Wartatrans.com, JAKARTA – PT KAI Commuter menghadirkan promo tarif Rp8 untuk seluruh perjalanan Commuter Line pada peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia.
Kebijakan promo ini berlaku di berbagai wilayah operasional, mulai dari Jabodetabek, Bandung (Wilayah 2), Yogyakarta (Wilayah 6), hingga Surabaya (Wilayah 8) sepanjang 17 Agustus, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Direktur Utama KAI Commuter, Purnomosidi, menyampaikan bahwa penyesuaian tarif promo ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus tindak lanjut dari arahan pemerintah untuk mendukung kemeriahan perayaan kemerdekaan.
“Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dengan adanya perayaan Hari Kemerdekaan ke-79 ini, sesuai arahan Pemerintah, kita moda angkutan masyarakat diminta melaksanakan tarif Rp8. Baik menggunakan tapping kartu maupun tiket,” ujar Purnomosidi saat menyapa penumpang Stasiun BNI City di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Sebagai apresiasi langsung kepada para pengguna jasa transportasi publik, KAI Commuter juga menggelar aksi bagi-bagi kopi, roti, camilan (snack), serta suvenir gratis di dua stasiun prioritas, yakni Stasiun Juanda dan Stasiun Manggarai. Pembagian ini ditujukan untuk membersamai dan menambah kebahagiaan para penumpang yang bepergian di hari libur nasional.
Mengingat tingginya antusiasme warga yang ingin menyaksikan perayaan kemerdekaan di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI, KAI Commuter telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi penumpukan penumpang di stasiun.
“Kami siapkan kereta tambahan. Nanti kita lihat situasi, baik yang menuju Bogor, Rangkasbitung, Tangerang, maupun Bekasi apabila penumpang belum terangkut atau belum selesai mengikuti pesta rakyat nanti malam,” tambah Purnomosidi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina, menjelaskan bahwa operasional moda Commuter Line pada hari perayaan ini disiapkan sama seperti hari kerja, yaitu mencapai 1.065 perjalanan. Selain itu, KAI Commuter turut merilis tiga desain Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus tematik Kemerdekaan RI ke-79 yang dapat dibeli oleh masyarakat di seluruh loket stasiun.
Terkait pergerakan penumpang pada siang hari, Karina mencatat bahwa konsentrasi pengguna masih terfokus di stasiun-stasiun sekitar Monas dan diprediksi akan terus meningkat menuju area Bundaran HI hingga malam hari.
“Untuk stasiun-stasiun yang diprediksi mengalami keramaian, kami melakukan penambahan personel pengamanan, baik dari internal KAI Commuter maupun kewilayahan, serta menambah petugas pelayanan penumpang di stasiun-stasiun padat,” tutur Karina.
Menutup keterangannya, Purnomosidi menekankan bahwa makna kemerdekaan bagi transportasi publik adalah menghadirkan kemudahan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi masyarakat luas melalui layanan transportasi yang terjangkau dan dapat diandalkan.(fahmi)































