Wartatrans.com, JAKARTA — Gelombang kepindahan pemain naturalisasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia ke kompetisi domestik semakin menguat menjelang bergulirnya musim Liga Indonesia 2026/2027. Sebanyak 11 pemain keturunan yang sebelumnya berkarier di Eropa kini memilih melanjutkan karier profesional di klub-klub Tanah Air.
Kepindahan penyerang Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung melengkapi daftar pemain naturalisasi yang pulang ke Indonesia. Eks pemain FCV Dender di Liga Belgia itu resmi menandatangani kontrak berdurasi tiga musim pada Sabtu (4/7/2026), setelah kesulitan memperoleh menit bermain di kompetisi Eropa.

Minimnya kesempatan tampil di klub-klub Eropa dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong para pemain tersebut kembali ke Indonesia. Namun, fenomena ini memunculkan perdebatan mengenai dampaknya terhadap kualitas Timnas Indonesia di level internasional.
Pengamat sepak bola dari Lembaga Analisis Olahraga Nasional (LAON), Mohammad Kusnaeni, menilai keputusan para pemain naturalisasi kembali ke kompetisi domestik berpotensi menghambat perkembangan mereka.
“Secara finansial dan popularitas, klub lokal memang sangat menggiurkan bagi mereka saat ini. Namun dari sudut pandang pembinaan, ini merupakan sebuah kemunduran karena intensitas taktik di kompetisi domestik belum setara dengan Eropa,” ujar Kusnaeni, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, PSSI kini menghadapi tantangan untuk memastikan kualitas fisik dan daya saing para pemain tetap terjaga meski bermain di Liga Indonesia. Harapan publik agar para pemain diaspora terus berkembang di kompetisi elite Eropa dinilai berbalik arah dengan fenomena eksodus tersebut.
Di sisi lain, kehadiran para pemain naturalisasi diperkirakan mampu meningkatkan kualitas kompetisi domestik sekaligus mendongkrak nilai komersial Liga Indonesia. Secara akumulatif, nilai pasar sebelas pemain tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.
Berdasarkan data Transfermarkt, Thom Haye menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di antara rombongan tersebut, yakni sekitar Rp15,6 miliar setelah bergabung dengan Persib Bandung. Posisi berikutnya ditempati Eliano Reijnders dan Sandy Walsh yang masing-masing memiliki nilai pasar sekitar Rp10,4 miliar.
Ragnar Oratmangoen dan Shayne Pattynama memiliki nilai pasar sekitar Rp6 miliar, sementara Ivar Jenner bernilai Rp5,2 miliar.
Dari sisi klub, Persib Bandung menjadi tim paling agresif dengan merekrut lima pemain naturalisasi. Persija Jakarta juga aktif mendatangkan Jordi Amat, Mauro Zijlstra, dan Shayne Pattynama. Sementara itu, Dewa United FC memperkuat skuadnya dengan Rafael Struick dan Ivar Jenner, sedangkan Bali United mengamankan jasa Jens Raven.
Fenomena perpindahan pemain naturalisasi ke Liga Indonesia pun menghadirkan dua sisi berbeda. Di satu sisi meningkatkan daya tarik kompetisi nasional, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap daya saing Timnas Indonesia di level internasional.***
(Artha Tidar)






























