Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERON

KKP Salurkan 12 Excavator untuk Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana di Sumatra

badge-check


 KKP Salurkan 12 Excavator untuk Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana di Sumatra Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan 12 unit excavator untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan pascabencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan alat berat tersebut difokuskan untuk memulihkan sarana dan prasarana perikanan yang rusak akibat banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda ketiga wilayah tersebut pada akhir tahun lalu. Excavator akan digunakan untuk memperbaiki tambak, kolam, saluran irigasi perikanan, hingga akses produksi masyarakat.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemulihan usaha para pembudi daya ikan di daerah terdampak bencana.

“Bantuan excavator ini bukan sekadar dukungan alat berat, tetapi bagian dari upaya mempercepat bangkitnya aktivitas usaha pembudi daya di daerah terdampak bencana,” kata Tb Haeru Rahayu dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pria yang akrab disapa Tebe itu menjelaskan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, excavator memiliki peran penting untuk mempercepat pembersihan material bencana, rehabilitasi jaringan irigasi, normalisasi saluran, perbaikan tambak dan kolam, hingga penataan kembali kawasan perikanan budi daya.

“Ketika tambak, kolam, dan saluran air pulih, maka harapan pembudi daya untuk kembali berproduksi juga ikut pulih. Inilah yang ingin kita dorong, agar roda ekonomi daerah terus bergerak,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Syafrizal, mengapresiasi bantuan dari KKP tersebut. Ia mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak cukup besar terhadap sektor perikanan budi daya, terutama tambak dan kolam milik masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.

“Alhamdulillah, bantuan excavator dari KKP ini sangat bermanfaat, terutama untuk normalisasi saluran, mengatasi sedimentasi, serta mendukung rehabilitasi tambak dan kolam masyarakat yang terdampak bencana. Masyarakat memang sangat membutuhkan percepatan pemulihan infrastruktur ini,” kata Syafrizal.

Menurutnya, keberadaan excavator juga akan memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Apabila kembali terjadi kerusakan, alat tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan awal pada saluran dan fasilitas perikanan budi daya.

Senada, Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Muhammad Jafar, menyebut bantuan excavator menjadi harapan bagi masyarakat di wilayahnya. Ia mengungkapkan banjir yang terjadi menyebabkan kerusakan pada kawasan tambak, kolam, dan muara sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pemulihan.

“Bantuan excavator ini rahmat bagi kami. Banyak tambak dan kolam rusak dan tidak mungkin dikerjakan secara manual. Dengan alat berat ini, kami berharap normalisasi tambak dan saluran bisa lebih cepat dilakukan, sehingga masyarakat pembudi daya bisa kembali berusaha,” ujar Muhammad Jafar.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

26 Agustus 2026 - 22:22 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota

26 Agustus 2026 - 09:37 WIB

KAI Kaji Penguatan Konektivitas Logistik KITB Batang ke Tanjung Priok, Patimban hingga Tanjung Perak

25 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Puncak Arus Balik Maulid, 37.964 Pelanggan Tiba di Jakarta

25 Agustus 2026 - 11:25 WIB

KAI Sederhanakan Nama Kereta Semarang-Gambir, Argo Muria hingga Merbabu Jadi KA Muria

24 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari

24 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Commuter Run 2026 Kembali Digelar KAI Commuter Lakukan Edukasi dan Sosialisasi layanan Commuter Line Melalui Event Lari

24 Agustus 2026 - 19:30 WIB

11 Juta Warga Indonesia Jadi Komuter, KAI Catat 242,9 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

24 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Trending di PERON