Menu ✖

Mode Gelap
INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

PERON

KKP Salurkan 12 Excavator untuk Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana di Sumatra

badge-check


 KKP Salurkan 12 Excavator untuk Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana di Sumatra Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan 12 unit excavator untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan pascabencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan alat berat tersebut difokuskan untuk memulihkan sarana dan prasarana perikanan yang rusak akibat banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda ketiga wilayah tersebut pada akhir tahun lalu. Excavator akan digunakan untuk memperbaiki tambak, kolam, saluran irigasi perikanan, hingga akses produksi masyarakat.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemulihan usaha para pembudi daya ikan di daerah terdampak bencana.

“Bantuan excavator ini bukan sekadar dukungan alat berat, tetapi bagian dari upaya mempercepat bangkitnya aktivitas usaha pembudi daya di daerah terdampak bencana,” kata Tb Haeru Rahayu dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pria yang akrab disapa Tebe itu menjelaskan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, excavator memiliki peran penting untuk mempercepat pembersihan material bencana, rehabilitasi jaringan irigasi, normalisasi saluran, perbaikan tambak dan kolam, hingga penataan kembali kawasan perikanan budi daya.

“Ketika tambak, kolam, dan saluran air pulih, maka harapan pembudi daya untuk kembali berproduksi juga ikut pulih. Inilah yang ingin kita dorong, agar roda ekonomi daerah terus bergerak,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Syafrizal, mengapresiasi bantuan dari KKP tersebut. Ia mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak cukup besar terhadap sektor perikanan budi daya, terutama tambak dan kolam milik masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.

“Alhamdulillah, bantuan excavator dari KKP ini sangat bermanfaat, terutama untuk normalisasi saluran, mengatasi sedimentasi, serta mendukung rehabilitasi tambak dan kolam masyarakat yang terdampak bencana. Masyarakat memang sangat membutuhkan percepatan pemulihan infrastruktur ini,” kata Syafrizal.

Menurutnya, keberadaan excavator juga akan memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Apabila kembali terjadi kerusakan, alat tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan awal pada saluran dan fasilitas perikanan budi daya.

Senada, Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Muhammad Jafar, menyebut bantuan excavator menjadi harapan bagi masyarakat di wilayahnya. Ia mengungkapkan banjir yang terjadi menyebabkan kerusakan pada kawasan tambak, kolam, dan muara sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pemulihan.

“Bantuan excavator ini rahmat bagi kami. Banyak tambak dan kolam rusak dan tidak mungkin dikerjakan secara manual. Dengan alat berat ini, kami berharap normalisasi tambak dan saluran bisa lebih cepat dilakukan, sehingga masyarakat pembudi daya bisa kembali berusaha,” ujar Muhammad Jafar.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA