten Garut, Stasiun Cipunagara di Kabupaten Subang, serta Stasiun Sukamenanti di Kota Bandar Lampung, dengan menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis, pemberian obat, hingga edukasi kesehatan bagi warga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Rail Clinic menjadi salah satu program KAI untuk mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api. Melalui layanan ini, warga dapat memeriksakan kondisi tubuh, berkonsultasi dengan tenaga medis, memperoleh obat sesuai hasil pemeriksaan, serta mendapatkan edukasi kesehatan.

“Rail Clinic membawa layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat. KAI ingin kehadiran kereta api dirasakan sampai ke ruang hidup warga, terutama mereka yang berada di sekitar stasiun dan jalur kereta api,” ujar Anne.

Di dalam Rail Clinic tersedia ruang pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, layanan kebidanan dengan fasilitas USG, laboratorium sederhana, pemeriksaan mata, hingga apotek. Fasilitas tersebut membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar dalam satu rangkaian kereta.

Berdasarkan publikasi BPS Kecamatan Malangbong Dalam Angka 2025, Citeras berjarak sekitar 3 km dari ibu kota Kecamatan Malangbong dan 35 km dari ibu kota Kabupaten Garut. Data BPS juga mencatat Kecamatan Malangbong memiliki 1 rumah sakit, 1 puskesmas rawat inap, 1 puskesmas tanpa rawat inap, dan 7 apotek.

Anne menjelaskan, layanan jemput bola tetap memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar stasiun. Rail Clinic memberi kesempatan bagi warga untuk memperoleh pemeriksaan awal secara lebih dekat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, biaya perjalanan, atau perlu pendampingan keluarga saat mengakses layanan kesehatan.

“Bagi sebagian warga, pemeriksaan kesehatan sering tertunda karena aktivitas harian, jarak tempuh, biaya perjalanan, atau kebutuhan untuk didampingi keluarga. Saat Rail Clinic hadir di stasiun, pemeriksaan menjadi lebih mudah dijangkau,” kata Anne.

Di Bumiwaluya, Rail Clinic menyapa masyarakat Garut yang tinggal di sekitar Stasiun Bumiwaluya. Warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar, para lansia mendapat perhatian medis, ibu dan anak memperoleh layanan kesehatan, sementara anak-anak sekolah mendapat ruang edukasi melalui Rail Library.

Rail Library di Bumiwaluya memberi pengalaman membaca yang dekat dengan anak-anak. Mereka dapat melihat langsung koleksi bacaan, duduk bersama teman-temannya, serta mengenal stasiun dan kereta api sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

Di Cipunagara, Kabupaten Subang, layanan Rail Clinic juga dirangkaikan dengan Rail Library. KAI menyiapkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar stasiun, dengan dukungan tenaga medis dan fasilitas pemeriksaan di dalam rangkaian Rail Clinic.

Di dalam Rail Library tersedia rak-rak buku dengan beragam koleksi bacaan yang dapat diakses pengunjung. Rail Library juga dilengkapi ruang baca dengan fasilitas sofa dan area lesehan berkarpet agar anak-anak dapat membaca dengan lebih santai dan betah.

Selain koleksi buku cetak, Rail Library menghadirkan layanan digital melalui enam unit komputer yang terhubung dengan sistem e-library. Para siswa dapat mengakses bahan bacaan digital, konten edukatif, hingga tayangan audio visual yang tersambung dengan jaringan internet.

“Di Bumiwaluya dan Cipunagara, Rail Clinic dan Rail Library menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus memperluas literasi. Setiap kegiatan menghadirkan cerita yang menyentuh. Ada anak-anak yang semakin dekat dengan buku, ada ibu yang memastikan tumbuh kembang anaknya, dan ada para lansia yang merasa lebih tenang setelah diperiksa. KAI bersyukur dapat mendampingi mereka,” ujar Anne.

Sementara itu, di Stasiun Sukamenanti, Kota Bandar Lampung, Rail Clinic hadir bagi masyarakat Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, dan sekitarnya. Berdasarkan publikasi BPS Kecamatan Panjang Dalam Angka 2025, Pidada berjarak sekitar 3 km dari ibu kota Kecamatan Panjang dan 8 km dari pusat Kota Bandar Lampung. Di tingkat kecamatan, Panjang tercatat belum memiliki rumah sakit, dengan 1 puskesmas rawat inap dan 3 apotek.

Menurut Anne, kehadiran Rail Clinic di Sukamenanti membantu memperluas akses pemeriksaan kesehatan dasar bagi warga sekitar stasiun. Layanan ini berfokus pada pemeriksaan umum, kebidanan, mata, gigi, kesehatan ibu dan anak, laboratorium sederhana, pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan, serta penyuluhan kesehatan.

“Rail Clinic tidak menggantikan peran fasilitas kesehatan yang sudah ada. Kehadirannya membantu memperluas jangkauan layanan dasar, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan awal, konsultasi, dan edukasi kesehatan secara langsung di dekat tempat tinggal mereka,” kata Anne.

Anne menyampaikan, kereta api memiliki peran sosial yang luas. Selain melayani perjalanan dan menghubungkan wilayah, kereta api juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“KAI ingin masyarakat merasakan bahwa kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan mereka. Saat kereta kesehatan datang ke stasiun, yang hadir adalah perhatian, sapaan, dan kepedulian,” ujar Anne.

Melalui Rail Clinic dan Rail Library, KAI terus menguatkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Kesehatan, literasi, edukasi, serta kedekatan dengan komunitas menjadi bagian penting dari cara KAI membangun hubungan yang lebih hangat dengan warga di sekitar jalur kereta api.

“Rail Clinic membawa dokter, tenaga kesehatan, dan edukasi kesehatan ke tengah masyarakat. Di Bumiwaluya dan Cipunagara, Rail Library menambah ruang belajar bagi anak-anak. Dari stasiun kecil, layanan ini menghadirkan manfaat yang dekat dengan kebutuhan warga,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak

23 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Libur Panjang Maulid, KAI Daop 1 Catat 38.842 Pelanggan Berangkat dalam Sehari

23 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Kereta Compartment Suite Cetak Rekor Pelanggan Tertinggi, Naik 51,47% hingga Juli 2026

23 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung

22 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen

22 Agustus 2026 - 21:10 WIB

KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games

22 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Juli 2026, Rekor Baru! Hampir 97 Ribu Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh

22 Agustus 2026 - 20:48 WIB

KAI Services Naik Kelas, Raih Corporate Entrepreneurial Marketing Award 2026

22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

KAI Gelar Groundbreaking Hunian Manggarai, Dekatkan Tempat Tinggal dengan Transportasi Publik

21 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Hunian Manggarai Resmi Dibangun, Sediakan 3.784 Unit Rumah Terjangkau Terintegrasi Transportasi

21 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trending di NASIONAL