Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto, Tongkat Komando Polri Berpindah KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

PERON

KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal

badge-check


 KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mulai memperkuat upaya pelestarian stasiun-stasiun bersejarah di Jakarta. Langkah tersebut diawali dengan kunjungan kerja Komisaris Utama KAI Wisata, Suria Ati Kusumah, ke Stasiun Jakarta Kota atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun Beos, salah satu bangunan cagar budaya sekaligus ikon sejarah perkeretaapian Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Suria Ati Kusumah didampingi jajaran pengelola stasiun, yakni VP Pelayanan KAI Commuter Adly Hakim Nasution, Manajer Fasilitas Pelayanan Penumpang Daop 1 Jakarta Kuscayono, Kepala Stasiun Jakarta Kota Kurniawan Bellani Adhinata, serta Wakil Kepala Stasiun Jakarta Kota Dwi Irpal.

Kunjungan difokuskan pada pengembangan potensi Stasiun Jakarta Kota dengan tema “Awal Perjalanan Batavia Modern”. Stasiun yang diresmikan pada 1929 itu menjadi salah satu saksi lahirnya sistem transportasi modern di Indonesia sekaligus pintu masuk utama Batavia pada masa Hindia Belanda.

“BEOS bukan sekadar stasiun, tetapi gerbang yang telah menyambut jutaan perjalanan selama hampir satu abad. Mulai dari pedagang pada masa kolonial, pejuang kemerdekaan, para perantau, hingga komuter Jakarta masa kini. Nilai sejarah inilah yang ingin kami jaga dan hidupkan kembali melalui pengembangan wisata heritage,” ujar Suria Ati Kusumah.

Stasiun Jakarta Kota memiliki sejarah panjang. Sebelum bangunan yang ada saat ini berdiri, kawasan tersebut dikenal sebagai Stasiun Batavia Zuid. Gedung baru yang diresmikan pada 1929 dirancang dengan gaya arsitektur Art Deco dan pada masanya disebut sebagai salah satu stasiun termegah di Asia Tenggara. Bangunan ini juga memiliki inovasi konstruksi berupa bentang atap lebar tanpa banyak tiang penyangga.

Pada era kolonial, hampir seluruh pejabat, pedagang, dan wisatawan yang datang ke Batavia menggunakan kereta api memasuki kota melalui BEOS. Nama BEOS sendiri berasal dari Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij, perusahaan kereta api swasta yang mengelola jalur timur Batavia.

Selepas Proklamasi Kemerdekaan 1945, Stasiun Jakarta Kota turut menjadi saksi pengambilalihan aset perkeretaapian dari Jepang oleh para pegawai kereta api Indonesia. Hingga kini, stasiun tersebut tetap beroperasi melayani penumpang setiap hari tanpa menghilangkan karakter bangunan bersejarahnya.

Selain dikenal sebagai simpul transportasi, Stasiun Jakarta Kota juga kerap dijadikan lokasi syuting film, video musik, hingga pemotretan karena keindahan arsitekturnya. Letaknya yang berhadapan langsung dengan kawasan Kota Tua menjadikannya gerbang wisata sejarah di Jakarta.

Suria mengungkapkan, kunjungan ini merupakan bagian dari program besar KAI Wisata bertajuk “Perjalanan Bersejarah dari Ibukota Kolonial di Jalur Keemasan Hindia Belanda” yang akan mengangkat lima stasiun bersejarah di Jakarta dan sekitarnya.

Selain Stasiun Jakarta Kota, program tersebut mencakup Stasiun Tanjung Priok sebagai “Gerbang Perdagangan Dunia”, Stasiun Manggarai sebagai “Jantung Operasi Perkeretaapian”, Stasiun Jatinegara sebagai “Gerbang Menuju Pulau Jawa”, serta Stasiun Bogor sebagai “Menuju Buitenzorg, Kota Peristirahatan”.

“Melalui inisiatif ini, kami ingin menjadikan stasiun-stasiun bersejarah bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai pusat sejarah dan destinasi wisata heritage yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.

Ia menambahkan, setiap stasiun memiliki cerita yang berbeda tentang perkembangan Batavia, kemajuan teknologi perkeretaapian, hingga dinamika sosial dan ekonomi yang membentuk Indonesia modern.

“Perjalanan ini bukan sekadar melintasi lima stasiun bersejarah. Kita menyusuri jejak bagaimana rel kereta membentuk perkembangan Batavia, menghubungkan pelabuhan, pusat perdagangan, kawasan permukiman hingga kota peristirahatan di Buitenzorg. Kami berharap masyarakat dapat menikmati pengalaman baru dalam memahami sejarah perkeretaapian dan warisan budaya bangsa,” tutup Suria.

Melalui program ini, KAI Wisata berharap stasiun-stasiun bersejarah dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang edukatif sekaligus destinasi wisata heritage, sehingga mampu memperkuat identitas Jakarta sebagai kota dengan warisan sejarah perkeretaapian yang kaya.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Trending di PERON