Menu

Mode Gelap
Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games Juli 2026, Rekor Baru! Hampir 97 Ribu Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh KSOP Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang

OLAH RAGA

Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Ada pertandingan yang hanya menghasilkan pemenang. Ada pula pertandingan yang meninggalkan pelajaran. Duel Portugal melawan Spanyol pada Piala Dunia 2026 ini adalah yang kedua.

Saat laga baru dimulai, istri saya, Sandra, bertanya, “Ayah jagokan mana?”

Saya tersenyum lalu menjawab, “Keduanya.”

Sandra bahkan sempat menyarankan agar saya mengenakan jersey Spanyol. Namun, di sudut hati, saya tetap mengagumi penampilan Cristiano Ronaldo—seorang legenda yang terus menunjukkan dedikasi luar biasa meski usianya tak lagi muda.

Di lapangan, Portugal dan Spanyol memperlihatkan wajah sepak bola yang sesungguhnya: permainan cepat, disiplin, penuh teknik, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Tidak ada kebencian yang mengalahkan rasa hormat. Tidak ada kemenangan yang menghapus penghargaan kepada lawan.

Di sisi lain, dunia juga menyaksikan pertemuan dua generasi. Cristiano Ronaldo, ikon yang telah mengukir sejarah sepak bola selama lebih dari dua dekade, berhadapan dengan Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang sedang bersinar. Pertandingan itu bukan sekadar soal hasil, melainkan estafet kepemimpinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Terima kasih, Portugal. Terima kasih, Spanyol. Kalian telah memperlihatkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang keberanian, kualitas, serta penghormatan kepada lawan.

Terima kasih pula kepada Cristiano Ronaldo, yang terus membuktikan bahwa kerja keras dan kecintaan kepada negara tidak mengenal usia. Dan kepada Lamine Yamal, masa depan sepak bola dunia tampaknya berada di tangan yang tepat.

Sebagai pencinta sepak bola, saya hanya bisa berharap semoga Indonesia segera menyusul tampil di panggung Piala Dunia. Sebab, setiap bangsa berhak bermimpi, dan setiap mimpi membutuhkan kerja keras, pembinaan yang berkelanjutan, serta keyakinan bahwa suatu hari Garuda akan terbang di pentas tertinggi sepak bola dunia.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Clairefontaine-Kudus, PSSI Bangun Jalur Talenta Putri U-17

21 Agustus 2026 - 15:33 WIB

RANS Bidik Hak Siar IWL, Bisnis Broadcast Match Mulai Bergeser?

21 Agustus 2026 - 06:57 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IWL Mulai 17 Oktober, 6 Klub Uji Roadmap Sepak Bola Putri

13 Agustus 2026 - 05:09 WIB

PSSI Diminta Bongkar Masalah Performa Timnas Naik-Turun

10 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Resiliensi Garuda Diuji, Singapura jadi Ancaman di Laga Penentu AFF 2026

6 Agustus 2026 - 05:12 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Raih 1 Juta Penonton Bola, Watchalong AFF 2026 Buka Model Baru Bisnis Siaran Olahraga

5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Aston Villa Menang 3-1 Kalahkan Indonesia All Star di GBK

2 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Tim Pertama Gugur di ASEAN Hyundai Cup 2026, Timor Leste Pede Kalah Sedikit Gol

1 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Trending di OLAH RAGA