Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan Garuda Indonesia Kembali Terbangi Rute Bandung–Bali

PERON

KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Modern Station & Lifestyle Hub, Siap Jadi Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Baru di Jakarta

badge-check


 KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Modern Station & Lifestyle Hub, Siap Jadi Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Baru di Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan transformasi Stasiun Gambir menjadi lebih dari sekadar tempat naik dan turun kereta. Berada di kawasan strategis pusat ibu kota, stasiun ini disiapkan sebagai Modern Station & Lifestyle Hub yang memadukan layanan transportasi, ruang publik, pusat kuliner, hingga kawasan komersial yang nyaman bagi masyarakat.

Konsep pengembangan tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset KAI dengan mengedepankan aspek hospitality dan leisure, sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih lengkap, mulai dari bersantai, berbelanja, menikmati kuliner, hingga melanjutkan aktivitas di kawasan sekitar Monumen Nasional (Monas).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, letak Stasiun Gambir yang berada di jantung Jakarta menjadi modal penting untuk menghadirkan kawasan terpadu yang tidak hanya melayani perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi destinasi aktivitas masyarakat.

“Gambir adalah pintu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus teras kedatangan pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,” ujar Anne.

Saat ini, Stasiun Gambir telah memiliki 132 titik komersial yang seluruhnya telah tersewa, terdiri atas 67 space dan 65 open space. Area tersebut dimanfaatkan oleh berbagai tenant mulai dari restoran, kedai kopi, minimarket, toko buku, toko oleh-oleh, lounge, hotel transit, pod hotel, ATM, vending machine, hingga layanan parkir dan media luar ruang.

Keberadaan berbagai tenant tersebut dinilai telah membentuk ekosistem ekonomi yang aktif sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan selama berada di stasiun.

Dari sisi jumlah pengguna, Stasiun Gambir juga mencatat mobilitas yang terus tinggi. Pada 2022, stasiun ini melayani 5,75 juta pelanggan, meningkat menjadi 6,53 juta pelanggan pada 2023. Tahun 2025, jumlah pelanggan kembali naik menjadi 6,10 juta orang, atau rata-rata sekitar 16.700 pelanggan setiap hari.

Sementara pada Semester I 2026, Gambir telah melayani 3.227.508 pelanggan, terdiri dari 1.652.532 pelanggan berangkat dan 1.574.976 pelanggan tiba.

Menurut Anne, tingginya aktivitas pelanggan tersebut harus diimbangi dengan fasilitas pendukung yang semakin lengkap dan nyaman.

“Optimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman yang lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas layanan, pengembangan Stasiun Gambir juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar. Saat ini, sebanyak 67 outlet aktif diperkirakan telah menyerap sekitar 134 hingga 201 tenaga kerja langsung, belum termasuk petugas kebersihan, keamanan, teknisi, logistik, maupun pekerja pendukung lainnya.

Dalam kajian pengembangan New Gambir, KAI merancang kawasan dengan fasilitas ritel, pusat kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, hingga fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Area komersial baru nantinya diproyeksikan memiliki luas sekitar 15.479 meter persegi, sementara hotel dan ruang pertemuan mencapai 3.756 meter persegi.

Jika seluruh pengembangan terealisasi, kawasan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 220 hingga 310 tenant dengan potensi penyerapan 440 hingga 930 tenaga kerja langsung. Bersama tenaga pendukung operasional lainnya, total peluang kerja yang tercipta diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Pengembangan ini juga menjadi bagian dari strategi KAI memperkuat pendapatan Non-Fare Box (NFB) atau pendapatan di luar penjualan tiket kereta api melalui pemanfaatan aset komersial yang lebih optimal.

“KAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota. Dengan pengembangan berbasis hospitality, leisure, dan Non-Fare Box, Gambir disiapkan menjadi wajah layanan KAI di pusat Jakarta yang nyaman bagi pelanggan, produktif bagi perusahaan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Pertanian Nasional

6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Di Balik Sajian Kuliner Kereta, Pegawai Produksi KAI Services Olah Puluhan Ribu Porsi Makanan Setiap Hari

6 Agustus 2026 - 14:52 WIB

KAI Perkuat Ekonomi Sirkular, Kelola 2.997 Ton Limbah Melalui Daur Ulang dan Guna Ulang

5 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Trending di PERON