Menu ✖

Mode Gelap
INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

PERON

Laba KAI Group Naik jadi Rp2,28 Triliun pada 2025, Ditopang Efisiensi dan Kinerja Operasional

badge-check


 Laba KAI Group Naik jadi Rp2,28 Triliun pada 2025, Ditopang Efisiensi dan Kinerja Operasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja keuangan konsolidasian yang positif sepanjang Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, KAI Group membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun, meningkat 2,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,22 triliun.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, penguatan arus kas, serta tingginya volume layanan penumpang dan angkutan barang sepanjang 2025.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, capaian tersebut memiliki arti penting karena kesehatan keuangan perusahaan berkaitan langsung dengan kemampuan KAI menjaga layanan yang digunakan masyarakat setiap hari.

“Kinerja keuangan yang sehat membuat KAI memiliki ruang lebih kuat untuk menjaga keselamatan perjalanan, merawat sarana, memastikan kesiapan operasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Bagi pelanggan, ini berarti perjalanan dengan kereta api dapat terus diandalkan untuk bekerja, sekolah, berusaha, berwisata, maupun bertemu keluarga,” ujar Anne.

Sepanjang 2025, skala layanan KAI Group tetap besar. Perusahaan melayani 503.549.740 pelanggan dan 69.791.691 ton barang. Di balik angka tersebut, kereta api hadir dalam banyak kebutuhan masyarakat, mulai dari mobilitas harian di kawasan perkotaan, perjalanan antarkota, hingga distribusi logistik yang mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Dari sisi pendapatan, KAI Group membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp35,76 triliun pada 2025. Angka tersebut relatif terjaga dibandingkan 2024 sebesar Rp36,11 triliun. Pada saat yang sama, laba usaha KAI Group meningkat 10,35% menjadi Rp8,39 triliun dari sebelumnya Rp7,60 triliun.

Anne menjelaskan, peningkatan laba usaha tersebut menunjukkan bahwa KAI mampu mengelola perusahaan secara lebih efisien. Beban pokok pendapatan tercatat Rp23,02 triliun, lebih rendah dibandingkan 2024 sebesar Rp23,27 triliun. Beban usaha juga turun dari Rp5,23 triliun pada 2024 menjadi Rp4,35 triliun pada 2025. Dengan pengelolaan tersebut, laba sebelum pajak KAI Group naik 12,20% menjadi Rp3,71 triliun.

“Efisiensi di KAI diarahkan agar manfaatnya kembali kepada pelanggan. Pengelolaan biaya yang baik membantu perusahaan menjaga ketepatan waktu, kenyamanan di stasiun dan di perjalanan, kesiapan sarana, serta perawatan fasilitas yang mendukung pengalaman pelanggan,” kata Anne.

Kinerja kas KAI Group juga semakin kuat. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp7,15 triliun, naik 36,43% dibandingkan 2024 sebesar Rp5,24 triliun. Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp28,59 triliun, tumbuh 12,68% dari tahun sebelumnya sebesar Rp25,37 triliun. Kas dan setara kas pada akhir 2025 turut meningkat 37,22% menjadi Rp6,76 triliun.

Menurut Anne, arus kas operasi yang kuat menjadi salah satu dasar penting bagi keberlanjutan layanan. Dalam bisnis perkeretaapian, kesiapan layanan membutuhkan biaya yang besar dan berkesinambungan, mulai dari perawatan lokomotif, kereta, gerbong, fasilitas stasiun, sistem pelayanan, hingga dukungan operasional di berbagai daerah.

Dari sisi posisi keuangan, total aset KAI Group mencapai Rp105,43 triliun, naik 8,58% dibandingkan 2024 sebesar Rp97,10 triliun. Ekuitas meningkat 11,23% menjadi Rp39,29 triliun. Sementara itu, aset tetap naik 26,84% menjadi Rp37,30 triliun, yang memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjaga kesiapan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung layanan.

Anne menegaskan, KAI memandang kinerja keuangan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga layanan publik berbasis rel. Semakin sehat perusahaan, semakin kuat pula kemampuan KAI untuk melayani masyarakat secara konsisten, aman, dan berkelanjutan.

“Bagi KAI, angka-angka dalam kinerja keuangan harus bermuara pada pelayanan. Setiap penguatan perusahaan harus membantu pelanggan mendapatkan layanan kereta api yang aman, nyaman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA