Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026 KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

PERON

KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Modern Station & Lifestyle Hub, Siap Jadi Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Baru di Jakarta

badge-check


 KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Modern Station & Lifestyle Hub, Siap Jadi Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Baru di Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan transformasi Stasiun Gambir menjadi lebih dari sekadar tempat naik dan turun kereta. Berada di kawasan strategis pusat ibu kota, stasiun ini disiapkan sebagai Modern Station & Lifestyle Hub yang memadukan layanan transportasi, ruang publik, pusat kuliner, hingga kawasan komersial yang nyaman bagi masyarakat.

Konsep pengembangan tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset KAI dengan mengedepankan aspek hospitality dan leisure, sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih lengkap, mulai dari bersantai, berbelanja, menikmati kuliner, hingga melanjutkan aktivitas di kawasan sekitar Monumen Nasional (Monas).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, letak Stasiun Gambir yang berada di jantung Jakarta menjadi modal penting untuk menghadirkan kawasan terpadu yang tidak hanya melayani perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi destinasi aktivitas masyarakat.

“Gambir adalah pintu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus teras kedatangan pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,” ujar Anne.

Saat ini, Stasiun Gambir telah memiliki 132 titik komersial yang seluruhnya telah tersewa, terdiri atas 67 space dan 65 open space. Area tersebut dimanfaatkan oleh berbagai tenant mulai dari restoran, kedai kopi, minimarket, toko buku, toko oleh-oleh, lounge, hotel transit, pod hotel, ATM, vending machine, hingga layanan parkir dan media luar ruang.

Keberadaan berbagai tenant tersebut dinilai telah membentuk ekosistem ekonomi yang aktif sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan selama berada di stasiun.

Dari sisi jumlah pengguna, Stasiun Gambir juga mencatat mobilitas yang terus tinggi. Pada 2022, stasiun ini melayani 5,75 juta pelanggan, meningkat menjadi 6,53 juta pelanggan pada 2023. Tahun 2025, jumlah pelanggan kembali naik menjadi 6,10 juta orang, atau rata-rata sekitar 16.700 pelanggan setiap hari.

Sementara pada Semester I 2026, Gambir telah melayani 3.227.508 pelanggan, terdiri dari 1.652.532 pelanggan berangkat dan 1.574.976 pelanggan tiba.

Menurut Anne, tingginya aktivitas pelanggan tersebut harus diimbangi dengan fasilitas pendukung yang semakin lengkap dan nyaman.

“Optimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman yang lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas layanan, pengembangan Stasiun Gambir juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar. Saat ini, sebanyak 67 outlet aktif diperkirakan telah menyerap sekitar 134 hingga 201 tenaga kerja langsung, belum termasuk petugas kebersihan, keamanan, teknisi, logistik, maupun pekerja pendukung lainnya.

Dalam kajian pengembangan New Gambir, KAI merancang kawasan dengan fasilitas ritel, pusat kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, hingga fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Area komersial baru nantinya diproyeksikan memiliki luas sekitar 15.479 meter persegi, sementara hotel dan ruang pertemuan mencapai 3.756 meter persegi.

Jika seluruh pengembangan terealisasi, kawasan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 220 hingga 310 tenant dengan potensi penyerapan 440 hingga 930 tenaga kerja langsung. Bersama tenaga pendukung operasional lainnya, total peluang kerja yang tercipta diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Pengembangan ini juga menjadi bagian dari strategi KAI memperkuat pendapatan Non-Fare Box (NFB) atau pendapatan di luar penjualan tiket kereta api melalui pemanfaatan aset komersial yang lebih optimal.

“KAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota. Dengan pengembangan berbasis hospitality, leisure, dan Non-Fare Box, Gambir disiapkan menjadi wajah layanan KAI di pusat Jakarta yang nyaman bagi pelanggan, produktif bagi perusahaan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI dan KCIC Gelar EduTrain, Ajak Anak Panti Kenal Teknologi Perkeretaapian

19 Agustus 2026 - 14:23 WIB

17 Agustus Jadi Puncak Perjalanan, KAI Catat 216.158 Pelanggan dalam Sehari

18 Agustus 2026 - 20:33 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas yang Gagalkan Pencurian Kabel Persinyalan di Cikarang

18 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Tarif Rp8 dan Diskon 17 Persen KAI Group Dipakai 1,08 Juta Pelanggan pada 17 Agustus

18 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Libur Panjang HUT ke-81 RI, KAI Daop 1 Catat 385 Ribu Pergerakan Penumpang

18 Agustus 2026 - 12:53 WIB

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus HUT ke-81 RI, Siapkan 15.000 Kartu dengan 3 Desain

18 Agustus 2026 - 12:33 WIB

KCIC Hadirkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Khusus dan Semarak Merah Putih

18 Agustus 2026 - 12:20 WIB

KAI Perbarui Website kai.id, Kini Lebih Modern dan Terintegrasi

18 Agustus 2026 - 12:15 WIB

KAI Commuter Tambah Perjalanan hingga Dini Hari, Antisipasi Lonjakan Penumpang Usai Pesta Rakyat HUT RI

17 Agustus 2026 - 21:04 WIB

HUT ke-81 RI, Stasiun Juanda Jadi Tujuan Utama Warga Menuju Monas

17 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Trending di PERON